PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 63. PELUKAN YANG MELULUHKAN HATI


__ADS_3

***


"Jangan biarkan Leon keluar dari rumah!"


Ucapan Tuan Alex kembali Casandra dengar lewat telepati.


"Leon sudah keluar dari kerangkeng, Ayah. Amira masih tak sadarkan diri. Aku tak mengira Leon tidak memangsanya!"


Tuan Alex menyadari peristiwa itu akan terjadi karena dulu mengalami hal yang sama. Dia memilih pergi daripada memangsa Mawar. Tapi, akhirnya dia kembali lagi karena cinta yang sudah menuntunnya.


"Hentikan, Leon! Jangan pergi. Ini aku, Casandra. Aku adalah saudarimu!"


Makhluk setengah kelelawar itu menggeram. Dia tidak mengenali Casandra. Dengan sekali kibasan, dia membuat Casandra terlempar.


Casandra tidak sempat menahan serangan Leon. Ternyata kekuatan Leon menjadi bertambah besar karena tidak bisa menahan rasa hausnya.


"Leon sudah keluar, Ayah. Kekuatannya bertambah besar. Dia bisa melewatiku dengan mudah!" ucap Casandra dengan telepati.


Tuan Alex sudah menunggu Leon tepat di depan rumah. Saatnya telah tiba. Dia akan menerima hukuman meski dari tangan puteranya sendiri.


Tak lama, Leon muncul. Dia juga tidak mengenali Tuan Alex. Bau darah dari kandang sapi membuat konsentrasinya buyar.


"Kembalilah ke dalam, Leon. Aku akan memberikan darah untukmu!"


Leon tidak bisa mendengarkan ayahnya lagi. Dia malah membalikkan badan dan mencari arah bau darah yang diciumnya.


Dalam sekejap, Tuan Alex menghalangi Leon ketika dia mau pergi. Leon menggeram penuh kemarahan dan menyerang ayahnya.

__ADS_1


Sebisa mungkin Tuan Alex menangkis setiap serangan Leon. Berburu waktu sampai fajar menyingsing dan matahari akan membuat Leon menjadi lemah, begitu juga dengan dirinya.


Casandra segera mendekati Amira yang masih tak sadarkan diri.


"Bangunlah, Amira! Leon melarikan diri!" ujarnya sambil menggoyangkan tubuh Amira.


"Di mana Leon? Kenapa dia tidak menghisap darahku?" tanya Amira ketika sudah terjaga.


"Entahlah! Sepertinya dia masih mengenalimu. Ayolah! Ayah berusaha menahan Leon. Sebentar lagi pagi akan datang. Matahari akan membuat Leon lemah tapi Ayah juga akan merasakan hal yang sama!" ungkap Casandra.


Amira berusaha untuk berdiri meski masih sedikit pusing.


"Peganglah tanganku. Aku akan cepat membawamu keluar dari tempat ini!"


Amira mengikuti instruksi Casandra. Baru saja tangannya memegang tangan Casandra, dia sudah berada di luar rumah.


Leon mendekati Tuan Alex yang masih terbaring lemah. Dia pun mengangkat tangannya tinggi siap mencabik tubuh ayahnya.


"Hentikan, Leon. Tuan Alex adalah ayahmu!" teriak Amira.


Sesaat Leon menoleh. Dia melihat sosok yang mulai diingatnya. Matanya yang kembali merah pun meredup dan menjadi biru.


Dengan tertatih, Amira berjalan mendekati Leon.


"Kemarilah, Leon! Peluklah aku!"


Leon kelihatan kebingungan. Rasa hausnya semakin menjadi. Sebagian hatinya terikat dengan Amira dan tidak bisa meninggalkannya.

__ADS_1


Amira segera memeluk Leon meski masih berwujud mahkluk kelelawar yang menakutkan. Airmatanya tumpah, akhirnya bisa memeluk kekasihnya. Pelukan penuh cinta Amira kembali meluluhkan hati Leon.


"Terima kasih, Leon. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. Aku mencintaimu!" ucap Amira seraya memeluk kekasihnya itu lebih erat.


Leon sudah mengenali kekasihnya. Rasa hausnya perlahan menghilang. Semua kemarahan di dalam dirinya pun ikut sirna.


"Bawalah Leon masuk ke dalam kerangkeng lagi, Amira!" ujar Tuan Alex yang sudah kembali pulih.


"Iya, Amira. Maafkan aku karena hampir membuat nyawamu hilang!" ucap Casandra yang juga merasa bersalah. Kekerasan hatinya hampir membuat Amira dalam bahaya.


"Tidak! Aku akan menemani Leon memenuhi rasa hausnya. Aku berjanji akan membawanya kembali pulang!"


Amira sudah mengambil keputusan. Dia tidak akan meninggalkan Leon sendirian lagi. Dia akan selalu ada meski Leon masih dalam wujud berbeda.


"Apakah kamu bisa memenuhi janjimu, Amira? Andrian akan segera tiba dengan ketua vampir putih. Aku tidak tahu apa yang terjadi kalau Leon tidak ada!"


Tuan Alex merasa tenang karena Leon mengikuti kata-kata Amira. Tapi dia masih sedikit khawatir jika ketua vampir putih tahu Leon melarikan diri.


"Saya berjanji, Tuan. Meski Leon belum sepenuhnya kembali ke wujudnya semula. Saya yakin kami masih saling terkait dan tidak bisa dipisahkan," janji Amira.


"Biarkan mereka pergi, Ayah. Aku percaya Amira akan membawa Leon kembali pulang!"


Amira menggandeng Leon meninggalkan tempat itu. Entah ke mana mereka akan pergi. Amira hanya tahu, apa pun yang terjadi, mereka akan selalu bersama.


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Akhirnya Amira bisa bersama Leon lagi meskipun masih berwujud mengerikan. Apa yang terjadi selanjutnya ya? Kepoin terus ya, ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2