PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 85. HARUSKAH BERPISAH KARENA SEDIKIT PERBEDAAN?


__ADS_3

***


"Apa benar kamu Leon, pacarku?" tanya Amira yang keheranan melihat penampilan Leon terkini. Dia sangat menyesal tidak menemukan pacarnya yang ganteng.


"Tentu saja aku ini Leon, Sayang. Pacar vampirmu yang terganteng!" jawab Leon dengan penuh kebanggaan. Dia hanya lupa penampilannya sekarang sudah berubah 180 derajat.


"Kamu ..., kenapa jadi begini? Apa kamu sakit, Leon?"


"Aku sehat sekali, Sayang! Memangnya kenapa denganku? Aku tetap tampan, kan?"


Amira menatap lekat pacarnya itu dari atas rambut sampai ke ujung kaki.


"Kau bukan pacarku! Mana Leon yang kukenal!" ujar Amira sambil bertolak pinggang.


"Aah! Jangan begitu dong, Sayang. Udara sangat cerah, kita jalan-jalan saja, yuk. Mumpung kuliah masih libur, bagaimana kalau kita ke pantai. Kamu kan ingin sekali ke sana," ungkap Leon yang teringat janjinya untuk menemani Amira ke pantai.


"Baiklah! Kita akan ke pantai. Tapi, kita harus pergi ke suatu tempat dulu!"


"Ke mana?"


"Pokoknya ikut aja, deh!"


"Oke! Aku akan mengambil kunci mobil dulu!"


"Gak usah. Katanya kamu mau menjadi manusia. Kali ini kita akan naik bus dan kereta!"


"Apa? Tapi, Sayang. Aku kurang suka keramaian. Mereka pasti akan memandangiku dengan tatapan aneh!"


"Tentu saja, mereka akan melihatmu seperti itu! Apalagi dengan tampangmu, mereka itu bisa menganggapmu mafia, tahu! Ayolah! Kita berangkat sekarang!"


Leon tidak bisa mencari alasan lain lagi. Amira sudah menarik tangannya menuju ke halte bus.


Casandra hanya tersenyum melihat Amira memperlakukan Leon. Ternyata cinta itu bisa meluluhkan hati sekeras apapun.

__ADS_1


Gadis vampir itu menarik napas panjang. Dia pernah memberikan hatinya untuk Cristian. Ternyata, keputusannya itu salah. Entah kapan lagi akan merasakan hatinya kembali hidup meski sudah lama mati.


***


"Itu busnya. Ayo, kita naik!"


Amira menarik tangan Leon yang belum sempat mengatakan apapun. Kelihatannya mudah naik ke dalam bus yang cukup besar. Kenyataannya malah menyulitkan bagi Leon.


Para penumpang bus menatap Leon dengan pandangan menakjubkan. Postur tubuh Leon yang tinggi besar membuatnya harus sedikit menunduk karena atap busnya kurang tinggi.


Beberapa perempuan mengagumi ketampanan Leon meski brewokan dan gondrong.


"Lihat kan! Bus ini tak cukup besar untukku!" bisik Leon.


"Sabar aja, nanti juga ada bangku kosong!" jawab Amira ringan.


Benar apa yang dikatakan Amira. Tak lama seorang penumpang turun. Amira memberi kode agar Leon cepat duduk. Tapi Leon malah menggeleng. Harga dirinya berontak karena membiarkan Amira berdiri.


Amira sengaja mendorong Leon sehingga jatuh tepat di bangku kosong itu.


"Kayaknya sudah ada yang duduk, Mas!" ujar Amira. Laki-laki itu kelihatan kecewa.


Ternyata, bisa duduk tidak membuat Leon lega. Kakinya yang panjang terhimpit bangku di depannya. Dia terpaksa merangkul kakinya agar bisa bertahan.


Amira hanya tertawa kecil melihat tingkah Leon. Dia bersyukur, Leon masih mau menurutinya.


"Aku gak mau naik bus lagi! Kakiku jadi lemas dan gak sanggup berjalan lagi!" keluh Leon setelah turun dari bus. Padahal dia bisa saja bergerak dalam hitungan detik.


"Tenanglah! Sekarang kita akan naik kereta!" ujar Amira seraya melepaskan pandangan ke arah stasiun kereta.


Leon mendongak. Sudah lama sekali dia tidak naik kereta. Bentuknya memang sedikit berubah dan lebih cepat dari kereta uap yang pernah dinaikinya dulu.


Kali ini, Leon tidak mengeluh. Dia duduk dengan tenang tanpa menekuk kaki. Amira menyelipkan tangannya di pinggang Leon dan merebahkan kepala di bahunya.

__ADS_1


Leon tersenyum dan menggenggam tangan Amira erat. Tidak peduli banyak pasang mata yang memerhatikan mereka. Sebagian memuji sebagian menatap penuh iri.


"Terima kasih, Sayang!" bisik Leon.


"Iya, Sayang," jawab Amira dalam hati. Dia tidak ingin semakin banyak orang yang memerhatikan mereka.


"Jadi, perjalanan menyiksa ini hanya untuk membawaku ke sini?"


Leon sangat terkejut ketika Amira berhenti di sebuah barbershop. Amira tersenyum penuh kepuasan.


"Iya, Sayang. Kamu harus kembali seperti dulu. Rambutmu harus dipotong pendek dan brewokmu itu juga harus bersih!"


Leon terdiam. Merasakan sesuatu bergejolak di dalam hatinya.


"Jadi kamu gak suka penampilanku seperti ini?" tanya Leon dengan tatapan tajam.


"Tentu aja, aku gak suka. Apalagi, nanti kamu harus bertemu ayahku. Penampilanmu harus rapi dan tampan seperti dulu!"


Leon tertunduk. Sikap Amira membuatnya sedikit kecewa.


"Tidak, Sayang. Aku ..., tak akan berubah. Aku tidak mempermasalahkan penampilanmu sekarang padahal aku lebih suka dirimu yang dulu. Seharusnya kamu juga menerima diriku seperti ini!"


Leon membalikkan badan membelakangi Amira. Hatinya sangat kecewa sehingga tak mampu menatap kekasihnya.


Amira terhenyak. Baru sekali ini, Leon tak mau menatapnya.


"Leoon, maafkan aku!"


Leon tidak menjawab. Rasa kecewa itu teramat besar. Bagi Leon, Amira tidak mencintai seperti dia mencintainya. Haruskah mereka akan berpisah hanya karena sedikit perbedaan?"


***


Hai gengs makasih ya sudah mampir, apa yang terjadi dengan hubungan Amira dan Leon ya, jangan sampai berpisah ya, jadi bikin laper eeeh baper deh 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2