
***
Andrian merasakan seluruh tubuhnya bergetar. Sebagian dirinya ingin menuntaskan semua dendam dan sebagian lain menyadari dirinya hampir membunuh ayahnya sendiri.
Laki-laki tua berpakaian serba putih yang merupakan arwah leluhur Manusia Harimau itu mendekati Andrian dan menyentuh bahunya. Seketika, tubuh Andrian berhenti gemetar. Penglihatannya menjadi gelap kemudian melihat sosok perempuan biasa yang cantik.
Perempuan itu memakai gaun berwarna putih bergaya eropa dengan rambut tergerai dan mahkota bunga di atas kepalanya. Senyumannya mengembang ketika seseorang datang. Dia adalah Tuan Alex.
Mereka pun menikah dengan disaksikan ayah perempuan itu. Bumi dan langit menjadi saksi cinta mereka. Tak lama, seorang vampir lain datang. Dia jatuh cinta dengan perempuan itu dan menculiknya. Dia adalah Christian. Yang selama ini mengaku ayah kandung Andrian.
Ternyata perempuan itu hamil. Christian berniat menikahinya setelah bayi yang dikandungnya lahir. Perkembangan kehamilan bayi itu sangat cepat karena masih ada darah vampir.
Sebulan kemudian bayi laki-laki itu lahir. Seminggu setelahnya, saat hari pernikahan, perempuan itu memilih mengakhiri hidupnya.
Christian sangat menyesal karena terlambat mengetahuinya. Perempuan itu menyayat pergelangan tangannya dengan pisau. Christian berusaha menjadikannya sebagai vampir agar bisa tetap hidup. Tapi, semua sia-sia. Perempuan itu mati kehabisan darah.
Karena rasa bersalah, jasad perempuan itu dikembalikan kepada Alex. Tapi, Christian bisa membawa kabur anak yang tidak pernah diketahui Alex. Anak itu adalah Andrian.
Pandangan visual itu pun selesai. Andrian terduduk lemas. Dia menyadari kalau perempuan itu adalah ibunya dan ayahnya bukanlah Christian melainkan Tuan Alex.
"Sekarang tolonglah ayahmu dengan darahmu sendiri. Karena darahmu itu obat baginya!" ucap kakek itu sebelum sosoknya kembali menjadi harimau putih dan menghilang.
Andrian melihat Tuan Alex yang ternyata ayahnya sendiri masih tergeletak di atas tanah. Darah hitam mengalir dari luka di dadanya. Andrian tidak tinggal diam dan mendekati sosok ayahnya.
Dengan satu guratan, darah merah keluar dari pergelangan tangannya. Kemudian darah itu menetes tepat di dada Tuan Alex dan perlahan merasuk ke dalam tubuhnya. Sementara luka di tangan Andrian kembali tertutup dan kembali seperti semula.
Tak lama, mata Tuan Alex kembali terbuka. Dia menemukan Andrian ada di hadapannya.
"Anakku ...," bisiknya pelan seraya bangkit.
"Ayah, bagaimana keadaanmu? Maafkan aku, Ayah!" ujar Andrian dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja, Anakku. Terima kasih sudah menyelamatkanku dengan darahmu!"
Keduanya berpelukan. Pertemuan itu berakhir dengan kebahagiaan. Tidak ada yang tidak mungkin. Karena takdir bisa bersabar dan menunggu sampai saat yang tepat.
Leon bisa bernapas lega. Ayahnya sudah terlepas dari kematian dan menemukan putranya yang hilang. Masih ada sesuatu yang dicemaskannya.
"Amira ...," bisiknya pelan.
***
Amira terjaga dari tidur. Dia mendengar Leon memanggil namanya. Hampir tengah malam. Amira tak sadar sudah tertidur dan belum mengembalikan piring bekas makannya ke dapur.
Tidak ada siapapun di dapur dan ruangan lain. Rumah besar itu sangat sunyi dan sepi. Sangat kebetulan! Amira harus masuk ke pintu rahasia itu sekarang juga.
Perlahan, Amira mendekati pintu yang menuju ke ruang bawah tanah. Dia pun memegang gagang pintu dan siap membukanya.
"Amira!"
"Andrian?!"
Andrian tersenyum.
"Ya! Aku Andrian. Apa kamu baik-baik, aja?"
"Aku baik-baik, aja. Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Tentu saja aku mencarimu!" jawab Andrian singkat.
Amira masih penasaran. Yang dia tahu tidak sembarangan orang bisa masuk ke rumah itu.
"Tentu saja, aku bisa masuk. Ini adalah rumah ayahku!" jawab Andrian hanya dengan membaca pikiran Amira.
__ADS_1
"Rumah Ayahmu?!"
Andrian tertawa kecil.
"Jangan berekspresi seperti itu. Aku jadi takut! Aku akan menceritakannya nanti. Ayolah, kita harus kembali. Hari ini kita akan pulang!" jelas Andrian.
"A-aku tidak akan ke mana-mana! Aku harus bertemu dengan seseorang."
Andrian menarik napas. Dia tahu siapa yang dimaksud Amira.
"Apakah dia itu Leon?"
"Ya! Aku harus bertemu dengan Leon."
"Apa setelah bertemu dengannya, kamu mau ikut denganku?"
Amira terdiam sejenak, kemudian mengangguk pasti.
"Ayah, izinkan aku bertemu dengan Leon!" ucap Andrian lewat telepati.
"Apa kau bersama gadis itu, Kekasih Leon?" tanya Tuan Alex yang beristirahat di kamar untuk memulihkan kesehatannya.
"Iya, Ayah. Amira bersamaku. Aku adalah separuh vampir dan anakmu juga. Aku akan ikut bertanggung jawab bila diperlukan!"
"Baiklah! Lihatlah apakah kau bisa melepas jeruji yang disegel para vampir putih!"
"Baik, Ayah!"
Amira tertegun. Wajah Andrian lebih tenang dari biasanya. Dia memanggil Tuan Alex dengan sebutan ayah. Apakah dia vampir juga?
***
__ADS_1
Hai gengs, makasih ya sudah mampir, ikuti terus kisah Amira dan Leon ya, kapan mereka bertemu kembali ya hehe ❤❤❤❤❤