Nona Mia

Nona Mia
ISTRI ATAU PEMBANTU ? (2)


__ADS_3

Makan malam ala kadarnya itu sudah selesai.


Mia segera membereskan piring dan membawanya ke dapur untuk ia cuci.


Eve tadinya yang akan melakukan itu, namun Bian mencegahnya dan membiarkan Mia saja yang melakukannya.


"Kalian tidak tidur bersama, kan saat di rumah nenek?" Eve bertanya dengan nada serius pada Bian.


Tak lupa Eve juga mengecilkan volume suaranya agar nona Mia tak mendengarnya.


"Gak lah!" Jawab Bian cepat.


"Trus kalian berdua udah ngapain aja?" Tanya Eve kepo.


"Gak ngapa-ngapain, Eve! Aku hanya mengajari nona kaya itu bagaimana hidup menjadi orang miskin." Jelas Bian panjang lebar.


Eve mengernyit tak mengerti.


"Dengar ya, Eve! Mulai sekarang kamu tak perlu mencuci, beberes, ataupun memasak. Nona kaya itu yang akan melakukan semuanya" Bian memegang kedua bahu adik perempuannya tersebut dan berkata dengan sangat yakin.


"Tapi bagaimana kalau tiba-tiba ingatan nona Mia kembali? Abang gak tahu kan, kalau dia itu galak dan kejam? Kita bisa masuk penjara nanti," cicit Eve dengan nada ketakutan.


Namun bukannya khawatir atau ketakutan, Bian malah terkekeh,


"Kamu tenang saja, Eve! Aku akan mengurus semuanya. Kamu tak perlu khawatir," ujar Bian bersungguh-sungguh.


Eve masih tidak yakin, bagaimana bang Bian akan mengatasi ini semua?


"Mas Bian tidur di mana malam ini?" Mia sudah selesai dengan urusannya di dapur, dan ikut bergabung bersama kakak beradik tersebut.


"Di sini," jawab Bian enteng sambil merentangkan kedua tangannya.


"Kak May bisa tidur di kamar sama Eve nanti," sambung Eve ikut menjelaskan.


"Apa biasanya memang seperti ini?" Mia menggaruk tengkuknya dan sedikit merasa aneh.


Bukankah seharusnya Bian menyewa rumah yang ada dua kamar di dalamnya, sehingga dirinya dan Bian juga punya privasi jika ingin melakukan hubungan suami istri atau sekedar bermesraan berdua.


Namun yang Mia ingat, sejak awal dirinya hilang ingatan Bian seperti tidak pernah menyentuh Mia atau hanya sekedar memberi pelukan atau ciuman.


Bukankah ini aneh?


Jadi sebenarnya Mia ini istrinya Bian atau bukan?


Mia hanya seperti pembantu saja untuk Bian karena setiap hari Mia harus melakukan semua pekerjaan rumah.


"Memang mau seperti apa, May?" Bian malah balik bertanya pada Mia.


"Ya maksud aku kita kan suami istri, Mas. Kenapa kita tidak tidur di kamar yang sama?" Tanya Mia pura-pura polos.


Eve yang sedang minum langsung tersedak mendengar pertanyaan dari Mia barusan.


Gadis itu segera beranjak dari ruangan itu dan pergi ke dapur. Eve sungguh tidak mau terlibat dalam obrolan dewasa antara pasangan bukan suami istri tersebut.


"Kamu ingat perjanjian kita kan, May?" Bian menatap serius pada Mia.


"May rasa, Mas Bian cuma mengarang indah soal perjanjian itu. Tidak ada bukti yang bisa mas Bian tunjukkan ke May sampai sekarang." Mia mencoba mencari pembenaran.


"Kamu yang membawa lalu menghilangkan surat itu, May! Kenapa malah menyalahkan aku?" Bian tak mau kalah. Sepertinya pria itu memang punya seribu akal untuk menipu Mia.

__ADS_1


Mia berdecak,


"Baiklah kalau begitu perjanjian batal. Kita bisa tidur bersama mulai malam ini." Mia sudah menerjang Bian dan menindih pria itu.


Bian yang tidak siap langsung terkejut dengan sikap Mia yang mendadak menjadi liar seperti ini.


Apa nona kaya ini sedang haus belaian pria tampan seperti Bian?


"May apa yang kamu lakukan?" Bian berusaha untuk berontak.


Jika biasanya pria yang akan memperkosa wanita, mungkin untuk sekarang ini Bian yang akan menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan yang dilakukan oleh nona kaya nan galak di atasnya ini.


"Kak May, Abang Bian, ada apa ini?" Suara dari Eve langsung membuat Mia gelagapan dan bangkit dari posisinya.


Wajah Mia sudah semerah tomat sekarang.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Eve, Mia langsung berlalu begitu saja dan masuk ke kamar Eve.


Bian mendengus berulang kali sambil sedikit merapikan penampilannya yang berantakan karena ulah Mia.


Eve melotot tajam ke arah Bian.


"Apa?" Bian pura-pura bodoh.


"Jangan macam-macam, Bang!" Bisik Eve dengan nada geregetan. Gadis itu seperti ingin menggigit Bian saja.


