
"Aku ingin kamu menjadi pacarku, " ucap Mia singkat dan jelas, namun sukses membuat seorang Bian terkejut bukan kepalang.
Bahkan pria itu nyaris terjungkal dari tempat duduknya.
Bian berulang kali menepuk-nepuk telinganya, untuk memastikan kalau dirinya tidak salah dengar dan yang di katakan oleh nona Mia barusan adalah sebuah kebenaran.
Apa nona kaya ini sedang mabuk?
"Apa aku salah dengar?" Sedikit ragu, Bian bertanya dan memastikan sekali lagi.
"Tidak, Bian. Kamu tidak salah dengar. Aku ingin kamu menjadi pacar pura-pura untukku." Jelas Mia dengan nada tegas dan serius.
Sekarang Bian yakin kalau nona direktur di hadapannya ini memang serius dan tidak sedang main-main.
"Apa tidak ada pria lain yang bisa kamu jadikan pacar, hingga kamu meminta pria kere dan gembel sepertiku untuk menjadi pacar halumu?" Tukas Bian sedikit terkekeh.
"Tidak ada!" Sahut Mia cepat.
"Lagipula aku yakin kalau kamu tidak akan bisa menolaknya. Kamu butuh uang untuk menyelamatkan kafemu ini, dan aku butuh dirimu untuk menjadi pacar pura-puraku agar aku tidak dijodohkan dengan seorang pria brengsek," lanjut Mia menjelaskan pada Bian.
"Aku tidak mau," jawab Bian cepat. Pria itu bersedekap dan membuang wajahnya.
Sontak Mia langsung menatap tak percaya pada Bian.
"Cari saja pria lain di luar sana. Aku tidak mau menjadi pacar pura-pura untuk gadis sombong dan galak sepertimu," imbuh Bian dengan nada pongah.
Mia mendengus tak percaya pada pria bodoh di hadapannya tersebut.
"Apa itu artinya aku juga tak perlu membantumu menyelamatkan kafe bodohmu ini?" Ujar Mia dengan nada mengancam.
__ADS_1
Bian masih bergeming.
"Aku bisa menyelamatkan kafeku sendiri. Aku tidak butuh bantuanmu, nona Mia," jawab Bian masih membuang mukanya. Pria itu seakan enggan menatap wajah Mia.
Mungkin Bian gengsi.
Atau Bian merasa malu?
Mia beranjak dari tempat duduknya.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan meninggalkan alamat kantorku di sini. Mungkin saja kau akan berubah pikiran satu atau dua jam mendatang," tukas Mia dengan nada mengejek.
Gadis itu meletakkan kartu namanya di atas meja tepat di hadapan Bian.
"Aku tidak akan merubah pendirianku, nona kaya. Bawa saja kartu nama mahalmu itu!" Sergah Bian dengan nada yang meninggi.
"Kafemu sudah bangkrut, hutangmu menumpuk, dan kau masih saja bersikap sombong. Memangnya kau mau minta bantuan kepada siapa lagi?" Mia menepuk bahu Bian seraya berbisik di telinga pria tersebut.
Pria itu seakan tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Selamat siang, Bian. Selamat menikmati kebangkrutan kafemu," pamit Mia seraya tertawa mengejek.
Mia segera keluar dari kafe kecil tersebut dan kembali ke kantornya.
Mia yakin, sebentar lagi pria bodoh itu akan menemuinya dan setuju untuk menjadi pacar pura-pura Mia.
*****
"Bukannya aku tidak mau membantu, Bang. Tapi aku benar-benar tidak punya uang sebanyak itu." Ucap Steve dengan nada menyesal.
__ADS_1
Bian sedang berkunjung ke rumah Steve dan Eve untuk meminjam uang demi menyelamatkan kafe Bian yang kini nasibnya sudah di ujung tanduk.
"Steve masih harus membayar cicilan rumah ini dan membiayai kuliah Eve, Bang. Jadi tolong jangan memaksanya!" Eve ikut-ikutan memberi alasan. Nada bicara adik perempuan Bian itu terdengar memelas.
Bian jadi tak enak hati karena sudah memaksa pasangan muda ini untuk meminjaminya uang.
Mungkin Bian memang harus merelakan kafe kesayangannya itu di sita oleh pihak bank.
"Abang bisa tinggal sementara di sini, kalau kafe itu benar-benar disita oleh pihak bank, " Eve sudah mendekat ke arah Bian dan merangkul abangnya tersebut.
Tentu saja Eve merasa prihatin atas apa yang menimpa Bian.
Eve tahu betul bagaimana usaha Bian dalam mengembangkan kafe kecil miliknya itu. Bian sudah bekerja keras selama ini.
Bian hanya menghela nafas,
"Terima kasih atas tawaranmu, Eve. Tapi abang akan berusaha mencari jalan keluar lain. Abang sungguh tidak ingin kehilangan kafe itu," lirih Bian seraya mengusap kepala Eve.
"Abang akan pulang sekarang, maaf mengganggu kalian malam-malam begini," Bian sudah beranjak berdiri dan segera berpamitan pada adik dan adik iparnya tersebut.
Steve dan Eve mengantar Bian hingga ke teras depan.
.
.
.
Horee... tiga episode 😍
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote ya.
Terima kasih yang sudah mampir hari ini.