Nona Mia

Nona Mia
BODOH?


__ADS_3

Kyara masih bergeming di tempatnya.


Gadis itu mendengar dengan jelas semua pembicaraan antara Bian dan kak Mia. Dari cara mereka berbicara, bisa di tebak kalau Bian dan kak Mia memang sudah saling mengenal sejak lama.


Lalu kenapa Bian kemarin bilang kalau dia tidak kenal dengan kak Mia?


Apa pria itu berbohong?


Sesaat, Kyara mulai ragu dengan Bian.


Mungkin kak Mia benar, Bian hanya memanfaatkan kepolosan Kyara selama ini.


Baiklah, Kyara akan mencari tahu semuanya.


Kyara beranjak dari duduknya, dan segera menyusul kak Mia yang sudah sedari tadi keluar dari kafe Bian.


Kyara masuk ke dalam mobil Mia. Kakaknya itu hanya diam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah orang tua dari dua gadis yang kini saling diam tersebut. Baik Kyara maupun Mia sepertinya enggan untuk memulai sebuah obrolan.


Mobil kini sudah masuk ke halaman rumah serba putih milik orang tua Mia dan Kyara.


Saat mobil berhenti, Kyara bergegas melepaskan sabuk pengaman dan hendak membuka pintu mobil.


Namun suara Mia menghentikan gadis tersebut,


"Bian itu bukan pria baik, Kya. Dia sudah menipuku saat aku hilang ingatan. Terserah kamu mau percaya atau tidak. Yang jelas, aku hanya ingin melindungimu dari pria brengsek itu." Mia berkata-kata tanpa melihat ke arah Kyara.


Nona direktur itu memilih untuk membuang pandangannya keluar jendela mobilnya.


Kyara tidak menjawab sepatah katapun.


Gadis itu segera turun dari mobil Mia dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Ke apartemen, Pak!" Ujar Mia ketus pada sang supir yang masih setia duduk di belakang kemudi.


"Baik, nona," jawab sang supir tanpa membantah lagi.


Mia memijat pelipisnya yang mendadak terasa pening. Jika Kyara tetap mempertahankan hubungannya dengan Bian, berarti gadis itu memang benar-benar bodoh.


Mungkin Mia akan berhenti memberikan uang jajan dan memblokir kartu kredit Kyara agar Bian berhenti moroti adik sambungnya tersebut.


*****


"Kau berbohong kepadaku, Bi!" ucap Kyara dengan raut wajah kecewa.


Terang saja, kata-kata Kyara barusan langsung membuat Bian mengernyitkan kedua alisnya.

__ADS_1


Apa maksud Kyara?


Bian baru saja menjemput Kyara pulang dari kampusnya. Sepasang kekasih itu kini sedang duduk di salah satu bangku yang ada di taman kota.


"Apa maksud kamu, Kya?" Tanya Bian tak mengerti.


"Tidak perlu berpura-pura, Bi. Kamu memacariku hanya untyk balas dendam pada kak Mia, kan?" Kyara mulai emosi.


Bian langsung terdiam.


Apa nona kaya itu sudah mengatakan semuanya pada Kyara?


"Tatap mataku dan katakan secara jujur, apa kamu mencintaiku?" Tantang Kyara seraya menatap tajam pada Bian.


"Aku menyukaimu, Kya." Jawab Bian dengan nada datar. Pria itu menjawab sambil menunduk seakan tidak berani menatap Kyara.


"Tatap mataku, Bi!" Bentak Kyara mulai emosi.


"Baiklah, aku tidak mencintaimu. Aku tidak pernah mencintaimu, Kyara." Jawab Bian pada akhirnya.


Saatnya mengakhiri drama bodoh ini.


Plak!


Sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Bian. Pria itu hanya meringis menahan nyeri dan panas di pipinya.


"Kamu hanya memanfaatkanku selama ini?" Tanya Kyara masih tak percaya. Butir bening sudah jatuh di pipi gadis itu.


"Aku hanya menganggapmu adikku. Tidak ada perasaan apapun." Jawab Bian jujur.


Kyara tak menjawab, hanya terdengar isak tangis dari gadis itu.


Bian menyodorkan kunci motor di tangannya,


"Akan kukembalikan semua yang pernah kamu berikan kepadaku, Kya. Aku benar-benar minta maaf," ujar Bian sekali lagi.


"Itu semua bukan uangku. Kamu bisa mengembalikannya pada kakakku yang kaya itu," pungkas Kyara dengan nada ketus.


Gadis itu segera beranjak dan meninggalkan Bian.


Bian sendiri hanya bergeming dan tak berusaha mencegah Kyara pergi. Semakin memperjelas bahwa pria itu memang hanya menjadikan Kyara sebagai kuda troya untuk balas dendam dan menguras uang dari kak Mia.


Dasar pria brengsek mata duitan!


Kak Mia benar, Kyara memang gadis bodoh yang mudah sekali dimanfaatkan oleh pria brengsek seperti Bian.


Kyara menghapus dengan kasar airmata yang jatuh di kedua pipinya.

__ADS_1


Saatnya melupakan Bian.


*****


Bian kembali ke kafenya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Bahkan Bian masih membawa pulang motor pemberian Kyara dan tidak mengembalikannya seperti omongannya pada Kyara saat di taman tadi.


Mungkin pria itu memang tidak punya hati dan perasaan.


Tapi bukankah Kyara menolaknya? Jadi jangan salahkan Bian yang membawa kembali motor sport mahal itu pulang ke kafenya.


Lagipula, Bian yakin kalau Kyara juga tidak bisa naik motor sport itu. Jadi biar Bian saja yang membawanya.


Jam makan siang sudah lewat sekitar satu jam yang lalu. Kafe sudah sedikit sepi.


Setelah memeriksa bagian kasir dan sedikit menengok ke dapur, Bian memutuskan untuk merebahkan dirinya sejenak di lantai dua kafe ini.


Bian butuh menyegarkan otaknya yang sedikit suntuk.


Namun baru saja Bia akan naik tangga, Eve datang masuk ke kafe dengan wajah sembab dan bersimbah air mata.


Apa gadis itu menangis?


Eve melewati Bian tanpa menyapa dan sedikit berlari menaiki tangga menuju ke lantai dua ruko tersebut.


Tentu saja hal ini menimbulkan berbagai pertanyaan di kepala Bian.


Apa yang sudah terjadi?


"Eve!" Bian menyusul adiknya tersebut.


Eve menangis tersedu-sedu sekarang di sofa yang ada di lantai atas.


"Eve, ada apa?" Tanya Bian seraya meraup adiknya tersebut ke dalam pelukannya.


"Steve... Steve jahat..." Eve menjelaskan dengan terbata-bata.


Namun gadis itu belum selesai menjelaskan pada Bian, saat tiba-tiba terdengar suara Steve di ruangan tersebut.


"Eve, aku bisa menjelaskan semuanya..."


*****


Gantung...


Terima kasih yang sudah mampir baca, ngasih like, komen dan vote.


Sampai jumpa besok

__ADS_1


__ADS_2