PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 80. KEJUTAN YANG MENGHARUKAN


__ADS_3

***


Amira harus bersiap untuk acara hallowen di kampusnya. Gaun indah yang sangat sempurna sudah ada. Tapi, tidak ada yang menghias wajahnya. Membuat Amira sedikit resah karena Nania juga tidak akan datang ke rumah Leon.


"Ada apa? Kenapa wajahmu risau begitu?" tanya Leon setelah selesai sarapan.


"Kenapa tanya? Kamu kan bisa langsung membaca pikiranku!"


Leon tersenyum. Manusia memang aneh. Yang dilakukan dan tidak dilakukan tetap salah.


"Katamu, gak mau aku membaca pikiranmu? Aku kan ingin bersikap seperti manusia biasa. Bertanya langsung padamu, apa itu salah?" tanya Leon dengan memasang muka memelas.


Amira merasa bersalah melihat wajah tampan Leon jadi menyedihkan begitu.


"Gak ada yang salah, kok. Aku menyalahkan diri sendiri aja. Kenapa aku gak pandai berhias. Kalau soal matematika sih aku bisa menyelesaikan dengan mata tertutup. Tapi kalau merias wajah, aku nyerah!"


"Hhmmm, bagaimana kalau aku aja yang merias wajahmu?"


Entah Leon serius atau tidak. Amira merasa daripada tidak sama sekali.


"Oke! Aku percaya kalau kamu bisa membuatku lebih cantik. Kalau tidak, terpaksa aku ....!"


"Terpaksa apa? Kalau aku bisa, janji ya kamu harus menuruti kemauanku!"


"Asal jangan aneh-aneh, ya!"


"Gak, kok. Sudah! ganti bajumu dengan gaun itu."

__ADS_1


"Jadi, aku atau kamu yang harus keluar kamar?" tanya Amira ketika melihat Leon tidak beranjak dari tempatnya.


"Apa aku harus keluar?"


"Leooon!" teriak Amira memecah keheningan.


Leon tergelak dan beranjak keluar ruangan. Sebenarnya Leon bisa tahu apa yang dilakukan Amira dari balik tembok. Tapi, dia lebih memilih melakukan sesuatu yang pasti akan membuat amira sangat senang.


"Kenapa lama sekali sih, Leon. Aku sudah dari tadi memakai gaun ini!" ujar Amira ketika pintu kamar di dorong dari luar. Amira segera membalikkan badan ketika merasakan kehadiran seseorang. Tapi, bukan Leon melainkan orang lain.


"Casandra?" ucap Amira setelah mengetahui siapa yang masuk ke kamarnya.


"Hai, Amira! Gaunku pas sekali di badanmu. Seingatku gaun itu hanya selututku!"


"Maaf, aku sudah memakai gaunmu, Casandra. Leon yang sudah memberikannya!"


"Bahkan pakaian yang kamu pakai juga tidak usang sama sekali. Masih sangat cantik!"


"Tentu saja! Tapi masih ada yang kurang. Hhmmm, aku akan mengeluarkan keahlianku memoles wajahmu. Kamu mau kan?"


"Tentu saja aku mau! Tadinya malah Leon yang akan merias wajahku," ungkap Amira.


"Apa? Leon? Dari pertama aku bertemu dengannya, mana pernah dia merias wajah orang lain?"


"Entahlah! Seperti itulah yang dia katakan."


"Ya, sudah! Kamu tenang, aja. Aku akan meriasmu secara eksklusif! Pejamkan saja matamu."

__ADS_1


Amira melakukan instruksi Casandra. Dia sangat senang Casandra muncul dan menolongnya. Membuat semua kerisauan hilang seketika.


Leon menunggu dengan hati penuh debar. Entah kenapa dia merasakannya. Seperti seorang mempelai pengantin yang sedang menunggu pasangannya.


Tak berapa lama, Amira muncul dan menuruni anak tangga dengan hati-hati. Leon segera menoleh ke arahnya. Saat itu juga, dia hanya tertegun begitu melihat penampilan Amira.


Ingatan Leon kembali ke masa seratus tahun yang lalu. Ketika para noni belanda hilir mudik dengan pakaian khas mereka. Sebagian wanita pribumi juga memakainya karena menikah dengan orang asing.


Kini, Amira sudah menjelma menjadi seorang Noni pribumi yang sangat cantik.


"Hentikan Leon! Jangan pandangi aku seperti itu. Risih, tahu!" tegur Amira ketika melihat tatapan Leon.


Seketika, Leon berlutut di hadapan Amira. Tentu saja, Amira sangat terkejut dengan kelakuan Leon.


"Apa yang kamu lakukan sih, Leon?"


Leon hanya diam saja, masih dengan tatapan yang sama.


"Nona Amira, bersediakah Nona menikah denganku?"


"Apa? Menikah?"


Kali ini, Amira yang mendapatkan kejutan yang sangat mengharukan. Haruskah dia menjawab pertanyaan Leon?"


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Bagaimana kisah Amira selanjutnya, ya? Apakah Amira menerima lamaran Leon? Ikuti terus kisah Amira dan Leon, ya ... ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2