
Bian sedang berkeliling di kedai es krim barunya. Pengunjung hari pertama ternyata cukup membludak.
Saat Bian sedang memberi arahan kepada beberapa karyawannya, tiba-tiba seorang anak laki-laki tak sengaja menabrak Bian dari belakang hingga anak tersebut jatuh tersungkur ke atas lantai.
Bian yang kaget segera membantu anak lelaki itu bangun dan berdiri. Bian memeriksa anak lelaki itu dari ujung kaki hingga ujung kepala untuk memastikan tidak ada bagian tubuhnya yang terluka.
Namun saat melihat wajah anak lelaki itu dengan seksama, Bian langsung terkesiap. Dan mata indah itu?
Seketika Bian langsung ingat dengan mata indah milik Mia yang sering menatapnya dengan tatapan tajam. Dan wajah ini?
Bian seakan kembali melihat dirinya di masa kecil.
'Wajah putra nona Mia mirip dengan wajah abang Bian'
'Putra nona Mia seusia dengan Rachel'
Mendadak kata-kata Eve beberapa hari yang lalu tentang anak laki-laki nona Mia berkelebat di benak Bian.
"Maaf om, Galen tidak sengaja," ucap anak lelaki tadi dengan raut polos.
Bian tersenyum tipis,
"Apa kamu terluka. Siapa nama kamu?" Tanya Bian seraya mengusap kepala anak lelaki itu.
Mungkinkah anak ini memang anak Bian?
Galen menggeleng,
"Aku Galen, om. Aku mau beli es krim," jawab Galen masih dengan raut wajah polos.
Ya, benar.
Namanya Galen seperti yang kemarin di katakan Eve. Ini adalah anak dari nona Mia. Apa itu artinya anak tampan ini adalah juga anak Bian?
"Galen ke sini bersama siapa?" Tanya Bian lagi.
Rasa haru mendadak menyelimuti hati Bian.
Kenapa Mia tidak pernah memberitahu Bian kalau mereka sudah memiliki seorang putra. Kenapa Mia harus menyimpan rahasia sebesar ini sendirian.
Kenapa Mia tega memisahkan Galen dan Bian?
"Galen datang bersama mommy. Itu mommy!" Galen menunjuk ke arah belakang punggung Bian.
Dan disaat bersamaan Bian mendengar suara yang sangat dirindukannya itu sedang mengomel kepada Galen,
"Galen! Berapa kali mommy bilang, jangan kabur dan berkeliaran sendiri,"
Galen langsung tertunduk diam, dan Bian dengan cepat menoleh ke arah suara tadi.
Saat itulah, Bian langsung bisa melihat wajah cantik itu. Wajah yang selama lima tahun terakhir selalu hadir di setiap mimpi Bian.
Wanita itu masih terlihat cantik dan anggun.
"Mia," Bian segera menyapa wanita tersebut.
Namun Mia hanya diam mematung dan tidak membalas sapaan dari Bian. Mia seakan syok dengan pertemuan tak terduga ini.
"Maaf, mommy. Galen tidak akan kabur lagi," Galen sudah memeluk kaki Mia sekarang. Raut bersalah tampak jelas di wajah anak lelaki tersebut.
Mia seakan tersadar. Wanita itu langsung berlutut dan memeluk putra kesayangannya tersebut.
"Lain kali jangan diulangi! Mommy khawatir kalau Galen hilang atau terpisah dari mommy," ucap Mia dengan nada selembut mungkin.
__ADS_1
Dan sekali lagi Bian benar-benar terkesiap dengan sikap lembut Mia.
Terlihat sekali jika wanita ini sangat menyayangi Galen.
Mia segera membawa Galen ke dalam gendongannya dan seolah mengabaikan keberadaan Bian di hadapannya.
"Mommy, Galen mau beli es krim," pinta Galen dengan nada memohon.
Mia menghentikan langkahnya.
"Mia," sapa Bian sekali lagi.
Namun Mia tetap mengabaikan Bian dan sama sekali tidak membalas sapaan dari pria tersebut.
"Galen mau es krim apa? Kita bungkus saja es krim nya, oke! Mommy harus ke kantor sekarang," tanya Mia sesabar mungkin.
"Tidak mau, Galen mau makan di sini. Mommy sudah janji mau mengajak Galen makan es krim di sini," Protes Galen sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mommy sedang buru-buru, sayang. Lain kali saja kita makan es krim di sini," jawab Mia cepat.
"Galen tidak mau! Galen maunya makan es krim di sini!" Anak lelaki itu tetap keras kepala.
Mia sungguh jengkel saat Galen mengeluarkan sifat keras kepalanya ini.
Wanita itu berulang kali harus menarik nafas panjang agar tidak meledak. Belum lagi kehadiran Bian brengsek yang sedari tadi menyaksikan perdebatannya dengan Galen membuat Mia merasa semakin risih saja.
"Mia," Bian mencekal tangan Mia.
Namun nona direktur itu menyentaknya dengan cepat dan langsung menghadiahi Bian sebuah tatapan tajam.
