Nona Mia

Nona Mia
KEPUTUSAN


__ADS_3

Mia menatap sekali lagi pada benda putih panjang di tangannya yang kini menunjukkan dua garis merah dengan sangat jelas.


Ya,


Mia benar-benar hamil anak dari Bian brengsek sekarang.


Mia memejamkan matanya sejenak dan melempar tespect itu dengan kasar ke arah meja rias yang ada di kamarnya.


Ponsel Mia berbunyi nyaring,


Mia mengangkatnya karena Adel menelpon.


Setelah berbicara sebentar di telepon, Mia segera menyambar tasnya dan pergi ke kantor dengan tergesa.


Mia lupa kalau ada meeting penting hari ini.


Mia akan memikirkan tentang kehamilannya ini nanti saja. Mungkin Mia akan menemui Bian terlebih dulu sebelum mengambil keputusan.


Dasar pria brengsek!


Tidak bisakah dia benar-benar pergi dari kehidupan Mia?


****


Ting


Mia membuka pintu kafe dengan kasar.


Kafe yang sejak dua bulan terakhir selalu Mia hindari karena pemiliknya yang benar-benar Mia benci.


Suasana kafe sedikit sepi.


Tidak banyak yang berubah dari kafe ini.


Mia duduk di salah satu bangku yang ada di dalam kafe.


Sesaat bayang-bayang saat dirinya datang ke kafe ini tengah malam buta dan berdebat dengan Bian kembali berkelebat di benaknya.


Sebuah kejadian yang membuat Mia menyesal seumur hidup.


Andai malam itu Mia tidak datang ke kafe bodoh ini, mungkin sekarang Mia sudah melupakan Bian brengsek itu dan menikmati kebebasannya.


"Mau pesan sesuatu, nona?" Seorang pelayan menghampiri Mia dan menanyakan pesanan.


"Jus jeruk. Dan aku ingin bertemu pemilik kafe ini sekarang!" Jawab Mia ketus.


Pelayan tadi mengangguk dan segera berlalu dari hadapan nona direktur tersebut.


Tak berselang lama, seorang wanita paruh baya menghampiri Mia dan duduk di hadapan Mia.


"Nona ingin bertemu dengan saya? Apa ada yang ingin nona sampaikan?" Tanya wanita paruh baya tersebut.


Mia mengernyit bingung.


"Maaf, tapi saya ingin bertemu dengan pemilik kafe ini. Anda siapa?" Tanya Mia masih bingung.


"Saya pemilik kafe ini, nona" jawab wanita paruh baya tadi.


Ekspresi wajahnya terlihat bersungguh-sungguh.

__ADS_1


"Di mana pemilik yang lama? Maksudku bukankah pemilik kafe ini bernama Bian?" Tanya Mia sekali lagi sedikit tergagap.


"Oh, apa anda mencari pak Bian? Saya dengar pak Bian sudah pindah ke Australia dua bulan yang lalu. Beliau menjual kafe ini kepada saya," jelas wanita paruh baya tersebut.


"Pindah? Ke Australia?" Mia terbelalak tak percaya.


Nona direktur itu terlihat syok dengan kenyataan yang baru saja didengarnya.


"Apa ada yang bisa saya bantu, Nona?" Pertanyaan dari pemilik kafe itu membuyarkan lamunan Mia.


"Ti...tidak, Bu, terima kasih informasinya. Maaf saya sudah mengganggu," jawab Mia masih tergagap.


Pemilik kafe itupun undur diri dan segera meninggalkan meja Mia.


Mia masih tenggelam dalam lamunannya.


Apa Bian pergi ke Australia karena mengikuti kursus chef yang Mia daftarkan saat itu?


Mia membuka ponselnya dan hendak menghubungi nomor Bian.


Namun tiba-tiba,


"Aku mencintaimu, Dea"


"Ah, Dea aku mencintaimu sayang. Terima kasih untuk malam ini"


Kata-kata menyakitkan dari Bian malam itu kembali berkelebat di benak Mia.


Bian saja mengira kalau malam itu dia bercinta dengan Dea, lalu bagaimana Bian akan percaya kalau Mia sedang mengandung anaknya sekarang?


