Nona Mia

Nona Mia
MEREBUT STEVE


__ADS_3

Mia melihat sekali lagi kartu nama Steve yang ada di tangannya.


Ini memang klinik sekaligus rumah milik Steve. Bergegas Mia turun dari mobilnya dan mengetuk pintu putih di hadapannya.


Sepertinya klinik ini belum buka.


Tak butuh waktu lama, dan pintu segera dibuka dari dalam.


Steve yang mengenakan kaus warna putih dan celana pendek selutut terlihat santai dan semakin tampan tentu saja.


Steve memang selalu tampan, itulah mengapa Mia tergila-gila dengan pria ini.


"Hai, Steve," sapa Mia seraya mengulurkan tangannya untuk membelai wajah tampan itu. Namun dengan cepat Steve menampiknya.


Mia hanya bisa mendengus kesal.


"Ada apa datang ke sini? Klinik belum buka," tanya Steve dengan nada ketus. Sepertinya Steve masih kesal dengan sikap Mia tempo hari yang menghina Eve habis-habisan.


"Steve aku ingin bicara dan...minta maaf," jawab Mia dengan nada merayu.


"Aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, Mia." Steve memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan menatap ke arah Mia.


"Setidaknya biarkan aku masuk ke dalam. Aku tamumu, Steve!" Mia sedikit memaksa.


Steve hanya berdecak.


Masih Mia yang keras kepala dan suka memaksa. Tapi gadis ini juga sombong dan semena-mena sekarang. Berbeda dengan Mia yang dulu Steve kenal.


"Baiklah, silahkan masuk, Nona Mia!" Ujar Steve berlebihan.


Bibir Mia langsung menyunggingkan sebuah senyuman. Mia mengikuti Steve masuk ke dalam rumah sekaligus klinik tersebut. Dua mantan kekasih itu kini duduk di kursi panjang yang ada di ruang tunggu pasien.


"Steve, aku mencintaimu. Apa tidak ada kesempatan untukku?" Mia sudah merapatkan duduknya ke arah Steve dan menggamit lengan pria berkacamata tersebut.


"Mia jaga sikapmu! Aku sudah memiliki tunangan" ucap Steve tegas.


Steve berusaha melepaskan gamitan Mia di lengannya.


Kenapa gadis ini jadi menggila seperti ini?


"Baru bertunangan. Kamu bisa memutuskan Eve kapan saja dan kembali kepadaku. Aku mencintaimu Steve," sergah Mia dengan enteng.


"Mia kamu sudah gila! Aku tidak akan meninggalkan Eve," jawab Steve cepat dengan nada yang mulai meninggi.

__ADS_1


Mia terus saja bergelayut di lengan Steve. Gadis itu seperti menempel di lengan Steve saja.


"Steve, aku mencintaimu! Bukankah dulu kamu juga mencintaiku dan berjanji akan kembali ke kota ini untuk melamar dan menikahiku?" Teriak Mia emosi.


"Itu hanya masalalu, Mia. Aku sudah tidak ada perasaan apapun kepadamu!" Sanggah Steve cepat.


"Bagaimana dengan ini?" Mia menerjang Steve dan memaksa untuk mencium bibir pria itu. Sekuat tenaga Steve mencoba mengelak dan menjauh. Namun posisi Steve saat ini benar-benar tidak menguntungkan. Steve berada dibawah dan di tindih oleh Mia yang seperti orang kerasukan.


"Mia hentikan!" Pekik Steve saat Mia masih berusaha untuk mencium bibirnya.


"Kenapa? Bukankah dulu kita sering melakukan ini, dan kamu juga menikmatinya?" Sindir Mia dengan nada enteng.


"Mia..."Steve belum menyelesaikan kalimatnya karena bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Mia dengan kasar.


Gadis itu mencium Steve secara bertubi-tubi.


Jika Mia tidak bisa mendapatkan Steve dengan cara baik-baik, maka jangan salahkan Mia jika dia nekat melakukan ini semua.


Steve harus menjadi milik Mia.


*****


Eve baru sampai di klinik milik Steve.


Tunangan Eve tersebut, sedang libur dinas hari ini. Eve sengaja datang lebih cepat ke klinik karena ingin membawakan makan siang untuk Steve.


Eve memutuskan untuk langsung masuk dan menuju ke dapur saja, biasanya Steve menemui tamunya di ruang tunggu pasien.


Namun saat langkah Eve mendekat ke ruang tunggu pasien, Eve mendengar ada keributan dari ruangan tersebut.


Buru-buru Eve memeriksa apa yang sebenarnya tengah terjadi di ruangan tersebut.


Dan pemandangan yang kini Eve saksikan, benar-benar membuat kedua mata gadis itu terbelalak tak percaya.


Mendadak dada Eve terasa sakit, hati Eve juga hancur berkeping-keping.


Butir airmata sudah jatuh tanpa permisi di kedua pipi Eve.


Kotak makanan yang ada di tangan Eve seketika jatuh ke lantai dan isinya berhamburan.


Mia dan Steve menoleh bersamaan karena mendengar suara benda jatuh dari pintu masuk.


Eve sudah berdiri di sana dan bersimbah airmata.

__ADS_1


Buru-buru Steve mendorong Mia yang lengah dan segera bangkit berdiri. Steve ingin segera menghampiri Eve dan memeluk tunangannya tersebut. Menjelaskan apa yang sebenarnya tengah terjadi antara dirinya dan Mia.


Tapi terlambat


Eve sudah berlari meninggalkan ruangan itu dan juga meninggalkan klinik Steve.


"Eve!" Panggil Steve seraya mengejar gadis tersebut.


Eve menyetop taksi yang lewat dan segera naik ke dalamnya. Gadis itu mengacuhkan Steve yang terus mengejar seraya memanggil-manggil namanya.


Hati Eve terasa sakit sekarang. Ketakutannya selama ini seakan terbukti. Steve pasti lebih memilih nona Mia yang cantik dan kaya itu ketimbang Eve yang miskin.


*****


Steve masuk kembali ke dalam kliniknya untuk mengambil kunci mobil. Mia masih berdiri dengan pongah di dalam klinik Steve, seakan tidak merasa bersalah.


"Steve, kamu mau kemana?" Tanya Mia seraya memegang tangan Steve dan mencegah pria itu pergi.


Steve menyentak tangannya dengan kasar agar Mia melepaskannya.


"Sebaiknya kamu pulang, Mia! Sudah cukup kamu membuat masalah hari ini." Hardik Steve cepat.


"Steve aku mencintaimu. Tinggalkan saja Eve dan menikahlah denganku!" Teriak Mia dengan nada memaksa.


Steve menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Mia.


"Aku tidak mencintaimu, Mia. Aku hanya mencintai Eve. Aku akan segera menikah dengan Eve, jadi lebih baik kamu berhenti mengganggu hubunganku dan Eve!" Steve menuding ke arah Mia.


"Steve! Kau tidak bisa menolakku seperti ini! Aku mencintaimu Steve!" Mia berteriak kesetanan.


"Simpan saja rasa cintamu itu dan pergi jauh dari hidupku!" Pungkas Steve seraya berlalu dari hadapan Mia.


Pria itu segera pergi meninggalkan rumahnya untuk menyusul Eve.


Apa Mia sudah kalah sekarang?


Mia menghentak-hentakkan kakinya untuk meluapkan kemarahannya. Gadis itu ikut pergi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Brengsek kamu Steve!" Umpat Mia sekali lagi.


*****


Thor, kok Mia agresif sekali?

__ADS_1


😩😩


Terima kasih yang sudah mampir baca, ngasih like, vote, dan komen.


__ADS_2