"Mia, biarkan Galen makan es krim di sini. Aku akan menemaninya dan mengantarnya ke kantormu jika kamu sibuk," ujar Bian belum menyerah.
Pria itu berusaha mengabaikan tatapan membunuh dari Mia.
"Aku tidak akan meninggalkan anakku bersama orang asing yang belum dikenalnya," sahut Mia pedas.
"Mommy! Galen mau es krim!" Galen meronta-ronta di gendongan Mia.
"Kita akan beli es krim di tempat lain, oke!" Bentak Mia galak.
Terang saja hal itu langsung membuat tangis Galen meledak. Anak lelaki itu belum pernah melihat sang mommy marah dan membentaknya seperti ini.
Bian langsung merebut Galen dari gendongan Mia dengan cepat. Pria itu berusaha menenangkan Galen dan membawanya ke showcase yang berisi berbagai macam es krim.
Mia mengejar Bian dengan raut marah.
"Galen mau es krim rasa apa?" Tanya Bian dengan sabar.
Galen yang masih sesenggukan langsung menunjuk beberapa rasa es krim favoritnya.
Seorang pelayan kedai membantu Bian mengambilkan es krim untuk Galen.
Mia yang melihat semua pemandangan itu hanya bisa bersedekap dan menatap marah pada Bian.
Kau boleh membenci pria itu, tapi kau tidak akan bisa menyangkal hubungan darah dan ikatan batin di antara mereka suatu hari nanti
Mendadak kata-kata Mike kembali berkelebat di benak Mia.
Seakan kata-kata itu ada benarnya.
Dan sekarang Mia sedang menyaksikan anak dan ayah yang sibuk memilih rasa es krim. Padahal mereka baru berjumpa beberapa menit yang lalu.
Tapi lihatlah! Mereka bisa sangat akrab seakan sudah sering berjumpa dan berinteraksi.
__ADS_1
Bian sudah selesai membantu Galen memilih es krim. Pria itu membawa Galen duduk di salah satu bangku yang ada di dalam kedai.
Dan jangan tanya bagaimana ekspresi Mia sekarang.
Ibu satu anak itu hanya bisa menahan geram di hatinya dan terpaksa mengikuti Galen serta Bian brengsek duduk di bangku kedai es krim tersebut.
Mia memilih membuang pandangannya ke arah lain. Kemana saja asal tidak ke arah Bian yang kini sedang menatapnya dengan tatapan aneh.
"Apa Galen anakku?" Tanya Bian masih menatap ke arah Mia, meskipun wanita itu enggan untuk membalas tatapannya.
Mia berdecak,
"Memangnya apa yang membuatmu berpikir seperti itu? Galen anakku bukan anakmu!" sahut Mia ketus.
"Apa om pemilik toko es krim besar ini?" Galen yang sedang menikmati es krimnya tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan pada Bian.
Bian mengambil tisu untuk menyeka es krim yang belepotan di wajah Galen,
"Iya, sayang. Om pemilik kedai ini. Galen bisa datang kesini kapan saja dan makan es krim sepuasnya," jawab Bian seraya tersenyum pada Galen.
Mia mendengus kesal.
Apa pria brengsek ini sedang pamer?
Apa dia pikir aku sudah jadi wanita miskin yang tidak mampu membelikan es krim untuk putraku.
Kalau mau aku bisa membeli es krim beserta kedai bodoh ini untuk Galen.
Mia hanya bergumam dalam hati.
Mia tidak mau marah atau meledak lagi di depan Galen.
Tapi Mia juga tidak bisa terus-terusan menahan geram di hatinya.
Galen mengambil gelas kedua yang berisi es krim vanilla bertabur choco chip di atasnya.
"Galen, sudah cukup!" Mia dengan cepat merebut es krim itu dari tangan Galen.
"Mommy, Galen mau es krim itu," protes Galen dengan raut wajah mencebik.
"Kamu sudah makan banyak es krim hari ini. Es krim yang ini untuk mommy oke!" Ucap Mia seraya mendelik ke arah Galen.
"Mia, berikan es krim itu pada Galen! Kau bisa minta pada pelayan kalau kau ingin makan es krim juga," perintah Bian yang kini melotot pada Mia.
"Jangan ikut campur! Galen anakku, jadi aku yang lebih tahu tentang Galen," Desis Mia yang sudah sangat geram pada Bian.
Mia menghabiskan dengan cepat es krim Galen yang tadi ia rebut.
"Ayo, Galen kita pulang!" Mia meraih tangan Galen dan sedikit memaksa anak itu untuk keluar dari kedai es krim milik Bian brengsek ini.
"Galen pulang dulu, Om. Terima kasih untuk es krimnya," Galen melambaikan tangan pada Bian seraya tersenyum manis.
Dan Bian balas melambaikan tangan pada Galen.
Bian akan membiarkan Mia pergi kali ini. Tapi Bian berjanji akan kembali menemui Mia dan meminta penjelasan semua hal mengenai Galen.
Meskipun tadi Mia membantah dan tidak mau mengaku, namun Bian yakin kalau Galen adalah anak kandungnya.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.
Jangan lupa like, komen, dan vote 💕