PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 78. VAMPIR VS MAKHLUK KERA


__ADS_3

***


"Tidaaak!"


Amira terjaga setelah tak sadarkan diri ketika makhluk mengerikan itu membuatnya terjatuh. Kini, dia berada di sebuah ruangan yang tidak begitu asing. Hanya lampu yang temaram sehingga pandangannya kurang jelas.


"Kamu sudah sadar, Sayang?"


Suara Leon membuat kesadaran amira kembali seutuhnya.


"Leooon?!"


"Kenapa wajahmu seperti itu? Seperti gak pernah melihatku aja, sih?" tanya Leon sedikit bercanda.


"Di mana aku? Makhluk mengerikan itu, apa dia sudah pergi?" tanya Amira ketika teringat makhluk mengerikan di rumah Lusi.


"Kamu ada di kamarku. Makhluk itu tidak bisa mengejar kita! Sebenarnya apa yang kamu lakukan di rumah temanmu itu malam-malam? Untung aja aku bisa menemukanmu! Kalau tidak kau bisa dinikahi makhluk itu, tahu!" jelas Leon dengan sedikit bumbu menakut-nakuti.


"Leon! Jangan membuatku semakin takut. Aku ke sana mau mencoba kostum puteri vampir untuk acara hallowen di kampus besok!"


"Kostum puteri vampir? Kenapa gak bilang padaku? Banyak gaun Casandra di sini yang sudah berusia ratusan tahun tapi masih kuat dan bersih. Kau bisa memakainya!" ungkap Leon setelah tahu apa yang dicari Amira.


"Apa Casandra juga tinggal di sini? Lalu di mana kamu tidur? Di sini tidak ada peti mati!"


Leon langsung tertawa mendengar pertanyaan Amira.


"Aku tidur di tempatmu sekarang. Memangnya seperti di dalam film, vampir tidurnya di peti mati? Seperti ini aku tidurnya!" ujar Leon sambil merebahkan tubuhnya di samping Amira.


"Lalu, lampu aku matikan!"


Tiba-tiba lampu menjadi mati seketika.


"Leoon! Apa yang kamu lakukan?" teriak Amira ketika merasa Leon mendekap tubuhnya.

__ADS_1


"Sssttt, tidurlah! Hari sudah hampir pagi," bisik Leon di kegelapan.


"Aku gak bisa tidur kalau kau peluk seperti ini!"


"Baiklah! Aku lepaskan. Selamat malam, sayang," ujar Leon lagi seraya mencium kening Amira lembut.


"Bagaimana kalau makhluk kera itu datang ke dalam mimpiku?"


"Tenanglah! Bahkan di dalam mimpi, aku gak akan membiarkanmu sendirian!"


Ucapan Leon sangat menenangkan. Amira langsung tertidur dengan pulas. Sementara Leon tetap membuka matanya. Makhluk kera itu juga membuatnya penasaran.


Dahulu kala, Leon pernah melihat siluman kera di dekat rumahnya. Katanya dia manusia yang dikutuk karena memiliki ilmu hitam. Makhluk itu juga hidup di pedalaman hutan. Dia tinggal seorang diri di sebuah gua di lereng gunung.


Beberapa kali, Leon merasakan kehadirannya. Makhluk itu tidak berani mendekati tempat tinggal Leon. Dia hanya berdiri mematung di antara pepohonan. Menatap ke arah rumahnya.


"Siapa makhluk itu, Ayah?" tanya Leon kepada Tuan Alex ketika makhluk itu muncul.


Saat itu, Leon berpikir tentang dunia yang lebih kelam dari dunia para vampir. Sedangkan dunianya adalah dunia kegelapan yang takkan merasakan dunia terang.


Tiba-tiba, Leon tercengang. Dia merasakan aura aneh dari luar rumahnya. Perlahan dia beranjak dari tempat tidur menuju ke jendela kamar. Di sana, berdiri sebuah bayangan makhluk dengan aura aneh. Leon tahu siapa makhluk itu.


"Jangan ganggu kekasihku! Atau kau akan berhadapan denganku!" ucap Leon lewat telepati.


Makhluk kera itu diam saja. Leon yakin dia bisa mendengar suaranya.


"Pergilah!" ucap Leon sekali lagi.


Makhluk kera itu masih di tempatnya semula. Kali ini, Leon tidak bisa tinggal diam. Dia membuka sedikit daun jendela. Sedetik kemudian, dia sudah berada di hadapan makhluk itu.


"Apa yang kamu lakukan di sini! Jangan sakiti kekasihku atau kau akan berhadapan denganku!" ucap Leon sekali lagi.


Makhluk itu sangat terkejut karena Leon bisa muncul tiba-tiba. Dia menatap tajam Leon dan siap menyerangnya.

__ADS_1


Leon juga siaga. Namun, makhluk itu kelihatan kebingungan. Seperti ada sesuatu yang dirasakannya. Dia mengerang sambil memegangi kepalanya.


"Aaaargh .... aaargh!"


Leon tidak bisa melakukan apapun dan hanya melihat makhluk itu mengerang kesakitan. Sepertinya ada kekuatan lebih besar yang menguasai jiwanya.


"Aku tahu siapa kau! Dahulu kita pernah bertemu di hutan. Setahuku kau tidak pernah menyakiti siapapun. Tapi, mengapa sekarang kau menjadi budak manusia dan menyakiti orang tak bersalah!"


Makhluk kera itu terpaku. Sudah sangat lama ingatannya hilang. Sejak manusia memeliharanya untuk maksud jahat. Kini, sebagian ingatannya perlahan kembali.


Makhluk kera itu melihat seorang laki-laki asing tengah memandanginya dari rumah besar di tengah hutan. Laki-laki yang sama dengan yang kini ada di hadapannya.


Tapi, beberapa saat kemudian hawa panas datang lagi. Matanya yang sudah berubah coklat kembali memerah dan siap menyerang Leon.


Tidak ada jalan lain bagi Leon. Dia harus menghadapi makhluk itu.



"Apakah makhluk itu bisa mati, Ayah?" tanya Leon kepada Tuan Alex saat itu.



"Ya! Dia seperti para vampir dan akan mati jika kepalanya dipenggal!"



Apakah Leon tega memenggal kepala makhluk kera itu? Atau menyuruhnya kembali ke dalam hutan. Sendirian dan kesepian.



\*\*\*


Hai gengs makasih ya sudah mampir. Apa yang akan Leon lakukan, ya? Ikuti terus kisah Amira dan Leon selanjutnya, ya ... ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2