PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 52. TUNGGULAH! AKU PASTI AKAN KEMBALI


__ADS_3

***


Amira menepati janjinya kepada Andrian dan kembali ke penginapan bersamanya. Namun, hatinya tidak benar-benar pergi. Bayangan Leon tak sanggup ditinggalkan.


"Apa yang terjadi denganmu, Amira? Aku mencarimu ke mana-mana. Kami sangat khawatir kamu tersesat di hutan!" ungkap Lusi dengan wajah cemas.


Lamunan Amira sirna begitu Lusi dan Nania menghampirinya. Mereka sudah berkumpul di halaman penginapan dan menunggu bus yang akan membawa mereka kembali ke kampus.


"Aku gak apa-apa, kok!" jawab Amira singkat.


"Tapi kenapa wajahmu sedih seperti itu?" Nania menatap Amira lekat. Jelas sekali mata Amira berkaca-kaca.


"Iya, Amira. Apa Dosen Andrian sudah memarahimu? Apa dia melakukan hal buruk padamu?"


"Tidak, kok. Mas Andrian sangat baik padaku. Aku hanya sedih karena harus meninggalkan tempat ini. Entah kapan kita bisa ke sini lagi!"


"Owh begitu ..., aku kira sedih kenapa!"


"Aku juga sedih! Soalnya aku blum juga dapet gebetan!"


Lusi mulai menangis meski hanya drama saja.


"Huuu! Kalau itu aku jadi semakin sedih! Ayo kita menangis bersama ...."


Lusi dan Nania pun berpelukan. Tak peduli banyak pasang mata yang memerhatikan mereka.


Amira sedikit tersenyum melihat kelakuan keduanya. Untung saja, masih ada kawan yang mengobati semua kesedihannya.


"Ada apa dengan kalian? Apa ada hal buruk yang terjadi?"


Andrian muncul dan menanyakan perihal Lusi dan Nania yang masih sesungukan.


"Aakh! Tidak kok, Dos. Kami hanya sandiwara aja!"

__ADS_1


"Ya, sudah. Ayo kita naik ke dalam bus. Sebentar lagi kita akan berangkat pulang!"


"Siap, Dos!"


Lusi dan Nania segera berlari menuju Bus. Sementara Amira masih diam saja.


"Apa semua barangmu sudah di dalam bus, Amira?"


"Sudah, Mas! Katakan padaku jika keadaan Leon bertambah parah. Aku rasa, para vampir putih akan mendengarkanku!"


Andrian menatap Amira lekat. Ternyata, Amira masih saja memikirkan Leon.


"Tenanglah! Aku akan berusaha menolongnya. Kini, kami adalah saudara. Aku tidak akan membiarkan Leon menderita sendirian. Apalagi, dia telah menggantikan ayahku menjalani hukuman!"


Amira mengangguk pelan. Sepanjang perjalanan pulang, Amira tidak berkata apa-apa lagi. Sebagian hatinya, ingin melompat dari bus yang membawanya pergi. Anehnya, rumah besar di tengah hutan itu tidak terlihat lagi. Bus hanya melewati jalan di dalam hutan seperti pertama datang.


Bayangan Leon masih erat melekat dalam pikiran Amira. Wujudnya yang menyerupai manusia kelelawar tidak membuat Amira takut. Bahkan, dia ingin selalu berada di samping kekasihnya.


***


Wijaya sudah menunggu Amira di kampus. Dia tidak mampu menyembunyikan rasa khawatirnya.


"Bagaimana keadaanmu, Amira? Apa Ayah Leon baik-baik saja? Lalu Leon sendiri bagaimana?"


"Aku baik-baik aja, Bang. Ayah Leon juga baik-baik saja. Soal Leon ..., aku gak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata. Kasihan Leon, dia sangat menderita sendirian," jawab Amira pelan. Hatinya kembali tak menentu. Sampai akhirnya air mata itu kembali mengalir.


"Apa yang terjadi padanya? Aku putus komunikasi setelah dia meminta pertolongan. Katanya, Tuan Alex sedang dalam bahaya! Aku tidak bisa datang karena tak cukup waktu. Aku hanya bisa meminta pertolongan arwah leluruhku, Manusia Harimau!"


"Jadi, kau yang mengirimkan arwah leluhur manusia harimau? Apa kau juga Manusia Harimau?"


Tiba-tiba Andrian muncul. Wijaya menatapnya dengan tatapan tajam seperti sedang berhadapan dengan seorang musuh.


"Jadi kau yang hampir membunuh ayahmu sendiri?"

__ADS_1


Wijaya malah balik bertanya.


Andrian terdiam. Dia juga masih merasa bersalah.


"Ya, aku memang hampir membunuh ayahku sendiri. Terima kasih! Entah bagaimana kalau kau tidak membantu kami. Leon sudah mengeluarkan semua kekuatannya untuk berkomunikasi denganmu. Dia bisa menjebol segel tak kasat mata. Tapi, jeruji itu tetap tak bisa dibuka. Bahkan aku sendiri tak bisa melakukannya!"


"Katakan padaku jika kau membutuhkan bantuanku lagi. Aku tidak bisa terlalu mencampuri urusan kalian. Tapi, kalau mengenai Amira. Aku akan selalu ada untuknya!"


Andrian tertegun. Ternyata Amira bukan saja menarik perhatian seorang vampir seperti Leon. Tapi juga seorang manusia harimau yaitu Wijaya.


Amira segera pulang bersama Wijaya. Andrian tidak bisa melarangnya. Dia aman bersama Manusia Harimau itu. Malam itu, dia harus menemui para vampir putih di luar negeri. Apapun yang terjadi, dia juga harus ikut bertanggung jawab karena menyangkut soal ayahnya juga.


Wijaya tak tega melihat Amira menangis sepanjang perjalanan pulang. Dia tahu perasaan gadis itu terhadap Leon.


"Katakan padaku, Amira. Sebenarnya, bagaimana keadaan Leon? Apa dia tidak mengenalimu?"


"Leon ..., dia berubah menjadi makhluk kegelapan. Dia menjadi manusia kelelawar!" jawab Amira di sela tangisnya.


"Apa? Leon menjadi manusia kelelawar? Apa dia menyakitimu?"


"Ti-tidak! Bahkan tubuhnya terpental ketika mencoba memegang jeruji yang mengurungnya. Tapi, aku bisa memegang jeruji itu. Berarti aku juga bisa masuk ke dalamnya. Aku harus kembali ke sana!"


Tiba-tiba, Amira mendongak dan menghapus air matanya. Matanya nanar seakan ada kekuatan yang sangat besar muncul di dalam dirinya.


"Tidak, Amira! Jangan lakukan itu. Biar Leon menghadap para vampir putih terlebih dulu. Keadaan sekarang bukan lagi masalah dirimu dan Leon atau Andrian dengan ayahnya. Tapi melibatkan semua makhluk kegelapan di penjuru dunia. Bersabarlah! Semua pasti akan mendapatkan hasil yang terbaik!" ungkap Wijaya berusaha menenangkan Amira.


Air mata Amira kembali mengalir. Dia hanya bisa membuang pandangan ke luar jendela mobil.


Jauh di sana, Leon masih tak sadarkan diri. Kini, dia bukan hanya vampir! tapi makhluk kegelapan yang sangat mengerikan.


***


Hai gengs, bertemu lagi dengan mimin yang imutnya ga ada habis-habisnya hehe makasih ya sudah mampir, hujan-hujan kedinginan, jangan lupa pakai payung, kalau perut sedang kelaparan, goreng pisang biar kenyang hehe ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2