
Iya mas, pagi atau sore pun Diandra jarang pergi ke pantai seperti ini."
"Jarang?"
Sungguh kali ini Louis sangat tidak percaya dengan apa yang telah di katakan oleh Diandra.
"Iya mas, sejak aku usia lima belas tahun aku sudah membantu ibuk bekerja dengan berjualan gorengan setelah pulang sekolah, setelah aku lulus sekolah aku langsung bekerja di dua tempat yang berbeda, jadi aku sangat jarang sekali berlibur seperti ini."
Louis yang kini mendengarkan cerita Diandra hanya bisa terdiam.
Sungguh selama ini Louis tidak pernah mengetahui jika Diandra punya cerita kehidupan yang cukup keras.
"Jadi kau sudah menjadi tulang punggung keluarga dari kau umur belasan tahun?"
Diandra menatap ke arah Louis dan menganggukkan kepalanya.
"Iya mas, jadi itu sebabnya aku mungkin berbeda dengan teman - teman sebaya ku yang saat itu masih bisa bermain - main, masih bisa berjalan - jalan dan masih bisa melakukan banyak hal."
__ADS_1
"Sedangkan aku di masa itu harus memikirkan bagaimana caranya agar esok hari bisa mendapatkan uang untuk keluarga dan untuk berobat ibuk yang sedang sakit."
"Jika masa - masa remaja katanya adalah masa yang paling bahagia, namun itu semuanya tidak berlaku untuk ku mas, aku kehilangan masa remaja itu, aku tidak pernah merasakan pergi bersama dengan teman - teman ku, yang aku pikirkan hanya uang dan uang."
Diandra menceritakan itu semua sambil pandangan matanya mengarah ke laut lepas.
Louis yang kini menjadi pendengar yang baik hanya bisa memandangi satu gadis yang saat ini berada di sampingnya.
"Namun ada satu hal yang membuat aku tidak pernah menyesal melakukan hal itu mas."
"Satu hal yang tidak pernah membuat mu menyesal?"
"Mengucapkan syukur? dari sudut pandang mana kau bisa mengucapkan syukur seperti itu?"
"Diandra menjadi dewasa sebelum waktunya mas, di usai belasan Diandra sudah mengerti tentang arti kehidupan, Diandra tau bagaimana susah nya mencari uang, Diandra tau bahwa untuk mendapatkan sesuatu hal itu tidak mudah, harus melalui perjuangan."
Deg
__ADS_1
Louis kembali terdiam dengan perkataan Diandra, selama ini atau saat Louis sedang mendapatkan masalah seperti ini, Louis sama sekali tidak pernah mengungkapkan syukur, Louis hanya berpikir bagaimana cara menyelesaikan semua hal ini tanpa ucapan syukur.
"Terima kasih Diandra."
"Terima kasih?"
Diandra langsung mengernyitkan dahi ketika Louis mengatakan hal itu.
"Ya terima kasih karena cerita mu sekarang aku bisa mengucapkan syukur yang begitu dalam."
"Selama ini aku belum pernah mengatakan hal itu, saat aku ada masalah atau sekarang saat aku ada masalah aku sama sekali tidak pernah mengucapkan rasa syukur."
"Yang aku lakukan hanya mengeluarkan umpatan, memikirkan cara bagaimana aku bisa keluar dari permasalahan ini."
Diandra langsung tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Louis.
"Semuanya belum terlambat mas, ucapan syukur dan berserah kepada Tuhan akan membuat kita lebih tenang di dalam menghadapi masalah kita mas, saat kita melakukan hal itu, memang setiap masalah kita akan tetap ada yang membedakan adalah mental kita di dalam menghadapi nya.
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