PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 100. AKHIR YANG PENUH CINTA


__ADS_3

***


"Bangunlah, Annastasia! Jangan tinggalkan aku sendirian ...."


Annabella masih meratap di samping tubuh saudarinya yang sudah tak bergerak. Penyesalan di dalam hatinya semakin besar. Saudari kembarnya akan mati di tangannya sendiri.


Tak berapa lama, Wijaya yang berwujud harimau tiba. Andrian sangat terkejut karena yang menjadi korban adalah Annastasia.


"A-apa yang terjadi? Nona ... Nona Annastasia. Ini aku Andrian!" ucap Andrian seraya menggoyangkan tubuh Annastasia.


"Aku yang salah! Aku akan menyerang Amira tapi tiba-tiba Annastasia muncul. Aku tidak sempat menghentikan seranganku sehingga membuatnya tak berdaya. Tolonglah, Andrian. Jangan biarkan saudariku mati!" pinta Annabela dengan berderai air mata.


Andrian menarik napas panjang, tak menyangka Annastasia harus menderita karena saudarinya sendiri. Tanpa diminta pun, Andrian akan berusaha menyembuhkan Annastasia. Dia pun mengeluarkan segenap kemampuan penyembuh untuk menyadarkan Annastasia.


Wijaya kembali berubah wujud menjadi manusia. Dia pun mendekati Amira.


"Bagaimana keadaanmu, Amira? Apa Annabella sudah menyakitimu?" tanyanya penuh kecemasan.


"Aku gak kenapa-napa, Bang. Annastasia sudah menolongku. Casandra juga tak berdaya!"


"Aku gak baik-baik saja! Aku bisa menyembuhkan lukaku sendiri, kok!"


Casandra sudah bisa berdiri tegak. Sebagian lukanya sudah sembuh.


Tiba-tiba, sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka. Leon muncul dan langsung berlari menuju Amira.


"Kau baik-baik saja, Sayang? Apa kamu terluka?" tanya Leon penuh kecemasan dan langsung memeluk Amira. Membuat gadis itu sedikit risih karena banyak orang yang melihatnya.


"Leon? Kenapa ke sini? Di mana Ayah?" tanya Casandra.


"Ayah ada di dalam mobil. Aku tergesa-gesa ke sini karena melihat Amira di serang Annabella. Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Aku mendengarmu memanggil namaku, Sayang!" jawab Leon seraya melepaskan pelukannya.


"Iya, Leon. Annabella hampir membunuhku. Tiba-tiba, Annastasia muncul dan dialah yang menjadi sasaran Annabella. Sekarang Andrian berusaha menyembuhkannya!"


Leon sangat senang keadaan Amira baik-baik saja. Namun, Annabella malah menyakiti saudarinya sendiri.


"Bagaimana keadaan Nona Annastasia, Andrian?" tanya Leon yang ikut cemas.


"Keadaannya akan membaik tapi tidak dalam waktu cepat. Luka-lukanya terlalu parah. Jika Nona Anna mau minum darah binatang keadaannya akan cepat membaik!"


"Aku membawa banyak darah sapi dari peternakan. Nona Annastasia bisa meminumnya!" ungkap Leon.


"Ti-tidak ..., sampai kapanpun aku tidak ada minum darah makhluk hidup!" ucap Annastasia yang mulai sadar.


"Annastasia ..., maafkan aku. Aku janji akan menuruti perkataanmu asal jangan tinggalkan aku," ucap Annabella yang sangat senang saudarinya itu sudah sadar.


"Iya, Saudariku. Kita akan selalu bersama mulai saat ini!"


Semua merasa sangat lega begitu melihat dua saudari kembar itu saling berpelukan.

__ADS_1


***


Seminggu kemudian


Acara lamaran Amira dan Leon sebentar lagi akan berlangsung. Tuan Alex menuruti keinginan Leon untuk mendampinginya di acara itu.


Tuan Alex hanya tertegun melihat dirinya yang berpakaian jas rapi di depan cermin. Sudah sangat lama dia tidak berbaur dengan banyak orang. Berharap semuanya akan berlangsung dengan lancar.


"Setelah pernikahan Leon, sepertinya Ayah harus menikahkan aku juga!"


Tiba-tiba, Andrian muncul dan membawa sebuah kabar.


"Pernikahanmu? Dengan siapa?" tanya Tuan Alex pura-pura tidak tahu.


"Tentu saja dengan Annastasia, Ayah. Tapi, setelah menikah nanti, kami akan kembali ke negeri vampir putih?"


Kali ini, ucapan Andrian benar-benar membuat Tuan Alex terkejut.


"Pergi ke negeri vampir putih? Apa harus ke sana?"


"Ayah kan tahu kalau Annastasia seorang ketua vampir putih. Dia harus kembali bertugas dan aku harus mendampinginya. Bagaimana kalau ayah ikut dengan kami?"


Tuan Alex terdiam. Sudah sangat lama tidak pernah meninggalkan negeri yang teramat nyaman.


"Aku sudah tua, Andrian. Aku ingin dikuburkan di dekat makam ibumu!"


"Baiklah, Ayah. Aku tidak akan memaksa Ayah!" ucap Andrian sedikit mengalah.


"Hadeh! Maaf, aku hampir kelupaan! Ayo, Yah," ungkap Andrian seraya menggandeng ayahnya.


