
Mobil yang menjemput Kyara baru saja keluar dari kawasan kampus tempat Kyara kuliah.
Lalu lintas sore ini lumayan padat.
Di perempatan selanjutnya, mobil Kyara tak sengaja menyenggol seorang pengendara motor hingga pengendara tersebut jatuh tersungkur ke atas aspal.
Buru-buru pak supir menginjak rem agar mobilnya tidak melindas pengendara yang terjatuh tadi.
"Pak, ada apa?" Tanya Kyara yang kaget karena pak supirnya yang menginjak rem secara mendadak.
"Maaf, nona. Sepertinya saya menabrak seorang pengendara motor." Jawab sang supir takut-takut.
Kyara mengernyit,
"Yaudah, buruan turun, Pak! Kita tolongin," ujar Kyara cepat.
Gadis itu segera membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil untuk turun dan melihat sang korban.
Supir Kyara juga ikut turun bersama Kyara.
Bian berusaha untuk bangun, setelah motor yang ia kendarai kehilangan keseimbangan dan jatuh membentur aspal.
Sial sekali dirinya hari ini, setelah tadi dapat omelan dari pelanggan, sekarang motornya malah ditabrak oleh mobil.
Apa ini karma karena Bian sudah mengerjai nona kaya itu tempo hari?
Buru-buru pak supir yang tadi menabrak Bian, membantu Bian untuk bangun dan berdiri.
"Hati-hati dong, pak! Kalo bawa mobil," gerutu Bian sambil melepas helm yang ia kenakan.
"Iya saya minta maaf, mas" jawab pak supir itu takut-takut.
"Mas, apa mas terluka? Bagaimana kalau kita ke rumah sakit?" Suara lembut seorang gadis, seketika membuat Bian yang tadinya ingin marah jadi mengurungkan niatnya.
Bian melihat ke arah gadis muda yang sepertinya seusia dengan Eve tersebut.
"Saya baik-baik saja, Nona. Tapi motor saya rusak. Mungkin saya harus membawanya ke bengkel..." Bian belum menyelesaikan kalimatnya, tapi tiba-tiba Kyara sudah menyodorkan setumpuk uang lembaran merah kepada Bian.
Kalau Bian lihat sekilas, ada lebih dari dua juta uang yang di sodorkan oleh Kyara.
"Apa ini cukup?" Tanya Kyara dengan raut wajah khawatir.
Kyara sudah menguras habis uang di dompetnya. Kyara berharap sisa uang ini cukup untuk mengganti kerusakan motor pemuda di hadapannya tersebut.
"Iya ini cukup, nona" Bian segera menyambar tumpukan uang yang di sodorkan oleh Kyara.
__ADS_1
Bian tidak jadi merutuki hari ini, karena ternyata Bian sedang beruntung sore ini.
Mendadak Bian mendapatkan rezeki nomplok.
Mungkin setelah ini Bian akan lebih sering menabrak mobil nona-nona kaya.
Kyara mengambil buku dari dalam tasnya dan menuliskan sesuatu di sana, lalu merobeknya dan memberikannya pada Bian.
"Mas, ini nomer telpon saya. Kalau uang tadi kurang, atau mas butuh biaya berobat langsung hubungi saya saja. Tapi tolong jangan lapor polisi ataupun menyebarkan pada orang-orang tentang kecelakaan ini," pinta Kyara dengan nada memohon.
Mobil ini adalah milik kak Mia. Kalau sampai mobil ini viral atau berurusan dengan kantor polisi, bisa tamat riwayat Kyara.
Bisa-bisa tunjangan uang jajan dan kartu kredit unlimited yang di berikan oleh kak Mia akan langsung distop total.
Hohoho, Kyara sungguh tidak siap menjadi gadis kere yang tidak bisa shopping saat ada diskon.
Bian tersenyum simpul dan melihat sekilas ke dalam kertas yang tadi di sodorkan Kyara.
Ada nama Kyara dan deretan nomer telpon di sana.