Mungkin Bian juga akan langsung menolak anak ini mentah-mentah sama seperti saat Bian menolak cinta Mia mentah-mentah.


Mia tidak perlu memberi tahu pria brengsek itu tentang kehamilannya.


Mia juga tidak perlu memberi tahu siapapun tentang kehamilannya saat ini.


Mia akan menggugurkan kandungannya.


Mia akan mengakhiri semua hal yang berhubungan dengan Bian.


Mia akan menghapus pria brengsek itu dari hati, pikiran, serta kehidupannya.


Mia hanya perlu menemui seorang dokter kandungan, memberinya uang banyak agar dokter itu mau menggugurkan kandungan Mia, dan setelah itu Mia akan bisa hidup normal seperti sedia kala.


Menikmati hidupnya sebagai nona Mia yang kaya dan kejam.


Mia tidak akan berhubungan dengan pria manapun setelah ini. Mia akan tetap menikmati kesendiriannya, bersenang-senang dengan semua uang dan harta yang sudah ia kumpulkan.


Nona Mia tidak butuh kehadiran seorang pria dalam kehidupannya.


****


Mama Alin masuk ke apartemen Mia dengan langkah santai.


Sudah lama mama Alin tidak mengunjungi apartemen putri sambungnya tersebut.


Biasanya mama Alin akan berkunjung ke apartemen Mia satu sampai dua kali sebulan, sekedar memeriksa kondisi dari apartemen putrinya tersebut.


Hari ini mama Alin sengaja datang agak siang dan membawa banyak bahan makanan. Mama Alin akan memasak makanan favorit Mia di sini. Jadi nanti saat Mia pulang dari kantor, mereka berdua bisa mengobrol banyak hal sambil menikmati makan malam.

__ADS_1


Astaga!


Mama Alin benar-benar harus menghela nafas panjang saat baru masuk ke apartenen Mia.


Apartemen Mia begitu berantakan. Ini sedikit aneh mengingat Mia sangat suka kerapihan dan kebersihan.


Ada apa dengan gadis itu?


Setelah meletakkan barang bawaannya di dapur, mama Alin mulai membereskan apartemen Mia.


Ruang tamu dan ruang tengah sudah rapi sekarang.


Mama Alin ganti masuk ke kamar Mia untuk merapikan kamar anak gadisnya tersebut. Mungkin Mia sedang banyak pekerjaan hingga tak sempat mengurus apartemen mewahnya ini.


Biasanya Mia akan membayar seorang ART paruh waktu sekedar untuk membersihkan apartemen miliknya. Namun sepertinya sudah beberapa minggu ART itu tidak datang.


Mama Alin membereskan beberapa benda yang berserakan di kamar Mia. Namun saat membersihkan meja rias Mia, netra mama Alin tak sengaja tertumbuk pada satu benda putih panjang yang ada di atas meja rias.


Bukankah ini sebuah tecpect?


Dan kenapa tespect ini menunjukkan dua garis merah?


Apa ini milik Mia?


Apa ini artinya Mia sedang hamil sekarang?


Berbagai macam pertanyaan mendadak memenuhi kepala mama Alin.


.


.


.


Oo kamu ketahuan...


Thor, ceritanya kayak novel sebelah 😄😄


Iyess author emang terinspirasi dari novel sebelah.


Tapi author gak plagiat lho ya.. ini author bikin versi author.


Hayo ah ada yang udah nebak-nebak pasti nanti kelanjutannya bagaimana 😂


Ya ya ya kurang lebih seperti yang kalian pikirkan itu..


Tapi tetep ya ini nanti versi author bukan plagiat novel sebelah.


Kerangka untuk novel ini udah aku tulis dua bulan yang lalu. Dan aku tipe yang selalu konsisten sama kerangka awal. Jadi cerita gak bakal mbleber kemana-mana dan tetap akan mengikuti alur yang semestinya sampai tamat.


Karena aku juga gak suka sama novel berjilid-jilid yang nyeritain sampe anak, cucu, cicit, buyut, iyuuh enggak banget pokoknya.


Sekian konpresnya 😷


Besok aku kasih CU lagi kalau yang nge like banyak 🙈


Terima kasih yang sudah mampir hari ini.


Jangan lupa like, komen, dan vote 💕

__ADS_1


__ADS_2