Leon masih saja gelisah padahal hari itu baru lamaran saja. Bagaimana nanti kalau pas acara pernikahan. Entah kenapa, dadanya selalu berdebar. Tapi kalau dipikir-pikir, mana ada vampir yang mempunyai jantung bisa berdebar. Sebentar lagi, Leon akan menjadi manusia seutuhnya.


"Tenanglah, Leon. Acara nanti akan berlangsung lancar, kok!" ucap Annastasia yang tidak tega melihat Leon dilanda kegelisahan.


Leon sedikit salah tingkah. Ternyata sikapnya ketahuan.


"Ya, Annastasia. Aku benar-benar gugup!" jawab Leon seraya mengusap kedua telapak tangannya.


"Kemarilah! Peganglah tanganku."


Annastasia mengulurkan tangannya. Sedikit ragu, Leon menyambutnya. Mereka pun saling berhadapan dan bertatapan.


Pandangan Annastasia kembali dipenuhi kabut. Kali ini, Leon juga melihatnya. Sedetik kemudian, Kabut itu menghilang. Berganti sebuah pemandangan seperti taman berhiaskan aneka bunga-bunga yang indah. Ada pelaminan di ujungnya juga berhiaskan aneka bunga.


Kemudian muncul seorang wanita berpakaian pengantin. Wanita itu sangat cantik dan berseri-seri. Tatapannya penuh dengan cinta. Pengantin itu adalah Amira.


"Kamu akan menikah dengan Amira, Leon. Meskipun jalan itu masih panjang, pada akhirnya kalian akan hidup bahagia!"


Leon tertegun. Berharap yang dikatakan Annastasia benar. Perlahan hatinya menjadi tenang.

__ADS_1


"Terima kasih, Nona Annastasia!"


Annastasia hanya tersenyum dan melepaskan tangan Leon.


"Apa yang kalian bicarakan? Kenapa pakai pegangan tangan segala?"


Andrian muncul sambil membawa rasa cemburu.


"Kepo aja, deh!" jawab annastasia yang sudah bisa bicara gaya anak muda.


Andrian tidak bisa mencari tahu lebih banyak lagi. Hati Annastasia bukan hanya untuknya. Dia adalah sosok yang penuh kasih kepada siapapun.


***


Acara lamaran itu akhirnya berjalan dengan lancar. Amira sangat senang, keluarganya mau menerima keluarga Leon yang sangat berbeda.


Hari mulai senja, langit dipenuhi warna oranye yang sangat indah. Amira berdiri di balkon sementara yang lain masih di dalam ruangan. Wajahnya bersinar penuh kebahagiaan. Kebaya cantik berwarna merah jambu dan kain tradisional menambah kecantikannya.


Gadis itu menarik napas panjang. Perjalanan sampai di tempat itu sangat sulit dan dipenuhi rintangan. Banyak peristiwa yang sudah terjadi. Namun, semakin mempererat hubungannya dengan Leon.


"Apa yang dilakukan pengantinku sendirian?"


Leon muncul, membuat Amira sedikit terkejut.


"Kamu mengagetkan aku saja, Leon!" sungut Amira yang benar-benar terkejut.


"Kenapa sampai kaget? Apa kamu sedang memikirkan laki-laki lain?" goda Leon.


"Bagaimana kamu tahu? Aku sedang memikirkan seorang laki-laki yang menolongku di pesta dulu. Dia sangat tampan seperti pangeran dari kahyangan. Aku gak menyangka, sebentar lagi laki-laki itu akan menjadi suamiku," ungkap Amira tentang perasaannya.


"Hhmmm, siapa laki-laki tampan itu? Aku jadi ingin bertemu dengannya! Apa dia lebih tampan dari pada aku?!" ujar Leon dengan nada suara sedikit tinggi. Padahal dia tahu siapa yang dimaksud Amira.


"Eemm, kamu lebih tampan, sih. Soalnya dulu, laki-laki itu belum jadi pacarku dan kamu adalah calon suamiku!" jawab Amira yang mengikuti permainan Leon.


"Beneran aku lebih tampan?"


"Iya!"


"Seberapa tampannya aku sekarang? Apa kamu bisa melukiskannya?"


Amira tersenyum dan mengangguk pelan. Leon masih saja seperti anak kecil.


"Ketampanan kamu sampai membuatku tergila-gila, Leon," bisik Amira malu-malu.


Leon menatap Amira lekat. Pembicaraan itu tidak akan ada habisnya. Dia ingin sekali memeluk Amira dan tidak akan melepaskannya sampai kapanpun. Namun, beberapa pasang mata memerhatikan meteka dari dalam ruangan.


Akhirnya, mereka hanya saling berpegangan tangan sambil menatap matahari yang hampir tenggelam. Kegelapan akan memenuhi penjuru bumi. Di depan mereka masih ada jalan yang dipenuhi halangan dan rintangan. Mereka akan selalu yakin akan bisa melaluinya selama masih saling mencintai.


SELESAI

__ADS_1


***


Hai gengs makasih ya sudah mengikuti jalan cerita Amira dan Leon sampai selesai. Tunggu kelanjutan kisahnya di novel selanjutnya dengan judul "VAMPIR GANTENG ITU ADALAH SUAMIKU" yang tidak kalah menegangkan ❤❤❤❤❤ lov youuu muuaaach


__ADS_2