PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 69. PERPISAHAN YANG TERBERAT


__ADS_3

***


"Maafkan Amira, Ayah! Sekarang Amira ada di rumah kawan untuk mengerjakan tugas. Mungkin besok baru pulang," jelas Amira kepada ayahnya lewat handphone Casandra. Hanya dia yang memiliki handphone. Sementara Leon dan Tuan Alex mengandalkan kekuatan telepatinya saja.


"Jangan lama-lama meninggalkan sekolahmu, Amira. Sebentar lagi ujian kenaikan tingkat," ujar Ayah Amira dari ujung telepon.


"Baik, Ayah. Besok pagi, Amira langsung ke kampus!"


Amira mengembalikan handphone Casandra.


"Makasih ya, Casandra!"


"Apa benar besok kamu akan pulang?" tanya Casandra memastikan.


"Iya! Apa kamu bisa mengantarkan aku ke halte bus terdekat?"


"Aku saja yang mengantarkanmu pulang. Kan aku yang membawamu ke sini!"


"Jangan! Leon masih memerlukanmu. Aku titip dia, ya!"


"Siapa yang kamu titipkan? Memangnya aku barang?" sergap Leon yang tiba-tiba muncul.


Amira tertegun begitu melihat Leon sudah berpakaian rapi. Kharismanya kembali seperti dulu.


"Ssttt! Kenapa kamu melihatku seperti itu? Kamu pasti jatuh cinta padaku, yaa?" goda Leon.


Amira cepat membuang pandangannya ke tempat lain.


"Iih, geer!" celetuknya.

__ADS_1


Leon hanya tersenyum dan mendekati Amira. Sementara gadis itu membalikkan badannya.


"Aku tampan, kan? Jantungmu pasti masih berdebar!" bisiknya.


"Leoon! Aku pergi sekarang, nih!" teriak Amira sambil melotot.


Kali ini, Leon yang terdiam. Tidak mengira Amira akan cepat pergi.


Casandra tidak ingin menjadi patung di antara keduanya. Dia memilih pergi meski mereka tidak menyadarinya.


"Haruskah kamu pergi, Sayang! Aku masih kangen," bisik Leon sambil meraih tangan Amira dan digenggamnya erat.


"Ayahku sudah khawatir, Leon. Lagi pula ujian akhir sebentar lagi. Kau juga harus menyiapkan skripsimu. Setelah semuanya selesai, cepatlah kembali ke kampus!" ungkap Amira.


"Tunggulah sehari lagi! Kita akan ke kampus bersama," rayu Leon.


Amira sedikit bimbang. Tapi jika esok tiba, dialah yang tidak ingin pergi.


Leon menarik napas panjang dan membawa Amira ke dalam pelukannya.


"Aku masih merindukanmu, Sayang. Berjanjilah akan menungguku!" bisik Leon.


Amira tak bisa mengungkapkan isi hatinya. Leon pasti tahu keputusan itu sangat berat.


"Aku juga mencintaimu, Leon! Yakinlah dengan cintaku," sambut Amira meski hanya di dalam hati.


Malam itu berlalu begitu cepat. Amira membuka mata dan pagi sudah menyambutnya. Entah mulai kapan dia terlelap. Yang dirasakan adalah ketenangan seperti ada yang menjaganya.


Sebaliknya Leon menghabiskan malam dengan terjaga. Kerinduan itu sangat kuat padahal kekasihnya belum pergi. Sepanjang malam, Leon berada di samping Amira tanpa dia tahu. Menatap wajahnya dan merasakan degup jantungnya.

__ADS_1


"Aku harus pergi, Leon!" ujar Amira ketika menunggu bus yang akan membawanya kembali ke Jakarta.


Leon masih menggenggam erat tangan Amira, seakan tidak mau melepaskannya.


"Leoon! Busnya sudah kelihatan," ucap Amira lagi ketika melihat bus yang akan membawanya.


"Aku akan ikut bersamamu!"


"Apa?! Sadarlah, Leon. Urusanmu belum selesai! Bagaimana kalau ketua vampir putih murka? Pasti akan terjadi hal buruk dengan ayahmu!"


Leon kembali terdiam. Pikirannya benar-benar kacau.


Perlahan, Amira melepaskan tangannya. Sudah beberapa kali mereka berpisah. Perpisahan kali ini sangat berat.


Bus berhenti tepat di depan Amira. Saat itu pun tiba.


"Maafkan aku, Leon. Aku harus pergi!"


Amira menaiki tangga di pintu bus. Seorang kernet menyambutnya. Amira menyerahkan beberapa lembar uang untuk membeli karcis. Kemudian segera mencari bangku kosong.


"Maaf, Neng. Uangnya kurang!" tegur kernet itu ketika Amira baru saja akan duduk.


"Kurang? Saya kan cuma sendiri, Mang!"


"Lalu, dia siapa?"


Kernet itu menunjuk seseorang di belakangnya. Wajah tampan menyembul dari balik jaket yang cukup tebal.


"Leooon!?"

__ADS_1


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir, apa yang terjadi dengan Amira dan Leon selanjutnya ya, kepoin terus yuks hehe ❤❤❤❤❤


__ADS_2