PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 23. APA KAMU MANUSIA? ATAU BINATANG BUAS?


__ADS_3

***


Amira dilanda kebingungan. Semua semakin tidak menentu termasuk hatinya. Dia memang memilih mempercayai Leon. Tapi tidak setuju kalau Leon menyerang Wijaya karena mencurigainya sebagai tersangka pembunuhan Rena.


"Ada apa, Amira? Kenapa kamu sekarang jadi pendiam?"


Melati mulai merasakan perubahan sikap Amira. Dia jadi pendiam dan tak banyak bicara.


"Tidak apa-apa, Bu. Hanya sedikit bingung aja, kok."


Amira berusaha menenangkan hatinya. Berharap Bosnya itu tidak terganggu dengan sikapnya.


"Baiklah! Kalau memerlukan bantuanku, aku selalu ada untukmu!"


"Iya, Bu! Terima kasih."


Amira kembali serius dengan pekerjaannya. Melati teringat percakapannya dengan Wijaya, adiknya. Itu terjadi sebelum Amira datang.


---


"Tolong terima gadis ini di kantormu, Kak! Aku membutuhkannya."


Tiba-tiba Wijaya datang dengan permintaan anehnya.


"Memangnya siapa dia? Sekian lama kamu tidak pernah tertarik dengan perempuan?" tanya Melati ingin tahu. Dia sangat tahu sifat adiknya yang tak mau dekat dengan perempuan.


Wijaya tertawa kecil.


"Aku normal looh, Kak! Dia akan membawaku kepada makhluk kegelapan atau vampir!"


"Vampir? Apa kamu mempercayainya?"


"Seperti juga aku yang menjadi manusia harimau, vampir itu ada. Cerita itu sudah turun temurun dari leluhur kita. Aku sudah mengikutinya selama menjadi polisi. Sebentar lagi akan mengungkap siapa dia," ungkap Wijaya berusaha meyakinkan kakaknya.


"Aku akan membantumu sebisaku. Tapi hati-hatilah! Kau jauh dari rumah. Aku tidak bisa membantumu kalau terjadi hal buruk. Hanya kamulah yang menuruni kemampuan itu!"


Melati memang sangat mencemaskan adiknya. Keadaannya berbeda dari manusia biasa. Karunia menjadi manusia harimau pernah hampir membuatnya terluka.


Kemampuan berubah menjadi harimau terjadi setelah masa puber. Wijaya sangat kebingungan. Tinggal di dalam hutan sebagai binatang buas atau di perkampungan sebagai. manusia biasa.

__ADS_1


Hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi polisi dan hidup jauh dari hutan yang sudah dianggapnya seperti rumah. Ada sesuatu yang selalu dipegangnya teguh. Suatu saat akan bertemu dengan vampir. Seperti yang diceritakan oleh leluhur secara turun temurun.


Akhirnya, Amira datang ke kantornya. Saat itu, dia melihat sesuatu di mata adiknya. Amira sudah ditandai Wijaya. Dia tidak akan dilepaskan sampai kematian datang.


---


"Oh, iya. Nanti tolong antarkan beberapa berkas ke perusahan klien kita. Wijaya akan mengantarmu," jelas Melati yang kembali dari penjelajahan ingatannya.


Amira mendongak begitu mendengar nama Wijaya.


"Maaf, Bu. Apa Pak Wijaya sudah bekerja lagi? Beberapa hari yang lalu dia habis kecelakaan."


"Apa? Kecelakaan? Kenapa Wijaya tidak memberitahuku? Biar aku tanyakan langsung padanya saja!"


Melati masuk ke dalam ruang kerjanya dan langsung menghubungi Wijaya.


"Kenapa kamu tidak cerita tentang kecelakaan itu?" tanya Melati begitu terhubung ke handphone Wijaya.


"Darimana Kakak tahu? Apa Amira yang cerita?"


"Gak perlu tahu siapa yang cerita padaku! Apa kamu ke rumah sakit? Bagaimana kalau dokter tahu lukamu cepat sembuh dengan cepat?"


"Tenanglah, Kak. Aku tak sengaja ke rumah Amira ketika terluka dan tak sadarkan diri. Amira dan keluarganya membawaku ke rumah sakit. Tapi hanya sebentar, malamnya aku pulang!"


"Apa tugasku bersama Amira?"


"Wijaya! Kenapa sikapmu jadi sembrono? Apa perlu aku beritahu Bapak agar kamu pulang dan hanya menjaga hutan?"


"Tenanglah, Kak! Oke, aku ke sana," ujar Wijaya berusaha menenangkan kakaknya.


Tak lama, Wijaya sampai juga di kantor kakaknya. Dia bertemu Amira dahulu sebelum menemui Melati.


"Apa kabar, Amira?" sapanya ramah.


"Alhamdulillah baik, Pak. Bagaimana Bapak? Apa sudah sehat?"


"Hhmmm, aku tetap kurang suka mendengar kamu memanggilku bapak. Kayaknya aku sudah tua sekali!"


Amira tersenyum.

__ADS_1


"Itu karena Bapak punya kharisma. Semua orang pasti terpesona dengan Bapak."


"Jadi kamu terpesona padaku?"


"Eeh, tentu saja!"


Wijaya merasa senang mendengar jawaban Amira. Entah setiap kali bertemu dengan gadis itu, hatinya terasa sangat nyaman.


"Kenapa baru datang sudah senyam-senyum begitu?" Melati langsung menyergap adiknya dengan pertanyaan.


Wijaya kecengengesan.


"Aah, kakak kepo aja, sih!"


"Jiaaah! Gaya bahasamu kenapa begitu. Kayak orang lagi jatuh cinta aja!"


"Mungkin aku memang sedang jatuh cinta, Kak!"


"Jadi ..., soal kecelakaan itu bagaimana?"


Melati mulai serius.


"Aku bertemu dengannya dan kami bertarung. Aku kalah dan tak sadarkan diri!"


"Jadi vampir itu benar-benar ada! Kamu sudah dalam bahaya. Berarti vampir itu sudah mengetahui siapa kamu!"


"Anehnya dia tidak membunuhku. Dia hanya membuatku tak berdaya. Mungkin hanya ingin melenyapkan tirai kabut putih yang kuberikan kepada Amira!"


"Apa hubungan Amira dengan vampir itu?"


Wijaya terdiam. Melati masih menunggu jawabannya.


"Vampir itu adalah pacar Amira!"


"Apa? Gila kamu! Siapapun tidak akan terima kekasihnya diganggu, apalagi makhluk kegelapan. Kamu harus memikirkannya lagi! Kamu adalah manusia harimau, Wijaya. Amira juga belum tentu menerimamu setelah tahu siapa kamu!"


Amira menutup mulutnya setelah tanpa sengaja mendengar pembicaraan Wijaya dan Melati. Banyak rahasia yang baru dia ketahui.


Benarkah Wijaya bukan manusia biasa? Apa benar dia manusia yang bisa berubah menjadi harimau?"

__ADS_1


***


Hai gengs makasih ya sudah mampir, ikuti terus kisah selanjutnya ya ....❤❤❤


__ADS_2