NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
KAU DI PECAT


__ADS_3

Setelah mengatakan hal tersebut Louis dan Diandra pun langsung turun dari dalam mobil.


"Nah mas Diandra sudah masuk ke dalam rumah yah."


"Ya, aku pulang dulu yah Diandra."


"Ya mas Louis hati - hati di jalan."


"Pasti Diandra."


Setelah mengatakan hal tersebut Diandra masuk ke dalam rumah dan menutup pintu utama


Kini Louis yang sudah kembali ke dalam mobil langsung menghubungi seseorang.


"Ya aku mengerti, foto sudah aku kirim kan ke ponsel mu, jadi sekarang bisa segera menghubungi pihak kepolisian."


Selesai mengatakan hal tersebut di dalam ponselnya Louis langsung mengakhiri panggilan tersebut.


"Kali ini siapapun kau, sebentar lagi kau tidak akan pernah lolos dari hadapan ku!"


Dengan melajukan mobilnya Louis langsung meninggalkan halaman rumah Diandra.


Malam hari ini terjadi perubahan hati yang sangat luar biasa dari diri Louis.


Kisah hidup Diandra yang dia bagikan mampu menjadi rhema tersendiri di dalam hatinya saat ini.


"Selamat pagi Diandra."


"Pagi Mer."


Pagi ini seperti biasa Diandra masuk ke dalam cafe paling pagi dan di ikuti oleh Merry.


"Bagaimana kencan mu semalam Diandra?"


"Kencan?"


Diandra yang masih belum mengerti apa yang di maksudkan oleh Merry kembali bertanya.


"Iya kencan mu, kau semalam pergi dan dengan laki - laki itu?"

__ADS_1


"laki - laki itu punya nama Mer, namanya mas Louis."


"Iya mas Louis, bagaimana sukses?"


Diandra langsung tersenyum dengan perkataan dari Merry.


"Kami tidak berkencan Mer, kami hanya saling bertukar pikiran saja."


"Oh hanya bertukar pikiran?"


"Iya."


Dengan cepat Diandra langsung menganggukkan kepalanya.


"Diandra boleh kah aku mengingatkan mu akan hal ini?"


"Kau harus ingat dan harus menjaga perasaan mu."


"Iya Mer, aku tau aku tidak akan jatuh cinta terlebih dahulu."


"Ya, ya baguslah jika seperti itu dan aku berharap kau akan tetap seperti itu."


"Diandra, Diandra."


Tiba - tiba saja terdengar suara sang manager memanggil - manggil namanya.


"Ya pak, ada apa?"


"Pagi ini pak Dimas memanggil mu ke dalam ruangan nya."


"Pak Dimas pak?"


"Iya pak Dimas."


"Ada apa ya pak?"


"Wah bapak kurang tau Diandra, kau coba saja langsung menghadap ke pak Dimas yah Diandra."


"Baik pak."

__ADS_1


Dengan segera Diandra meletakkan alat - alat kebersihan yang masih berada di dalam tangannya tersebut.


"Permisi, pak Dimas memanggil saya?"


Diandra mengatakan hal tersebut sambil mengetuk pintu ruangan Dimas.


"Ah ya kau yang bernama Diandra kan?"


"Ya pak saya office Girls yang bernama Diandra."


"Kemari dan duduklah."


Dimas langsung meminta Diandra untuk duduk di depan mejanya.


"Ada apa pak memanggil saya?"


Diandra cukup heran karena pagi ini Dimas memanggilnya ke dalam ruangan.


"Ada beberapa hal yang ingin aku katakan kepada mu."


"Apa itu pak Dimas."


"Pertama aku minta kau untuk berhenti bekerja dari cafe ku."


Deg


Sungguh seperti petir yang menyambar tubuh Diandra ketika Diandra mendengarkan kabar ini.


"Mengundurkan diri maksud pak Dimas?"


Dengan segera Dimas langsung menganggukkan kepalanya.


"Jika saya boleh tau apa salah saya pak? kenapa bapak tiba - tiba memecat saya?"


Diandra yang masih sangat kaget dengan keputusan sepihak dari Dimas mencoba untuk bertanya kembali.


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘

__ADS_1


__ADS_2