PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 89. JANGAN TINGGALKAN AKU LAGI ....


__ADS_3

***


Leon tidak bisa diam saja menyaksikan Gerry menyakiti Anna. Dia pun mengeluarkan kekuatan vampirnya untuk menangkis serangan Gerry.


"Jangan sakiti Anna. Lawanmu adalah aku!" ucap Leon sambil mengibaskan tangannya. Sekali lagi Gerry terlempar dan terjatuh di atas aspal.


Kali ini, Gerry cepat bangkit.


"Baiklah! Kau juga musuhku. Malam ini juga kita tuntaskan pertempuran ini!"


Keduanya pun saling menyerang. Hanya ada satu jalan untuk mengakhiri pertempuran yaitu kematian.


Gerry semakin terdesak. Kekuatannya tidak sebanding dengan Leon. Di saat terakhir, dia sudah terpojok dan siap menerima serangan terakhir sebelum kematiannya.


Namun, Leon tidak mau mengulangi kesalahan ayahnya dulu. Dia tidak akan membunuh Gerry.


"Pergilah! Jangan memangsa manusia lagi karena aku tidak akan mengampunimu!" ujar Leon ketika Gerry sudah tidak berdaya.


"Ayolah, Anna. Saudaramu sudah menunggu," ujar Leon yang mengajak Anna pergi.


Di saat Leon lengah, Gerry bangkit dan siap menyerang Leon dengan kekuatan terakhirnya. Tapi, tiba-tiba Anna yang menyerangnya duluan. Bahkan dia sampai memenggal kepala kekasihnya sendiri.


Seketika kepala Gerry menggelinding di atas aspal begitu juga tubuhnya. Anna hanya terdiam menyaksikan kekasihnya sudah mati di tangannya sendiri. Berikutnya, tubuh Gerry mengeluarkan asap hitam dan terbakar sampai menjadi abu.


Leon hanya tertegun. Dia tak menyangka Anna akan membunuh kekasihnya sendiri.


"Apa kamu menyesal membunuh kekasihmu sendiri?"


"Tidak! Sudah sejak lama aku ingin lepas darinya. Cintaku tidak ada artinya karena tidak membuatku bahagia! Ayolah, aku ingin menemui saudaraku!" ujar Anna tanpa penyesalan.


***

__ADS_1


Amira masih menunggu dengan sabar di puncak menara. Angin malam mulai membuatnya menggigil. Sementara bayangan Leon belum muncul juga.


"Leoon, di mana kamu? Aku kedinginan," bisik Amira. Dia yakin Leon pasti mendengar suaranya. Namun, setelah hampir satu jam, tak ada jawaban.


Amira mengambil inisiatif untuk mencari jalan keluar. Setelah berputar-putar, akhirnya Amira bisa membuka pintu masuk ke dalam ruangan. Setidaknya, dia tidak akan kedinginan lagi.


Di dalam ruangan hanya remang-remang karena lampu sudah dimatikan. Hanya ada penerangan dari luar ruangan yang menembus jendela kaca.


Amira tidak akan menunggu di sana lebih lama lagi. Entah apa yang terjadi dengan Leon sehingga tidak kembali. Berharap tidak terjadi hal buruk padanya.


Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki beberapa orang penjaga. Amira tertegun, langkah itu semakin dekat. Tidak ada celah untuknya untuk bersembunyi.


Baru saja Amira akan melangkah pergi, sebuah tangan menariknya ke sebuah sudut. Sosok yang menariknya itu sangat dekat. Membuat Amira harus menahan napas.


Beberapa penjaga telah melewati mereka tanpa curiga sedikit pun. Suasana tidak begitu terang sehingga Amira tidak bisa melihat dengan jelas wajah sosok yang menarik tangannya. Yang pasti, jantungnya tak berdegup sama sekali.


"Leoon ...," bisik Amira.


"Diamlah! Mereka kembali lagi," ujar sosok itu.


"Leoon!" panggil Amira cukup keras setelah yakin kalau sosok itu adalah Leon.


Seorang penjaga mendengar suara Amira.


"Ada apa?" tanya penjaga yang lain.


"Aku mendengar suara!" jawabnya seraya berjalan menuju sudut di mana Amira bersembunyi.


Amira pasti akan ketahuan oleh penjaga itu. Namun, ketika penjaga itu sampai, tidak ada siapapun di sana.


"Tidak ada siapa-siapa! Tadi aku jelas mendengar suara perempuan!"

__ADS_1


"Aakh! Mungkin hanya angin atau ..., ada makhluk astral di sini," ujar penjaga yang lain dengan suara gemetar.


"Bisa jadi, suara tadi kalau bukan manusia ya mungkin kuntilanak. Haaaaa!" ujar penjaga itu sambil mengagetkan kawannya.


"Hiiii, aku takut tauu!" ujar penjaga itu mirip anak kecil. Spontan kawan-kawannya tertawa terpingkal-pingkal begitu melihatnya.


"Leoon! Kenapa lama sekali kamu kembalinya?"


Amira langsung mencak-mencak begitu Leon membawanya sampai ke luar gedung. Leon hanya cengengesan.


"Salahmu sendirilah! Kenapa meninggalkan tempat semula? Aku jadi bingung mencarimu ke mana-mana!" kilah Leon yang tak mau disalahkan.


"Kamu tuh perginya yang kelamaan. Aku bisa mati kedinginan kalau tidak masuk ke dalam gedung!" ujar Amira lagi sambil memasang wajah cemberut.


"Iya-iya, maafkan aku ya, Sayang. Mana senyuman manismu? Aku kangen ...," ucap Leon seraya memeluk kekasihnya yang sedang merajuk itu.


Kalau Leon sudah begitu, amarah Amira langsung lenyap seketika.


"Jangan tinggalkan aku lagi, ya!"


"Iya, Sayangku. Eeem, ada seseorang yang harus kamu temui!"


"Seseorang? Siapa?" tanya Amira ingin tahu.


"Hai, Amira. Apa kabarmu?"


Sebuah bayangan muncul dari kegelapan. Amira tertegun begitu wajahnya terlihat jelas. Dia adalah seseorang yang dikenalnya.


"Anna?"


***

__ADS_1


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Gimana kisah Amira selanjutnya ya, kepoin terus yaaa ❤❤❤❤❤


__ADS_2