
***
Annabella mengamati dari jauh ketika Leon melamar Amira. Jelas dia gak suka kalau Leon jadi menikah dengan Amira. Pengorbanannya membunuh Gerry tidak akan sia-sia begitu saja. Leon harus menjadi miliknya.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Annabella?"
Ternyata Casandra juga ada di sana dan menemukan Annabella. Tujuannya hanya ingin tahu apakah acara lamaran Leon berjalan lancar. Sangat berbeda dengan Annabella.
"Itu urusan pribadiku! Lalu, kamu juga ngapain di sini?" tanya Annabella sedikit angkuh.
Casandra semakin tidak menyukai Annabella. Sikapnya terlalu sombong.
"Leon adalah saudaraku. Aku hanya ingin memberikan semangat untuknya," jawab Casandra ringan.
Annabella malah tertawa sinis.
"Aku tahu kamu juga menyukai Leon. Iya, kan?"
Casandra tertegun dan menatap Annabella lekat.
"Ya! Aku memang sangat menyukai Leon. Dia sudah menjaga dan melindungiku sejak lama. Tapi, kini aku sadar bahwa kami adalah saudara. Leon pantas mendapatkan orang yang dicintainya!"
"Hhmmm, jangan bohong. Hati tidak akan mudah berubah begitu saja. Aku mencintai Leon dan tidak akan membiarķannya menjadi milik orang lain!" ujar Annabella yang langsung menghilang.
Casandra tidak sempat mengatakan apapun dan sangat cemas kalau Annabella melakukan hal buruk kepada Amira. Annabella pasti akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya.
"Bagaimana? Apa acaranya lancar?"
Casandra langsung menghadang Leon yang baru saja keluar dari rumah Amira. Dia penasaran apa jawaban Amira tentang lamaran Leon. Adahal dengan mudahnya mendengar pembicaraan mereka.
"Apa jawaban Amira, Leon?"
__ADS_1
Casandra memilih mendengar langsung dari mulut Leon.
"Amira menerima lamaranku!" jawab Leon luga tanpa keraguan sedikit pun. Matanya bersinar penuh bara api cinta.
"Syukurlah! Tapi Leon ..., aku khawatir soal Annabella. Aku takut dia menyakiti Amira!"
"Tidak! Dia tidak akan melakukan apapun lagi. Saudaranya akan membawanya pergi dari sini!"
"Aakh! Kamu selalu begitu, Leon. Dia itu membunuh kekasihnya sendiri karena ada maksud. Dia ingin memilikimu!"
Leon tertawa kecil.
"Jangan terlalu khawatir, Casandra. Sudahlah! Aku akan menemui ayah untuk membicarakan acara lamaran yang lebih formal. Keluarga kita dan keluarga Amira akan bertemu di satu tempat dan membicarakan tentang acara pernikahanku nanti!"
Leon masuk ke dalam mobil dan Casandra terpaksa mengikutinya. Sebenarnya Leon juga masih waspada terhadap Annabella. Pasti ada sebabnya mengapa saudarinya sangat khawatir padanya bahkan menutupi keberadaannya dari para vampir putih.
***
Malam mulai larut. Annastasia ternyata mengikuti saudarinya juga. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan Annabella. Peristiwa masa lalu yang kelam tidak mudah dilupakan. Hati Annabella sudah menjadi hitam jauh sebelum menjadi vampir. Tangannya berlumuran darah dan Annabella tidak pernah menyesalinya.
Tiba-tiba, pandangannya memudar. Annastasia berusaha menahan diri. Dia tahu saat itu sedang melihat masa depan meski hanya samar.
Annabella berdiri di tengah padang ilalang yang sangat luas. Tiba-tiba, seekor harimau menerkamnya dan mencabik-cabik tubuhnya.
Pandangan masa depannya memudar. Sebuah bayangan muncul di depan Annastasia.
"Siapa kau?" tanya Annastasia ketika menyadari ada orang lain di dekatnya.
Bayangan itu mendekatinya. Wajahnya menjadi lebih jelas. Dia memandang annastasia dengan tatapan tajam seakan ingin mencabik-cabik tubuhnya.
"Aku kembali! Dulu kau pernah menyerang amira dan aku juga hampir kehilangan nyawa!"
__ADS_1
Ternyata dia adalah Wijaya. Dia menyangka Annastasia adalah Annabella karena mereka memang sangat mirip.
"Kau salah orang! Aku bukanlah orang yang kau maksud!"
Annastasia tertegun. Tiba-tiba wujud laki-laki itu berubah menjadi seekor harimau. Dia mengaum dan memperlihatkan taringnya yang tajam siap untuk menerkam.
Annastasia baru tersadar kalau penglihatan masa depannya bukanlah Annabella tapi dirinya sendiri. Apakah dia akan mati di tangan seekor harimau jadi-jadian?
Wijaya yang sudah menjadi harimau tidak bisa lagi menahan diri. Dia benar-benar dikuasai amarah. Sesaat lagi dia akan menyerang vampir yang hampir menyelakai dirinya dan Amira.
"Tidak! Hentikan, Wijaya!"
Tiba-tiba, Andrian muncul. Wijaya menghentikan niatnya untuk menyerang Annastasia. Dia mengenali Andrian. Tak lama wujudnya pun kembali menjadi manusia.
"Perempuan vampir itu sudah menyerang Amira dan mencelakaiku! Apa kau akan membelanya?"
"Dia bukanlah Annabella yang kau maksud. Tapi Annastasia, saudari kembar Annabella dan juga ketua vampir putih!"
"Saudari kembar Anna? Ketua vampir putih? Bagaimana bisa?"
"Iya, perkenalkan aku Annastasia! Annabella adalah saudari kembarku. Sebagai perwakilan, aku meminta maaf jika saudariku itu sudah menyakitimu," ucap Annastasia penuh wibawa seraya menyodorkan tangannya tanpa ragu.
Kali ini, Wijaya yang tertegun. Wajah Annastasia memang sangat mirip dengan vampir perempuan yang menyerangnya tempo hari. Namun, sifat mereka sangat berbeda. Perlahan Wijaya menyambut tangan Annastasia.
Annastasia terdiam ketika tangannya menyentuh tangan Wijaya. Penglihatan masa depannya datang lagi. Kali ini, Annastasia melihat Wijaya bersanding dengan seorang wanita. Wajahnya sangat mirip dengan Amira.
"Kau akan menjadi keluarga Amira. Jadi lindungi dia dengan seluruh jiwa dan ragamu!" ucap Annastasia lirih.
"Keluarga Amira? Apa maksudmu?" tanya Wijaya yang penasaran.
Andrian tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Dia juga mencoba mengerti ucapan Annastasia. Apa yang akan menikahi Amira bukanlah Leon? Apa dia adalah Wijaya? ....
__ADS_1
***
Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Gimana kisah selanjutnya ya, kepoin terus yuks ❤❤❤❤❤