PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 29. PERTARUNGAN TERAKHIR


__ADS_3

***


Wijaya sangat cemas karena kehilangan jejak Amira. Dia tak ingin hal buruk terjadi padanya. Seharusnya, dia tidak membawa Amira mendekati kematian.


"Bagaimana signalnya? Apa sudah kelihatan lagi? Over!" tanya Wijaya lewat HT. Alat komunikasi seperti handphone tapi hanya punya satu jalur.


"Belum kelihatan, over! Sepertinya Subyek berada di suatu tempat yang sangat jauh!"


"Semuanya berkeliling lagi, over! Aku yakin, subyek tidak jauh dari sini!"


Wijaya berkeliling sekali lagi. Perhatiannya tertuju kepada terowongan di belakang gedung. Mungkin, pelaku membawa Amira ke dalamnya.


"Ada terowongan di belakang gedung. Kelihatan sudah tua dan terbengkalai. Aku akan masuk ke dalam, over!" ucap Wijaya sebelum memasuki terowongan.


Tak jauh dari depan terowongan ada lampu minyak yang ditempel di dinding. Terowongan itu jadi kelihatan lebih jelas. Meski sudah tua, tapi seperti ada yang membersihkannya. Tidak ada sampah atau tanaman liar yang tumbuh di sana.


Wijaya terus menyusuri lorong yang cukup panjang. Mungkin terowongan itu sudah ada sejak jaman belanda. Terlihat dindingnya yang terbuat dari batu-batu besar.


Akhirnya Wijaya melihat ujung terowongan. Ternyata, ujung terowongan itu berakhir di salah satu ruangan yang cukup besar dengan beberapa pintu kamar.


Bau anyir darah menyeruak. Di tengah ruangan itu terdapat meja panjang terbuat dari batu yang sudah kusam. Di sampingnya ada sebuah meja kecil dengan cawan kecil terbuat dari batu juga.


Amira pasti berada di salah satu kamar. Wijaya baru saja akan memeriksa, ketika salah satu pintu terbuka. Insting harimaunya mengatakan beberapa makhluk asing akan muncul.


Benar saja! Beberapa bayangan tiba-tiba muncul. Postur tubuh dan wajah mereka bukan penduduk pribumi. Merrka menyeringai dan siap menyerang.


Wijaya tidak tinggal diam. Dia pun berubah wujud menjadi manusia harimau. Siap menghadapi para vampir itu.


***


Amira semakin tegang kala sebuah bayangan muncul. Lamat-lamat, wajahnya kelihatan. Dia seperti Leon tapi rambutnya pirang dan kulitnya lebih pucat. Wajahnya sangat muda seperti berusia dua puluh tahunan.


Pak Gun memberi hormat kepada bayangan itu seperti raja.

__ADS_1


"Tuan Cristian ...!" ujar Pak gun menyebut namanya.


Pak Gun mengabdi sebagai kaki tangan Cristian sudah sejak lama. Dengan begitu dia mendapatkan kekayaan untuk keluarganya di kampung.


"Haloo! Apa kau Amira, kekasih Leon?" tanya Cristian santai.


Amira diam saja. Rasa takut mulai menguasai hatinya.


"Tenanglah! Aku tidak akan melukaimu. Aku sudah punya mangsa yang lain!"


Pandangan Cristian tertuju kepada Gisella. Sontak gadis itu histeris. Namun dia tidak bisa melakukan apapun.


Pak Gun mendekati Gisella dan membuka ikatan tangan dan kakinya. Gisella segera beranjak menuju ke pintu keluar setelah bebas. Namun, dengan sekali kibasan, Cristian menarik tubuh Gisella ke arahnya.


"Tidak! Biarkan aku pergi ...! Ayahku akan berikan berapa pun yang kamu mau. Puluhan juta bahkan ratusan juta, asal kau biarkan aku pergi. Dia saja yang menjadi mangsamu!" ujar Gisella sambil menunjuk Amira.


Cristian tertawa.


"Aku tidak mengharapkan uang darimu. Yang kuinginkan adalah darahmu!"


