PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 30. PENGANTIN VAMPIR


__ADS_3

***


Pertarungan itu tidak seimbang. Para vampir yang baru sampai dari daratan eropa mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa. Darah segar manusia membuat kekuatan mereka berlipat ganda.


"Pergilah, Leon. Amira membutuhkanmu!" ujar Casandra menyadari Leon memikirkan Amira.


"Bagaimana dengan kamu? Mereka sangat kuat. Tidak mungkin kamu bisa mengatasi mereka semua!"


"Ayah akan ke sini bersama para vampir lainnya. Mereka mengikuti jejak ayah tidak memangsa manusia. Pergilah!" jawab Casandra.


Leon mulai meragu. Suara Amira yang memanggil namanya selalu terngiang. Di hadapannya, Gisella juga tidak bisa ditinggal sendirian. Dia sudah terluka parah.


***


Amira terjaga sudah berada di dalam sebuah ruangan yang cukup besar. Dia tergeletak di atas tempat tidur bergaya eropa dengan taburan bunga mawar di atasnya. Ikatan kaki dan tangannya juga sudah lepas.


Yang aneh, Amira mengenakan gaun pengantin berwarna putih dan wajahnya penuh riasan tebal. Amira tidak sadar siapa yang sudah mengganti pakaiannya.


"Apakah Pak Gun yang sudah melakukannya?" tanya Amira dalam hati dengan penuh kecemasan.


Perlahan Amira duduk di tepi tempat tidur. Berusaha berdiri namun terhuyung dan kembali terduduk lemas.


"Kami yang sudah mengganti pakaianmu, Nona!"


Seorang perempuan asing muncul dengan membawa nampan berisi sebuah botol minuman dan dua gelas kosong, di sebelahnya ada buket bunga mawar merah. Dia juga seorang vampir yang bisa membaca pikiran Amira.


"Mengapa aku memakai gaun pengantin?" tanya Amira berusaha mengerti.


Perempuan asing itu tersenyum.


"Kamu beruntung akan menjadi pengantin Tuan Cristian!" jawabnya dengan logat yang masih kaku.


"Pengantin?"


Amira baru tersadar mengapa dia memakai gaun pengantin. Namun pasangannya bukanlah Leon tapi Cristian, vampir sesungguhnya.


"Tidak! Tolong lepaskan aku! Biarkan aku pergi, tolonglah ...," pintanya penuh harap.


Lagi-lagi, perempuan vampir itu tertawa.


"Sebentar lagi, kau akan menjadi keluarga kami. Selamat menikmati bulan madumu!"


Perempuan vampir itu menghilang dalam sekejap. Daun pintu pun tertutup tanpa kelihatan siapa yang menutupnya.

__ADS_1


Amira bangkit dari tempat tidur dan berlari menuju pintu, kemudian menarik gagangnya kuat-kuat.


"Lepaskan aku, tolonglah! Aku tidak mau menjadi pengantin siapapun. Hatiku hanya milik Leon. Bawalah aku pergi dari tempat ini, Leon ...." ujar Amira lirih. Airmatanya semakin deras mengalir. Berharap kekasihnya segera datang dan membawanya pergi.


Tidak ada suara apa pun. Hanya hening yang menyesakkan.


***


"Bagaimana Tuan? Apa hasil kerja keras saya sudah bisa mendapatkan hasil?"


Pak Gun tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika sedang berdua dengan majikan vampirnya.


Cristian hanya tersenyum tipis. Dia tahu apa yang dipikirkan manusia serakah di hadapannya.


"Apa kamu menginginkan ini?"


Cristian meletakan sebuah tas berisi uang ratusan juta di atas meja.


Pak Gun langsung kesenangan, menyadari tas itu berìsi uang yang jumlahnya sangat besar. Dia bisa membeli sawah dan kebun. Sebentar lagi dia akan menjadi juragan di kampungnya.


"I-itu buat saya, Tuan?"


"Ya! Semua itu buatmu! Tapi ada satu lagi yang harus kamu berikan!"


