PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 59. PENGORBANAN UNTUK CINTA


__ADS_3

***


Casandra masih berada dihadapan Amira. Menunggu jawaban yang sangat dinantikan. Sebagian mengharapkan Amira ikut dengannya, sebagian lagi berharap Amira lebih memilih melupakan Leon.


"Aku akan ikut denganmu. Tidak ada alasan untuk menolak karena aku juga sangat mencemaskan Leon. Tapi, tidak sekarang juga. Aku harus berpamitan dengan keluargaku. Esok, aku akan menemuimu di sini!" janji Amira kepada Casandra.


Perkataan Amira ada benarnya juga. Dia masih memiliki keluarga yang akan ditinggalkan. Bisa jadi untuk selamanya.


"Baiklah! Aku pegang janjimu. Aku akan menemui di sini, esok malam!"


Casandra segera membalikkan badan untuk kembali kedalam kegelapan. Suara Amira menahannya.


"Tunggu, Casandra! Ada vampir lain di sini. Dia adalah Anna. Apakah kamu mengenalnya? Apa kamu mengenal Gerry juga?"


Casandra terdiam, kemudian kembali menghadap Amira.


"Jauhi mereka. Sudah cukup masalah yang telah terjadi. Pikirkan saja Leon!"


"Tapi mereka sudah banyak membawa keburukan bagi manusia dengan narkoba!"


Casandra hampir kehilangan kesabaran. Dia sangat tahu siapa Anna dan Gerry.


"Untuk itulah aku katakan jauhi mereka! Kamu tidak cukup punya kekuatan untuk menghadapi mereka. Sudahlah! Dengarkan perkataanku. Aku tidak ingin Leon menderita lebih lama. Kau hanya perlu menyiapkan diri baik-baik untuknya!"


Casandra kembali membalikkan badannya. Kali ini, dia benar-benar pergi.


Amira penasaran dengan peringatan Casandra. Apakah Anna dan Gerry sangat menakutkan?


***


Keesokan harinya, Amira bicara dengan orang tuanya sebelum berangkat ke kampus. Dia harus mengatakan alasan yang sudah dipikirkan semalaman.

__ADS_1


"Maafkan Amira, Ayah! Ibu! Maafkan jika selama ini Amira belum bisa membahagiakan kalian dan adik-adik!" ucap Amira pelan.


"Sebenarnya ada apa, Amira! Aku senang kamu sudah mau memanggilku dengan sebutan Ibu. Tapi, ucapanmu itu seperti mau pergi jauh saja!" ujar Ibu Tiri Amira.


"Iya, Amira. Jangan berpikiran hal yang tidak-tidak. Cukup belajar dengan baik, itu sangat membahagiakan Ayah!"


Amira hanya mengangguk. Padahal di dalam hatinya ada angin yang sedang berkecamuk.


Sebelumnya, dia menemui adik-adik kecilnya yang masih tertidur. Rasanya tak tega meninggalkan mereka. Namun, Amira sudah memilih. Pengorbanan untuk cintanya.


Kampus adalah tempat terakhir yang didatangi Amira. Dia sudah mempersiapkan segalanya termasuk alasan yang akan dikatakannya kepada Wijaya.


"Apa kamu yakin, Amira? Kamu benar-benar akan mengorbankan dirimu untuk Leon? Apakah kamu tetap akan pergi meski aku memohon padamu?"


Wijaya menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Jawabannya tetap sama.


"Aku akan pergi, apapun yang akan terjadi. Kasihan Leon, dia terlalu lama menderita!"


"Kasihan? Apa kau tidak kasihan pada keluargamu? Mereka pasti akan sangat kehilanganmu!" ujar Wijaya berharap bisa mengubah pendirian Amira.


Amira beranjak meninggalkan Wijaya.


"Tunggu, Amira. K-kau harus tahu perasaanku kepadamu. Aku mencintaimu ...," ungkap Wijaya tentang perasaannya.


"Aku tahu, terima kasih!" jawab Amira sambil tersenyum.


Wijaya hanya bisa melihat bayangan Amira perlahan menghilang. Ditariknya napas panjang. Sesak itu teramat kuat. Meski gadis yang dicintainya tahu perasaannya, sesak itu tidak akan pernah hilang.


Malam pun menjelang. Amira sudah berada di tempat yang dijanjikan kepada Casandra.


Sebuah bayangan muncul dari kegelapan. Amira menoleh. Bayangan itu bukanlah Casandra.

__ADS_1


"Anna!?"


"Ya! Aku Anna. Bagaimana kamu tahu tanpa melihat?"


Anna mendekati Amira. Wajahnya sangat berbeda. Matanya merah dan tubuhnya menggigil. Dia habis menggunakan narkoba!


"Kamu hanya manusia biasa. Tapi vampir dan manusia harimau menyukaimu. Sebenarnya apa yang kamu miliki, Amira?" ucapnya lagi.


Amira belum mengatakan apapun. Anna pasti bisa mengetahui pikirannya.


"Aku hanya punya cinta!" ungkap Amira dalam hati.


"Cinta? Aku juga punya cinta!"


"Bukan cinta jika membuatmu menderita. Tapi cinta yang membuatmu bahagia!"


"Apakah cintamu membuatmu bahagia? Meski akan membuatmu menjadi manusia kegelapan?"


Amira mendongak. Sepertinya Anna sudah mengetahui apa yang sedang dialami Amira.


"Aku akan melakukan apapun untuk orang yang kucintai!" ujar Amira tegas.


"Aku pun melakukan hal yang sama! pengorbanan malah membuat hatiku mati! Kita tak berbeda!"


Ekspresi Anna berubah. Wajahnya menjadi menakutkan. sosok vampir di dalam dirinya muncul.


"A-apa yang kau inginkan dariku?" tanya Amira dengan suara gemetar.


"Aku menginginkan darahmu!"


Amira mundur beberapa langkah. Apakah Anna akan membunuhnya?

__ADS_1


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Apakah Amira bisa menemui Leon? Ikuti terus kisah Amira dan Leon ya ... ❤❤❤


__ADS_2