Amira terbelalak melihat adegan menyeramkan itu. Cristian menghisap darah Gisella sampai tetes terakhir. Gadis itu kembali berontak dan berusaha melepaskan ikatan tangan dan kakinya.


Tubuh Gisella lunglai di atas lantai. Tak ada tanda kehidupan lagi darinya. Air mata menetes di pipi Amira. Dia tidak bisa menyelamatkan Gisella. Dan kini, dia akan menjadi korban berikutnya.


"Tenanglah! Kau tidak akan mengalami nasib sepertinya karena kau akan menjadi calon pengantinku!" ungkap Cristian seraya mengusap sisa darah di mulutnya. Kemudian menjilati sisa darah di tangannya dengan penuh *****.


Amira menggidik melihat apa yang dilakukan Cristian sangat menjijikkan.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau tidak pernah melihat Leon memangsa korbannya. Memang dia hanya memangsa binatang. Tapi dia tidak lebih menjijikkan dariku!"


Amira memang tidak pernah melihat langsung ketika Leon sedang memangsa binatang. Tapi dia yakin, Leon tidak akan menyakiti manusia.


***

__ADS_1


Matahari sedang panas-panasnya. Leon sudah memakai beberapa lapis pakaian. Dia tidak memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Saat ini, Amira yang ada di dalam pelupuk matanya.


Tak lama, Leon sudah berada di atas mobil berkaca warna hitam. Dia menuju ke tempat kekasihnya. Tidak ada waktu lagi. Cristian sedang merencanakan sesuatu. Menjadikan Amira sebagai pengantinnya. Amira akan menjadi vampir dan mengabdi pada Cristian untuk selamanya.


***


Pak Gun membawa Amira ke ruangan yang lebih nyaman. Mereka melewati ruangan besar di mana Wijaya sedang bertempur.


Amira melihat seorang laki-laki berwujud harimau tengah bertempur dengan beberapa orang berwajah mengerikan seperti Cristian. Mereka adalah vampir.


Pandangan Amira tertuju kepada laki-laki berwujud separuh manusia dan separuh harimau. Dia tidak pernah melihat makhluk seperti itu. Siapa makhluk itu sebenarnya?


Amira melihat wajah manusia harimau itu lebih jelas. Wajahnya memang tertutup bulu tebal tapi Amira masih bisa mengenalinya.


"Pak Wijaya?!"


Pak Gun juga baru pertama kali melihatnya. Dia kelihatan sangat terkejut. Namun, buru-buru membawa Amira menjauh dari tempat itu.


Wijaya yang sudah berwujud menjadi manusia harimau terus menyerang tanpa henti. Tapi, kekuatan para vampir jauh lebih besar. Dia terus terdesak dan akhirnya tak berdaya setelah seorang vampir melemparnya hanya dengan satu kibasan.


Di saat terakhir, sebelum Wijaya tak sadarkan diri. Dia melihat sebuah bayangan muncul. Bayangan itu adalah Leon. Mereka langsung menyerang Leon yang sudah berubah menjadi vampir. Setelah itu, Wijaya hanya melihat kegelapan.


Leon tiba di saat yang tepat. Kaki tangan Cristian langsung menyerangnya dengan kekuatan penuh. Leon yang sudah dilatih Alex bisa melawan mereka meski kewalahan juga.


Tak beberapa lama, sebuah bayangan muncul. Dia adalah Casandra yang sudah pulih dari luka-lukanya.


"Casandra? Kenapa kau di sini?" tanya Leon lewat telepati.


"Maafkan kesalahanku, Leon. Kini aku sadar, kau adalah keluargaku. Aku akan membantumu sebisaku!"


Leon melihat Casandra kembali seperti semula. Mereka akan bertempur seperti pertarungan terakhir.


***

__ADS_1


Hai gengs, makasih ya sudah mampir, bagaimana kisah selanjutnya, ya? Apakah pertarungan itu yang terakhir? Ikuti terus kisah selanjutnya ya ❤❤❤


__ADS_2