
***
Sepasang vampir yang dilihat Leon adalah Gerry dan Anna. Mereka mencari mangsa setelah menikmati Narkoba. Di sudut taman yang paling gelap dan sepi, mereka menemukan seorang ojek online yang sedang menunggu orderan.
"Hallo, apakah kamu bisa mengantarku?" tanya Anna sekadar basa basi.
Laki-laki itu menoleh dan melihat Anna dari ujung kepala sampai kaki.
"Maaf, Nona. Saya ojek online, kalau mau order harus dari aplikasi!" jawab anak muda itu tegas.
"Hanya sampai ke ujung taman saja, Kok. Saya pusing dan tidak bisa berjalan," ujar Anna lagi. Tubuhnya sedikit limbung. Anak muda itu sigap membantunya sehingga tidak sampai jatuh.
Anna sedikit terpengaruh ketika melihat leher pemuda itu. Bau darah segar menembus pori-porinya dan sampai ke hidung Anna.
"Hhmmm, bagaimana kalau aku meminta darahmu saja!"
Pemuda itu terkejut mendengar ucapan Anna. Dia segera melepaskan Anna dan mundur ke belakang. Namun, badannya malah menabrak seseorang. Pemuda itu menoleh dan melihat seorang laki-laki berwajah menyeramkan dengan dua taring tajam di sela-sela giginya.
"Aku akan menikmatinya terlebih dahulu!" ujar Gerry siap menancapkan taringnya di leher pemuda itu.
Pemuda itu tak bergerak sama sekali seperti terhipnotis. Sementara hatinya ingin sekali berontak dan melarikan diri.
Baru saja Gerry akan melaksanakan niatnya, tiba-tiba tubuhnya terpental seperti ada yang mendorongnya dengan keras. Seketika tubuhnya jatuh tersungkur di atas aspal.
"Tidak!" teriak Anna yang sama terkejutnya dengan Gerry. Dia segera mendekati kekasihnya.
"Si-siapa kau?" tanya Gerry ketika menyadari kehadiran Leon.
__ADS_1
Dari kegelapan Leon muncul dengan penuh wibawa.
"Pergilah!" ucap Leon kepada pemuda yang hampir saja menjadi mangsa Gerry. Pemuda itu langsung kabur dengan sepeda motornya.
Sementara Gerry segera bangkit dan siap menyerang Leon. Namun, karena pengaruh narkoba malah membuatnya tak berdaya.
"Kalian tidak bisa melawanku. Narkoba bukan hanya membuat tubuhmu lemah tapi juga menghancurkan pikiranmu!"
Gerry malah tertawa mendengar perkataan Leon.
"Memangnya siapa kau hingga bisa mengajariku? Aku sudah menikmatinya mulai dari jaman peperangan. Seharusnya aku sudah mati! Tapi seorang vampir sudah membuatku menjadi kekal!"
"Apa dia Cristian?"
"Bagaimana kau mengenalnya? Apa kau pernah bertemu dengan Cristian?"
Leon tidak menjawab. Dia tahu bagaimana jahatnya Cristian dulu. Dia merekrut vampir untuk membuat keberadaannya semakin kuat. Salahnya, dia mendapatkan vampir yang penyakitan jiwa dan raganya.
"Apa kau bukan vampir? Semua vampir pasti memangsa manusia untuk mengambil darahnya!" Kali ini, Anna ikut bicara.
Leon menoleh dan menatap Anna lekat. Dia sangat mirip dengan Annastasia. Hanya warna rambutnya saja yang agak gelap.
"Aku sudah lama tidak memangsa manusia. Bahkan ada vampir yang hanya memakan ekstrak bunga untuk hidup. Namanya adalah Annastasia!"
Anna tertegun. Vampir di hadapannya menyebut sebuah nama yang hampir terlupakan.
"K-kau, mengenal Annastasia, saudara kembarku?" tanyanya lebih jelas.
__ADS_1
Leon mengangguk. Akhirnya dia menemukan saudara kembar Annastasia.
"Ya, dia adalah ketua vampir putih. Dia ada di sini karena mencarimu!" jelas Leon.
"Benarkah? Aku harus menemuinya. Di mana saudaraku sekarang?" tanya Anna lagi dengan penuh antusias.
"Tidak, Anna! Jangan tertipu. Tidak mungkin saudaramu ada di sini!" cegah Gerry yang tidak ingin ditinggalkan Anna.
Kata-kata Gerry membuat Anna sedikit terpengaruh. Membuatnya menjadi kebingungan.
"Kalau kau tak percaya, lihatlah mataku!" ujar Leon.
Anna menuruti perkataan Leon dan menatap matanya. Lewat penglihatan Leon, Anna bisa melihat saudaranya yang berada di taman penuh bunga. Wajahnya bercahaya diterpa sinar mentari. Dia semakin cantik dari terakhir mereka terpisah.
"Apa saudaraku masih manusia biasa? Ketika itu, rumah kami terbakar. Kami melarikan diri dan bertemu dengan vampir yang menjadikanku kekal. Aku tidak tahu bagaimana keadaan saudaraku setelahnya. Kami terpisah dan tidak bertemu lagi sampai sekarang!"
"Nona Annastasia selalu mencarimu diam-diam. Dia adalah ketua vampir putih. Mereka tidak memangsa manusia bahkan bisa hidup di dunia terang!"
"Benarkah? Ayolah! Aku ingin segera menemuinya," ujar Annabella sampai melupakan keberadaan Gerry.
"Kau harus memegang janjimu, Anna. Kita akan hidup berdua selamanya!"
"Maafkan aku, Sayang. Cintaku kepada saudaraku jauh lebih besar!"
"Berarti kau harus berhadapan denganku lebih dulu!"
Dalam sekejap mata, Gerry mengibaskan tangannya. Seketika, Anna terlempar dan terjatuh ke aspal dengan cukup keras. Tak cukup sekali, Gerry mengulanginya. Kini, yang ada di depannya bukanlah kekasihnya tapi seorang musuh!
__ADS_1
***
Hai gengs makasih ya sudah mampir, ikuti terus kisah selanjutnya ya ❤❤❤❤❤