"Aku meminta darahmu!"


Pak Gun tercengang. Pengorbanannya selama ini ternyata masih kurang.


"Ta-tapi, Tuan! Saya sudah memberikan darah orang lain untuk tuan. Mengapa Tuan masih menginginkan darah saya juga?"


Cristian tertawa lebar, kemudian terdiam. Wajahnya berubah serius.


"Aku hanya ingin melihat sampai di mana pengorbananmu. Sayat tanganmu dengan ini dan biarkan darahmu mengisi cawan itu sampai penuh! Atau kau mau, aku mengambil darahmu langsung?"


Cristian melemparkan sebuah pisau kecil yang sangat tajam. Pak Gun gemetar melihatnya. Hanya ada dua pilihan yang sama-sama menakutkan. Keduanya mendekatkan pada kematian.


Tapi aroma uang begitu menyengat. Pak Gun memilih kesempatan yang lebih menggiurkan. Apa pun yang terjadi, semua itu harus berada di dalam pelukannya.


"Baiklah, Tuan! Saya akan memberikan darah saya sebagai tanda pengabdian!"


Pak Gun meraih pisau dan meletakkan tangannya yang gemetaran di atas cawan. Keringat dingin membasahi keningnya. Dengan satu goresan, darah segar keluar dan langsung mengalir mengisi cawan.


Cristian kembali tersenyum. Manusia serakah tidak akan meninggalkan uang dan melupakan nyawanya sendiri.

__ADS_1


Pak Gun lunglai di atas lantai setelah darahnya memenuhi cawan. Buru-buru dia membuka bajunya untuk menutup luka bekas goresan pisau.


"Baiklah! Sekarang pergilah dan bawa uangmu!"


Pak Gun melupakan rasa sakit dan segera bangkit.


"Terima kasih, Tuan!"


Laki-laki setengah tua itu bergegas meraih tas berisi uang dan melangkah pergi.


Cristian tidak menyia-nyiakan darah segar di hadapannya. Dia meneguknya perlahan dan menikmati ketika darah itu memasuki tubuhnya. Kenikmatan yang selalu membuat ketagihan.


***


Amira sudah kehilangan harapan. Dia hanya diam saja ketika dua orang perempuan vampir membawanya ke altar.


Cristian sudah menunggu dengan senyum mengembang. Dia memang tampan dengan tuxedo berwarna putih senada gaun yang dipakai Amira. Sekilas, tidak ada yang tahu kalau dia adalah seorang vampir yang sangat menakutkan.


"Kamu sangat cantik, Amira. Sebentar lagi kita akan menjadi pasangan suami istri seutuhnya!" ujar Cristian setelah Amira berada di depannya.


Amira hanya diam saja. Tatapan matanya kosong tanpa harapan.


Cristian memasukan sebuah cincin bertahtakan berlian ke jari manis Amira. Cincin yang sangat mahal, namun Amira tetap tidak menginginkannya.


Ritual selanjutnya adalah Amira harus meminum darah Cristian. Kemudian bercampur dengan darah di dalam tubuh Amira. Selanjutnya mereka akan menjadi pasangan abadi untuk selamanya.


Cristian merobek pergelangan tangannya dengan satu gigitan. Darah hitam keluar deras memenuhi cawan. Setelah cawan itu penuh, luka di tangannya hilang begitu saja tanpa bekas.


"Minumlah darahku! Kau akan menjadi pasangan abadiku!"


Amira masih tak bergerak ketika Cristian menyodorkan cawan berisi darahnya ke mulut Amira. Sebentar lagi, darah itu akan masuk ke dalam tubuh Amira. Menjadikannya manusia vampir.


Sedikit lagi, Amira meneguk darah Cristian. Tiba-tiba, Amira terjaga. Dia mendengar suara Leon.


"Jangan, Amira. Jangan minum darah itu!"


Amira membuka matanya lebar-lebar. Samar, melihat sebuah bayangan muncul di dekatnya. Bayangan itu adalah Leon.


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir


Ikuti terus kisah selanjutnya ya .... ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2