
Dengan gerakan cepat Louis meraih tubuh Diandra, mendekap tubuh itu dengan sangat erat, menaikan dagu Diandra dan siap memberikan ciuman malam.
"Hentikan mas Louis!"
Diandra menjerit, Diandra memberontak dari cengkeraman tangan Louis, Diandra mendorong Louis dan Diandra berlari meninggalkan Louis seorang diri di tepi pantai pada malam hari itu.
Louis yang melihat Diandra berlari dengan sangat kencang kini hanya bisa memandangi nya saja.
Sungguh saat ini Louis sedang berusaha untuk meredakan detak jantung nya yang masih sangat tidak beraturan.
Cukup lama Louis berusaha untuk menguasai dirinya lagi.
Di depan lautan dengan deburan ombak pantai selatan di waktu malam membuatnya menjadi gila.
"Kau bodoh Louis, kau bodoh, kau bodoh dia itu berbeda, dia bukan gadis yang biasa kau ajak tidur dengan gampang, dasar Louis kau bodoh!"
Malam hari ini Louis sangat mengutuki dirinya sendiri setelah apa yang terjadi dengan nya tadi.
__ADS_1
"Saat ini pasti dia sudah marah pada ku ya dia pasti sudah marah."
Setelah mengatakan hal tersebut Louis segera berlari meninggalkan pantai selatan dan kembali ke hotelnya lagi.
"Diandra, Diandra maafkan mas Louis, Diandra maafkan mas yah, mas mohon."
Setelah sampai di hotel Louis segera berlari menuju ke kamar Diandra.
Dengan sekuat tenaga Louis mengetuk pintu kamar Diandra, berkali - laki Louis mengetuk pintu tersebut, namun tidak ada jawaban apapun dari pemilik kamar yang saat ini sedang ingin Louis temui.
"Diandra maafkan mas Louis ya, maafkan mas bukan maksud mas seperti itu."
"Baiklah jika memang kau tidak mau membuka pintu ini, mas mohon agar kau tidak berpikiran macam - macam tentang mas Louis, maafkan mas Louis yah Diandra malam hari ini mas Louis merusak semua liburan mu,maafkan mas Louis Diandra."
Panjang lebar Louis menjelaskan semua hal tersebut di depan pintu kamar Diandra, namun sia - sia belaka karena sang pemilik kamar kini tetap tidak mau membukanya.
"Mas Louis ada kamar sebelah yah, jika kau membutuhkan sesuatu segera hubungi mas Louis."
__ADS_1
Louis masih menunggu beberapa saat, namun karena masih tidak ada jawaban pada akhirnya masuk ke dalam kamar sebelah dengan menyesali segala kebodohan yang dia lakukan pada malam hari ini.
Di satu sisi di dalam kamar saat ini terdengar isak tangis yang sangat pelan dari satu gadis yang sedang menyesali apa yang hampir terjadi dengannya tadi.
"Mas Louis sebenarnya apa yang mas Louis lakukan tadi?."
"Maksudnya apa mas hampir mencium ku seperti tadi?"
"Mas Louis mengatakan bahwa tidak tertarik dengan ku, namun mengapa mas Louis mau mencium ku?"
"Apakah ciuman itu sangat tidak berarti di hati mas Louis? sehingga mas Louis melakukan hal itu dengan sangat gampang?"
"Mas buat Diandra itu adalah ciuman pertama dari Diandra, dan Diandra ingin di cintai dengan ciuman itu."
"Mas jika memang mas Louis tidak memiliki perasaan itu kepada Diandra, aku mohon mas jangan melakukan hal itu lagi."
Air mata yang terus mengalir menemani Diandra menumpahkan segala kesedihan.
__ADS_1
Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.
Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