PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 54. TERPESONA GADIS VAMPIR


__ADS_3

***


Andrian sampai juga di sebuah hutan dengan pohon-pohon tinggi yang gelap dan basah. Dia teringat kastil gelap dan pengap yang ditempatinya bersama Christian juga rumah ayahnya yang berada di tengah hutan. Kastil ketua vampir itu pasti berada di tempat yang sama.


Telepati Tuan Alex sudah hilang, jauh sebelum Andrian sampai ke hutan itu. Kini, dia harus menemukan kastil tempat ketua vampir putih sendiri.


Di hadapan Andrian kini ada sungai kecil dengan air yang sangat jernih. Dia berhenti sebentar untuk menyegarkan tubuh dan menyeka tangan juga wajahnya dengan air.


Begitu membuka mata, beberapa bayangan muncul di seberang sungai. Wajah mereka tidak asing. Berpostur tinggi besar dan berambut pirang. Kulitnya putih pucat namun wajahnya lebih terang.


"Apa kau Andrian putra Alexander?" tanya salah satu dari mereka.


Andrian tertegun. Mereka sudah mengetahui siapa dirinya.


"Benar! Aku adalah Andrian putra Alexander. Apakah kalian vampir putih?"


"Iya! Kami adalah vampir putih. Apa kamu mencari ketua? Ikutlah dengan kami!"


Bayangan itu langsung menghilang. Andrian tidak ingin kehilangan jejak mereka. Dengan kekuatan yang dimilikinya, Andrian menyusul para vampir putih.


Andrian mengira kalau kastil vampir putih berada di tengah hutan. Ternyata mereka membawanya ke padang rumput yang sangat luas. Matahari bersinar dengan cerahnya. Di tengah padang rumput itu ada sebuah kastil besar. Aneka bunga tumbuh mengelilingi kastil itu.


"Apakah benar di sini tempat tinggal ketua vampir putih?"


"Ketua kami sedang menunggumu!


Mereka tidak menjawab pertanyaan Andrian. Tapi, perkataan mereka adalah jawaban.


Andrian merasa penasaran, bagaimana vampir bisa hidup di tempat penuh cahaya seperti itu. Seharusnya cahaya matahari akan membakar kulitnya. Tapi sikap mereka biasa saja.


Tak lama kemudian, mereka memasuki kastil berwarna putih. Suasananya tidak seperti rumah vampir, bahkan lebih indah dari kastil yang dihuni manusia.


Andrian terus mengikuti para vampir sampai tiba di ruangan aula yang cukup besar dengan singgasana yang megah. Pasti ketua vampir itu sangat berwibawa jika duduk di singgasana itu.

__ADS_1


"Tunggulah di sini!"


Para vampir pergi meninggalkan tempat itu. Kini, Andrian sendirian.


"Jadi kamu adalah anak separuh vampir?"


Tiba-tiba, seorang gadis muda yang cantik berpakaian sweeter dan celana jeans muncul. Rambutnya yang panjang tergerai tak beraturan tapi kelihatan natural. Andrian berusaha menembus pikirannya agar mengetahui siapa dia namun gagal.


"Iya, aku adalah separuh vampir. Di mana ketua vampir putih?"


Gadis muda itu tersenyum.


"Untuk apa kamu menemuinya?"


"Aku akan langsung menjelaskan padanya!" jawab Andrian agak ketus. Sepertinya dia kurang menyukai kehadiran gadis itu.


"Aku ingin tahu seperti apa anak separuh vampir. Bagaimana cara hidupnya atau apakah dia juga minum darah atau makanan manusia biasa?"


Gadis muda itu tidak marah. Dia bahkan mendekati Andrian dan mengelilinginya seperti sedang melakukan penelitian. Andrian merasa kurang nyaman karenanya.


Gadis muda itu tertawa kecil.


"Ketua masih sibuk. Aku yang ditugaskan untuk menemuimu. Jadi apa maumu?"


Andrian menatap gadis itu lekat. Dia tidak terlihat seperti vampir. Bahkan seperti mahasiswi yang sering dilihatnya di kampus. Tapi, gadis itu lebih cantik. Matanya biru dan berbinar cerah.


"Apa kamu terpesona padaku? Aku cantik, ya?"


Andrian hampir lupa kalau vampir bisa membaca pikiran. Tapi, tadi dia tidak bisa membaca pikiran gadis itu.


"Maaf, aku ke sini karena ada masalah penting! Tolong katakan kepada ketua, aku ingin bertemu dengannya langsung!"


Andrian berusaha mengalihkan pembicaraan dan kembali ke tujuan semula.

__ADS_1


"Aakh! Ternyata kamu sangat kaku. Baiklah! Biar aku mengetahui maksudmu yang sebenarnya!"


Andrian kembali menatap gadis itu lekat. Bagaimana dia bisa menjelaskan tujuannya kepada gadis itu padahal dia tidak tahu siapa namanya.


Lagi-lagi, gadis itu tertawa.


"Oh, iya. Namaku Annastasia. Panggil aku Anna saja. Jadi, kamu mau apa?"


Andrian menarik napas panjang. Sebaiknya dia mengikuti kemauan gadis itu.


"Namaku Andrian Putra Alexander. Aku ke sini untuk meminta ketua untuk mencabut hukuman terhadap Leonardo yang menggantikan ayahku! Kondisinya sangat parah karena satu purnama berada di dalam kerangkeng yang disegel para vampir putih!" jelas Andrian.


Anna terdiam. Laki-laki separuh vampir itu berkata jujur. Dia langsung mengatakan maksud kedatangannya.


"Owh! Aku baru mendengar tentang Leonardo. Apa dia saudaramu, separuh vampir juga?"


"Tidak, Nona Anna. Leon adalah vampir sejati. Ayah sudah menganggapnya seperti putra sendiri. Tolonglah! Katakan kepada ketua untuk mencabut hukumannya!"


"Hhmmm, biasanya kami tidak punya keluarga sendiri. Keluarga kami adalah semua vampir putih. Tidak ada yang mau menggantikan hukuman apapun seperti Leonardo. Apakah kamu mau menggantikannya juga?"


Andrian terdiam. Merasa bersalah karena hampir membunuh ayahnya sendiri meski sekarang siap menggantikan Leon.


"Kau! Hampir membunuh ayahmu sendiri! Kamu sungguh kejam!"


Anna sangat terkejut mengetahui rahasia itu. Tidak menyangka anak separuh vampir bisa melakukan hal itu.


"Aku tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Yang aku tahu, Tuan Alex sudah membunuh ayahku. Ternyata di saat terakhir aku baru tahu kalau ayahku yang sebenarnya adalah Tuan Alex. Saat ini, aku adalah Putra Alexander dan siap menerima hukumannya!" ungkap Andrian tegas.


"Baiklah! Aku akan melihatnya sendiri. Aku akan ikut denganmu!"


Andrian tertegun mendengar ucapan gadis muda itu. Yang ingin ditemuinya adalah Sang Ketua, bukan gadis muda seperti dirinya. Apakah Andrian mempercayai Anna?


***

__ADS_1


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Met hari minggu ... moga hari ini cerah, ikuti terus kisah Amira dan Alex ya .... ❤❤❤❤❤


__ADS_2