NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
BERTEMU KAKEK KEMBALI


__ADS_3

Selamat pagi mas Louis."


Reino yang sudah dulu tiba di ruangan Louis segera menyapa Louis yang kini masuk ke dalam ruangan masih dengan wajah yang kusut dan pakaian acak - acakan.


"Pagi Ren, sungguh pagi ini sangat menyebalkan!"


Dengan melemparkan jasnya ke sembarang tempat Louis mengatakan hal tersebut sambil membantingkan dirinya di kursi.


"Ada apa mas Louis?"


"Kau tau bisa - bisanya bi Inah lupa membangunkan aku, padahal pagi ini kita ada rapat penting, coba saja ada Diandra aku tidak akan bangun siang dan terlambat sampai ke kantor."


Deg


Louis langsung terdiam dengan ucapannya sendiri, tanpa sadar Louis mengucapkan nama Diandra di hadapan Reino.


"Apakah saya perlu mencoba memanggil mbak Diandra kembali ke rumah mas Louis? mungkin jika bisa dibicarakan baik - baik, mbak Diandra bisa kembali bekerja di rumah mas Louis."


Dengan cepat Louis langsung melambaikan tangannya atas perkataan Reino tersebut.


"Tidak perlu Ren, itu sudah menjadi keputusan nya dan aku juga tidak mau lagi dia bekerja di tempat ku, mungkin tadi karena aku belum terbiasa saja."


"Jam berapa kita harus ke ruang rapat Ren?"

__ADS_1


Dengan cepat Louis berusaha untuk mengalihkan pembicaraan nya dari bahasan soal Diandra.


"Lima belas menit lagi mas Louis."


"Apakah semua materi sudah siap?"


"Sudah mas Louis."


"Baiklah, ayo kita ke ruang rapat sekarang, jangan sampai mereka datang lebih dulu daripada kita."


"Baik mas Louis."


Dengan cepat Louis bangkit dari tempat duduknya dan langsung keluar dari ruangan.


Entah mengapa hari ini tiba - tiba Louis menjadi sosok yang merasa kehilangan Diandra.


Sementara itu di Jogyakarta pagi ini Diandra sudah tiba di rumah, dan dari kejauhan Diandra bisa melihat kakek Surjono sedang menyapu halaman rumah mereka.


"Kakek."


Dengan cepat Diandra berlari dan meneriakkan nama kakeknya tersebut.


Sang kakek sangat kaget karena tiba - riba cucu kesayangan nya itu kembali pulang.

__ADS_1


"Oalah nduk, tak kira siapa, ternyata cucu kesayangan kakek pulang."


Kakek Surjono mengatakan hal tersebut sambil di peluk erat oleh Diandra.


"Iya kek Diandra pulang, Diandra pulang lagi kembali ke rumah ini."


Hal tersebut Diandra katakan sambil mengendurkan pelukannya.


"Ayo masuk, terus taruh barang - barangnya dulu yah nduk."


"Iya kek."


Dengan cepat Diandra melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumah masa kecilnya.


Aura yang berbeda ketika Diandra mulai masuk kembali ke dalam rumah tersebut, terasa kehangatan keluarga yang tiba - tiba sangat dia rindukan, meskipun saat ini sang ibunda sudah tiada, namun tetap bagi Diandra rumah sederhana itu adalah surga di dunia yang dia miliki.


"Nduk, kamu tidak ingin menceritakan kepada kakek kenapa kamu tiba - tiba saja kembali pulang?"


Diandra yang telah menaruh semua barang - barangnya di dalam kamar kini kembali ke ruang tamu dan mendengarkan pak Surjono menanyakan hal tersebut kepadanya.


"Ya kek, maafkan Diandra yang tidak memberitahukan kakek kepulangan Diandra yang serba dadakan ini."


Tiba - tiba Diandra langsung berhenti dengan dengan perkataan nya sendiri.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2