
***
Sesaat Amira tidak bisa bernapas. Kematiannya semakin mendekat. Wajah kekasihnya terbayang, Leon yang sudah berubah menjadi makhluk mengerikan.
"Leooon!" panggil Amira yang langsung terjaga. Dia sudah tak sadarkan diri ketika tenggelam di danau.
Gadis itu membuka matanya lebih lebar. Samar, dia melihat wajah yang sangat dikenalnya. Dia adalah Leon yang sudah kembali menjadi tampan.
Leon tersenyum lega. Untung saja di saat terakhir, dia bisa menyelamatkan Amira.
"Kamu tidak apa-apa, Sayang?" tanya Leon memastikan keadaan kekasihnya.
"Le-leon? Apa benar ini kamu? Apa aku sedang bermimpi?" Amira malah menghujaninya dengan pertanyaan.
"Iya, ini aku! Kekasihmu." jawab Leon disertai senyuman yang sangat dirindukan.
"Leoon! Syukurlah wujudmu sudah kembali. Aku sangat merindukanmu," ujar Amira yang langsung memeluk Leon.
Leon menyambut pelukan Amira dengan lebih erat.
"Maafkan aku. Hampir saja aku membunuhmu dengan membiarkanmu tenggelam. Untung saja, aku membawamu di saat yang tepat. Kemudian setelah berada di dalam air, wujudku kembali seperti semula. Hanya saja, pakaianku ini seperti pengemis!" jelas Leon yang sudah benar-benar sadar.
"Kamu tetap tampan kok, meski pakaianmu compang camping begitu!" celetuk Amira.
"Aakh, masa? Apa kekasihku tidak berpindah ke lain hati ketika aku menjadi makhluk mengerikan? Bagaimana kalau aku tidak kembali seperti semula?"
__ADS_1
"Kenapa bertanya seperti itu? Lagipula kenapa aku di sini bersamamu kalau aku gak suka lagi sama kamu?"
Amira segera melepaskan pelukannya dan membalikkan badan.
Leon tak lepas dengan senyumannya. Dia sangat tahu apa yang dirasakan Amira. Dia hanya sedikit menggoda saja.
"Iya-iya, pacarku ini memang sangat mencintaiku, Kekasihku yang Tersayang!"
Amira tak kuasa menahan perasaannya begitu mendengar ucapan Leon. Tanpa terasa butiran air mata menetes di pipinya.
"Ada apa? Kenapa kamu menangis? Apa aku salah?"
Leon panik, mengira sudah melukai hati Amira sehingga membuatnya menangis.
"Benar, Sayang. Apa aku harus membuktikan kalau kamu tidak mimpi? Bagaimana sebuah ciuman yang romantis?"
"Apa? Ciuman? Di saat seperti ini kenapa kamu memikirkan hal itu, Leon?!" ujar Amira sengit.
Leon tertawa. Dia sempat membaca pikiran Amira ketika sampai di danau. Tentang kenangan ciuman pertama mereka di danau dekat kampus.
"Aku bersyukur bisa melalui semuanya dan kamu tetap ada di sisiku. Aku sangat mencintaimu, Amira. Terima kasih selalu ada di sampingku!"
Leon menarik Amira kembali ke pelukannya. Amira tidak menolak dan kembali merasakan kehangatan kekasihnya.
"Baiklah! Ayo kita pulang. Tuan Alex dan Casandra pasti sangat senang melihatmu!"
__ADS_1
"Tidak! Aku ingin lebih lama denganmu. Biarkan aku memelukmu sepanjang malam. Besok pagi kita baru pulang!"
Amira tidak membantah kemauan Leon.
"Jangankan semalaman, selamanya aku juga mau di dalam pelukanmu, Leon!" pikir Amira.
"Nah-nah! Pikiran kamu jorok lagi, kan?!" sergap Leon yang mendengar suara hati Amira.
"Leoon! Jangan baca pikiranku!" ujar Amira sedikit sewot.
"Maafkan aku, Sayang. Kepalamu itu seperti bola kaca dan aku bisa melihatnya dengan sangat jelas!"
"Ya, sudah! Aku pergi saja!"
Amira sedikit berontak dan ingin menjauhi Leon. Tapi Leon malah semakin erat memeluknya.
"Kamu gak bisa ke mana-mana, Sayang. Malam ini kamu menjadi tawananku!"
"Leoon!" teriak Amira dengan wajah memerah. Dia menyembunyikan wajahnya di dada Leon. Padahal Leon tetap saja bisa membaca pikirannya.
Akhirnya, semua kepedihan berlalu juga. Malam masih panjang, esok pun sudah menunggu. Entah apa lagi yang akan terjadi. Mereka akan selalu bersama selamanya.
***
Hai gengs makasih ya sudah mampir. Akhirnya Leon bisa kembali tampan dan semakin sayang kepada Amira. Apa lagi ya yang akan terjadi? Ikuti terus ya kisah Amira dan Leon .... ❤❤❤❤❤
__ADS_1