NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
LUKA YANG TERBUKA


__ADS_3

Dengan segera setelah itu Louis dan juga Reino menuju ke dalam kamar Diandra, dengan cepat Louis membuka pintu kamar Diandra dan mendekati Diandra.


"Diandra bangun, ayo Diandra bangun!"


Louis menepuk - nepuk pipi Diandra beberapa kali namun tidak ada jawaban apapun.


"Ren siapkan mobil, kita ke rumah sakit."


Louis yang melihat darah di baju tidur Diandra segera berteriak kepada Reino untuk menyiapkan mobil.


Dengan cepat Louis mengendong Diandra ke halaman depan, dan setelah itu masuk ke dalam mobil.


"Mas Louis apa yang terjadi dengan mbak Diandra mas?"


Di dalam mobil Reino yang saat ini sedang mengemudikan mobil tersebut kembali bertanya kepada Louis yang sedang berada di bangku belakang bersama dengan Diandra yang masih pingsan.


"Aku curiga luka di jahitan nya terbuka dan mengalami infeksi Ren, badan Diandra juga demam."


Louis mengatakan hal tersebut sambil meraba kening Diandra.


"Ren apakah hari ini Diandra melakukan aktivitas berat?"


Reino langsung terdiam dengan pertanyaan dari Louis, namun akan menjadi sebuah kesalahan ketika Reino tidak mengatakan hal yang sebenarnya kepada Louis.

__ADS_1


"Iya mas, tadi pagi mbak Diandra menuju ke dapur untuk membuat pizza."


"Astaga jadi pizza yang aku baru saja makan tadi Diandra yang membuatnya?"


Louis mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.


"Betul mas Louis, mbak Diandra membuatkan pizza itu khusus untuk mas Louis mungkin untuk sarapan pagi mas Louis."


Louis yang mendengarkan Reino bercerita tentang hal ini hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Astaga Diandra tidak seperti ini juga yang aku maksudkan."


Dengan menarik nafas dalam - dalam Louis hanya bisa terus menggelengkan kepalanya.


Reino kembali bertanya kepada Louis karena kini mobil mereka sudah masuk ke dalam halaman rumah sakit.


"Ya Ren, langsung saja."


Dengan cepat pada akhirnya Reino mengarahkan mobil tersebut ke unit gawat darurat, dan tak beberapa lama tim medis datang dan langsung membawa Diandra masuk ke dalam.


Dengan cepat tim medis menangani Diandra di dalam, dan untuk kesekian kalinya Louis lah yang menunggu Diandra kembali.


"Dokter Louis."

__ADS_1


Satu dokter keluar dari dalam ruangan unit gawat darurat dan langsung menghampiri Louis yang saat ini berada di ruang tunggu.


"Ya dokter, bagaimana keadaan Diandra?"


"Jahitan mbak Diandra terbuka kembali dokter, sepertinya mbak Diandra harus kembali di rawat karena suhu tubuhnya masih tinggi."


Louis menganggukkan kepalanya mendengarkan semua penjelasan dokter.


"Ya, ya aku mengerti dokter, ini seperti dugaan ku memang, baiklah dokter lakukan saja yang terbaik untuk Diandra, aku akan membereskan administrasi nya terlebih dahulu."


"Baik dokter Louis."


Louis langsung menuju ke bagian administrasi untuk membereskan biaya perawatan Diandra untuk yang ke dua kalinya.


Lihat lah, Louis kau laki - laki yang tetap bodoh di dalam hal ini, malam hari ini kau kembali mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk gadis biasa seperti dirinya.


Louis mengatakan hal tersebut sambil mengeluarkan kartu kreditnya kepada bagian administrasi dan memandang tagihan - tagihan yang telah berada di depan mata.


"Terima kasih suster."


Setelah semua biaya administrasi beres, Louis membawa semua tagihan tersebut dan memasukkan ke dalam saku celananya.


Dengan cepat Louis kembali berjalan menuju ke ruang rawat Diandra, satu ruang rawat VVIP yang selalu Louis pilihkan untuk perawatan Diandra.

__ADS_1


__ADS_2