'Oh, gadis ini bernama Kyara' gumam Bian dalam hati.
"Baiklah, nona Kyara. Saya tidak akan melaporkan anda ataupun supir anda ke kantor polisi," tukas Bian yang langsung membuat Kyara bernafas lega.
"Apa mas bisa pulang sendiri? Apa perlu saya antar?" Supir Kyara yang sedari tadi hanya berdiri mematung menawarkan bantuan pada Bian.
"Tidak perlu, Pak. Saya bisa pulang sendiri. Lain kali hati-hati menyetir!" ujar Bian sambil berlalu dan naik kembali ke atas motornya yang sudah sedikit ringsek.
Tapi motor itu masih bisa berjalan dengan baik, jadi Bian memutuskan untuk menaikinya ke bengkel terdekat.
Bian akan memperbaiki motor ini sebelum kembali ke kedai pizza. Bian sungguh tidak ingin mendapat omelan lagi dari pemilik kedai karena Bian yang kembali membuat motor khusus kurir itu rusak lagi.
Toh uang yang di berikan nona kaya tadi lebih dari cukup jika hanya untuk memperbaiki motor.
****
Kyara sudah masuk kembali ke dalam mobil.
Pak supir juga sudah bersiap di kursi kemudi, dan siap melajukan mobil tersebut ke rumah majiaknnya.
"Pak, tolong jangan beritahu siapapun tentang kecelakaan ini. Dan secepatnya perbaiki lecet yang ada di mobil ini! Jangan sampai kak Mia tahu!," ujar Kyara panjang lebar.
"Baik, Nona," jawab pak supir mengangguk patuh.
Pak supir juga tidak mau berurusan dengan nona Mia yang galak dan ketus itu.
__ADS_1
Jadi tanpa diminta sekalipun, pak supir juga akan diam saja dan tidak akan memberitahu siapapun.
Pak supir segera melajukan mobil tersebut menem us jalanan kota yang sudah mulai padat. Tujuannya hanya satu sekarang, rumah sang majikan.
****
Matahari sudah terbenam, saat Bian sampai di kedai pizza tempatnya bekerja. Senyuman sumringah belum juga hilang dari bibir pemuda berusia dua puluh tujuh tahun tersebut.
Bian bener-benar merasa seperti orang kaya sekarang.
"Bi, loe di tungguin bos di atas," seorang rekan kerja Bian yang juga seorang kurir di kedai pizza ini, memberikan informasi kepada Bian.
Di lantai dua ruko ini memang ada ruangan dari bos pemilik kedai pizza.
Ada apa ini? Kenapa mendadak bos memanggil Bian?
Apa bosnya tahu perihal kecelakaan yang dialami Bian sore tadi?
Namun Bian memutuskan untuk segera menemui sang bos. Bian tetap berpikir positif. Mungkin saja Bian akan mendapat bonus karena dirinya lumayan rajin beberapa bulan terakhir.
Bian sudah sampai di depan sebuah ruangan dengan pintu kayu berwarna coklat tersebut, Bian segera mengetuknya dengan sopan.
Tak butuh waktu lama, pintu di buka dari dalam. Sang bos segera mempersilahkan Bian untuk masuk ke dalam ruang kantornya.
"Silahkan duduk, Bian!" Ujar sang bos yang langsung di turuti oleh Bian.
Bian menghenyakkan dirinya ke kursi yang ada di hadapannya tersebut.
Dan sang boss ikut duduk di kursi hitam yang ada di seberang meja.
Sang bos menyodorkan amplop putih panjang pada Bian.
"Ini gaji kamu bulan ini, " sang bos sedikit menghela nafas sebelum melanjutkan kata-katanya.
"Dan mulai besok, kamu tidak perlu datang lagi ke kedai ini. Kamu saya pecat!" Ucap sang boss singkat dan padat.
Bian ternganga tak percaya.
Apa yang barusan di katakan bosnya tersebut?
Bian dipecat?
*****
Terima kasih yang sudah like,vote, dan komen.
__ADS_1
Hari ini aku kasih double up