PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 81. APAKAH AKU AKAN MENERIMA LAMARANMU SAYANG?


__ADS_3

***


Amira masih tertegun melihat apa yang dilakukan Leon. Sikapnya seperti orang yang sedang melamar.


"Kenapa bengong gitu, Sayang? Jawab, dong!" tegur Leon setelah menunggu ekspresi Amira yang biasa saja.


"Jawab apaan sih, Leon. Jangan bercanda! Aku sudah hampir terlambat, nich!"


"Kok gitu, sih? Aku kan sedang melamarmu!" komplain Leon.


"Jawabannya nanti, kalau kamu sudah lulus kuliah!"


"Eeh! Kenapa itu lagi yang jadi alasan. Pokoknya aku mau jawabanmu sekarang!" ucap Leon kekeh.


"Sudahlah, Leon. Kasihan Amira. Dia hampir terlambat!"


Casandra muncul dengan pembelaan kepada Amira. Leon terpaksa berdiri seperti semula.


"Baiklah! Aku akan menunggu. Ayolah! Aku akan ikut denganmu ke kampus!"


Akhirnya Leon mengalah juga.


"Tapi, kamu kan gak bisa kena matahari. Acaranya outdoor!"

__ADS_1


Amira baru ingat tempat acara festival hallowen di kampusnya.


Leon yang sudah membuka daun pintu terpaksa menutupnya kembali.


"Apa kamu belum mengatakannya sama Amira, Leon?" tanya Casandra keheranan.


"Mengatakan apa, Casandra? Apa ada yang aku gak tahu?"


Amira menatap Casandra lekat dan sedikit kebingungan.


"Gak ada apa-apa, kok. Sudahlah! Ayo, berangkat. Aku masih bisa mengantarmu, kok!" ujar Leon seraya menggamit jemari Amira.


"Iya, pergilah! Jaga Amira," pesan Casandra sebelum Amira masuk ke dalam mobil.


"Ada apa sih, Leon. Kalian punya rahasia, ya?" tanya Amira sekali lagi.


Amira terdiam mendengar jawaban Leon. Ada sesuatu yang aneh dengannya. Matahari mulai meninggi tapi Leon tidak terpengaruh. Biasanya dia sangat takut jika melihat sinar matahari. Kali ini, Leon kelihatan santai, bahkan tidak memakai jaket tebal dan masker.


Sejenak, Amira meninggalkan pertanyaan yang memenuhi ruang di kepalanya. Kampusnya sudah dipenuhi dengan mahasiswa yang mengenakan kostum menakutkan. Mereka sudah sangat menakutkan di saat siang hari. Pasti akan lebih menakutkan saat malam.


Mata Amira mencari Nania yang katanya menunggu di depan gerbang. Banyak yang ingin Amira ceritakan. Termasuk Lusi yang sengaja memasang jebakan di rumahnya. Soal makhluk kera yang sangat menakutkan.


"Nah! Itu Nania. Aku turun di sini aja, Leon!"

__ADS_1


"Apa kamu akan baik-baik aja, Sayang?" tanya Leon sedikit risau.


"Ada sesuatu yang kurang, sih. Apakah pangeran vampir akan muncul lagi seperti malam itu, ya?" ledek Amira. Dia tahu Leon tidak akan muncul.


"Jika pangeran vampir itu datang, apa kamu mau menerima lamaranku?"


"A-apa? Hhhmmm, mungkin aku akan menerimanya!"


"Beneran, Sayang? Aku pegang janjimu, ya!"


"Ho ooh!" jawab Amira seraya turun dari mobil.


"Amiraaa! Kamu cantik sekali! Aku sampai pangling!" teriak Nania begitu melihat Amira.


"Kamu juga cantik, Na. Seperti karakter kartun jepang. Siapa ya, aku lupa!"


"Sailormoon, Amiraa. Eeh! Leon kemana? Kenapa dia tidak bersama kamu?"


"Dia ada acara lain jadi gak bisa ikut karnaval. Ayolah, kita ke panitia acara. Jangan sampai sia-sia aku berdandan secantik ini!" ujar Amira sedikit narsis.


Dari jauh, Leon masih memerhatikan Amira. Senyumannya tiba-tiba hilang ketika melihat Andrew dan teman-temannya mengikuti Amira. Juga Lusi yang terlihat di antara mahasiswa. Tapi dia tidak berani mendekati Amira.


Sepertinya Leon harus berada di dekat Amira. Karena mereka siap melakukan hal buruk kepada Amira. Tapi, matahari terasa sangat terik. Apakah Leon akan berjalan di dunia terang demi kekasihnya?

__ADS_1


***


Hai gengs makasih ya sudah mampir, Apakah Amira akan menerima lamaran Leon? Ikuti terus kisah selanjutnya ya ... ❤❤❤❤❤


__ADS_2