"Bukan aku. Nona kaya itu yang kegatelan." Bian segera membantah. Namun keduanya berdebat dengan berbisik-bisik. Berharap nona Mia tak mendengarkan perdebatan konyol ini.


"Abang yang salah!" Eve menuding ke arah Bian.


"Siapa suruh ngaku-ngaku sebagai suaminya?" Sambung Eve lagi masih geregetan dengan mata yang mendelik.


"Aku juga tidak bernafsu dengan nona kaya itu. Jadi kamu tak perlu khawatir!" Jawab Bian enteng.


Bian menggelar kasur lantai di atas karpet dan bersiap untuk tidur.


"Tidur sana!" Usir Bian sambil mengibaskan tangan pada Eve.


Eve berdecak sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar menyusul nona Mia. Wanita itu sepertinya sudah tidur.


Eve mengambil posisi tidur di samping nona Mia dan tak butuh waktu lama, gadis itu segera ikut terlelap.


*****


Bian masih terlelap dalam tidurnya, saat jari-jari lentik itu membelai wajahnya.


Bian serasa bermimpi sedang bercumbu bersama bidadari cantik, dan berusaha menikmati belaian lembut di wajahnya.


Kini belaian itu sudah berubah menjadi kecupan hangat di wajah Bian.


Apa ini mimpi?


Kenapa Bian merasa kalau ini bukan sekedar mimpi?


Dan saat bibir lembut itu mendarat di atas bibir Bian, pria itu memilih untuk membuka matanya dan memastikan kalau ia memang sedang bermimpi.


Namun, ternyata Bian salah.


Bian membuka mata dan langsung mendapati Mia yang sedang mencium bibirnya dengan sangat lembut.

__ADS_1


Bian yang kaget segera berteriak dan tak sengaja menggigit bibir Mia. Alhasil nona kaya itupun langsung menjerit sembari memegangi bibirnya sendiri yang kini terasa nyeri karena digigit oleh Bian.


"Mas! Kok kamu kasar begitu sih!" protes Mia seraya mencebik.


"Kamu mau ngapain, May?" Sergah Bian sambil beringsut mundur menjauh sejauh-jauhnya dari nona kaya yang ingin memperkosanya tersebut.


"Aku? Aku sedang menggodamu, Mas," Jawab Mia dengan nada santai.


Mia kembali mendekat ke arah Bian dan hendak membelai wajah tampan Bian.


Astaga!


Mia begitu gemas dengan wajah ini sekarang.


Bian terus saja beringsut mundur untuk menghindari Mia hingga akhirnya punggung Bian membentur tembok dan saat itulah Bian sadar tak ada lagi tempat untuk kabur dan menghindar.


Apa nona kaya ini sudah gila?


"May, hentikan!" Bian mengangkat tangannya memberi isyarat agar Mia tak lagi mendekat ke arahnya.


"Mas, pelankan suaramu! Atau Eve akan bangun nanti." Mia berbisik di telinga Bian.


"May, aku bukan suamimu!" Bian akhirnya tak tahan lagi. Bian sungguh tak ingin skandal mengerikan antara dirinya dan nona kaya ini benar-benar terjadi.


Bian masih waras.


Bian tidak ingin menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh nona kaya nan gatal di hadapannya ini sekarang.


Sejenak Mia terdiam.


Namun tak lama kemudian, Mia tertawa aneh.


"Kamu mau menipuku, Mas? Kenapa kamu tidak mau menyentuhku?" Mia mulai emosi sekarang.


Bian bingung harus menjawab bagaimana.


"May, aku..." Bian mulai berpikir keras dan berusaha menyusun kata sebaik mungkin.


"Kenapa? Apa aku ini hanya pembantumu?" Tanya Mia lagi.


"May, bukan begitu. Hanya saja, aku sedang tidak bisa menyentuhmu," tukas Bian pada akhirnya.


Sesaat raut wajah Mia yang emosi berubah menjadi raut keterkejutan.


"Apa maksudmu? Apa kau sedang sakit?" Tanya Mia dengan wajah serius dan khawatir.


"Iya, aku sedang sakit," jawab Bian akhirnya. Otaknya benar-benar buntu sekarang. Belum lagi bagian bawah tubuhnya yang kini sedikit meronta karena tingkah konyol Mia barusan.


"Mana? Aku mau lihat." Mia mendekat ke arah Bian dan hendak membuka celana pria tersebut.


Namun secepat kilat Bian menghindar.


"Jangan May! Ini terlalu mengerikan." Bian bangkit berdiri untuk secepatnya berlari ke sudut ruangan. Kemana saja asal jangan di dekat nona kaya yang mungkin sudah gila ini.


"Aku istrimu, Mas! Biarkan aku melihatnya!" Mia terus saja mengejar Bian dan memaksa untuk membuka celana Bian.


'Eve! Tolong aku!' Jerit Bian dalam hati.


Bian berlari ke arah kamar Eve. Namun saat Bian baru akan membuka pintunya, rupanya pintu itu sudah dibuka dari dalam.

__ADS_1


Terang saja hal itu membuat Bian langsung terjungkal ke depan dan jatuh tersungkur ke dalam kamar Eve.


__ADS_2