NONA DIANDRA

NONA DIANDRA
KEKUATAN ORANG TUA


__ADS_3

Namun hal tersebut yang justru menjadi boomerang untuk Louis.


Ibu Sekar yang sama sekali tidak pernah membiarkan Louis merasakan susahnya kehidupan di luar sana membuat Louis pada akhirnya harus terus bergantung kepada ke dua orang tuanya.


Hari itu dengan segera ke dua orang tua Louis meminta Louis untuk kembali ke Jogyakarta dan Louis pada akhirnya menuruti keinginan mereka, namun setelah pemeriksaan pertama dari pihak kepolisian baru Louis akan berangkat ke Jogyakarta.


"Bagaimana hasilnya mas Louis?"


Esok hari Louis dengan patuh datang pada panggilan polisi yang mengintrogasi masih sebagai saksi.


"Pemeriksaan yang panjang Ren."


Reino yang sejak awal setia menunggu Louis yang ada di ruang pemeriksaan langsung bangkit berdiri ketika melihat Louis keluar dari ruangan pemeriksaan tersebut.


"Ren, kenapad di luar ramai sekali?"


Louis melihat dari kaca jendela, banyak orang berkerumun di depan kantor kepolisian.


"Para wartawan sudah menunggu mas Louis di depan."


Dengan cepat Louis langsung menggelengkan kepalanya.


"Apakah ada pintu yang Ren agar aku tidak bertemu dengan mereka?"

__ADS_1


"Sebenarnya ada mas, namun akan menjadi satu kesalahan jika mas Louis memilih untuk lari dari mereka."


Louis terdiam dengan semua perkataan Reino, tatapannya lurus kedepan memandang para wartawan yang telah menunggu kedatangannya kali ini.


"Kau benar Ren, ayo kita hadapi semuanya Ren."


Setelah mengatakan hal tersebut Louis dengan mantap keluar dari kantor kepolisian.


Dan benar setelah dia keluar semua wartawan langsung mengejarnya.


"Mas Louis bagaimana hasil pemeriksaan?"


Salah satu awak media langsung melontarkan pertanyaan kepada Louis.


"Semuanya berjalan dengan baik, dan saya akan tetap datang ke kantor kepolisian jika memang ada panggilan berikutnya, kami serahkan sepenuhnya ke tangan kepolisian."


"Ren apakah mereka masih mengerumi kantor kepolisian?"


"Sepertinya masih masih mas Louis, namun ada pengacara kita yang saat ini masih menghadapi pertanyaan para wartawan."


Louis langsung menarik nafasnya pelan ketika mendengarkan semua perkataan Reino.


"Syukurlah, Ren ayo kita langsung menuju ke bandara."

__ADS_1


"Mas Louis akan menuju ke Jogyakarta sekarang juga?"


"Ya Ren lebih cepat lebih baik, aku sudah mengatakan kepada pihak kepolisian jika hari ini aku akan menuju ke Jogjakarta namun jika memang pihak kepolisian membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut maka aku akan siap untuk hadir kembali."


"Baiklah mas, pak langsung ke bandara ya."


"Baik mas Reino."


Reino pada kali ini langsung memberikan perintah kepada sang supir untuk segera menuju bandara.


Hari sudah sore ketika Louis sampai di bandara, dengan cepat Louis melakukan penerbangan ke Jogjakarta, satu kota masa kecil yang sebenarnya sudah enggan dia kunjungi kembali.


"Louis anak ku."


Setelah sampai di depan rumah, sang Ayah dan ibu Sekar langsung bergantian memeluk anak semata wayangnya tersebut.


"Dad, buk Louis pulang."


Hanya hal itu yang Louis dapat katakan ketika berada di dalam pelukan ke dua orang tuanya.


Rasa lelah, rasa penat seketika hilang ketika dirinya berada di dalam pelukan sang ibunda.


Tidak ada Louis yang sudah dewasa, tidak ada Louis yang ketus, yang ada hanya Louis seorang anak yang saat ini membutuhkan kekuatan dari ke dua orang tuanya.

__ADS_1


Hai Hai pembaca novel Nona Diandra, terima kasih sudah setia sampai bab ini.


Jangan lupa voter, like yang banyak yah agar author nya semangat. Yuk lanjut bab selanjutnya yah😘


__ADS_2