
***
Andrian sangat senang setelah mendapatkan seekor rusa tak jauh dari tempat dia meninggalkan Nona Annastasia. Dia sengaja tidak membunuh rusa itu agar darahnya bisa dinikmati Nona Anna
Namun, alangkah terkejutnya Andrian ketika tidak menemukan ketua vampir putih itu di tempatnya semula.
"Ke mana perginya Nona Annastasia? Hutan ini sangat luas, apa dia bisa menemukan jalan kembali ke sini?" pikirnya sambil membuang pandangan ke seluruh penjuru hutan.
Setelah beberapa lama menunggu, Andrian mulai cemas. Dia mencoba mencari Nona Annastasia dan mengikat rusa yang tadi dibawanya.
Matahari semakin meninggi dan udara semakin panas. Andrian memikirkan keadaan Nona anna. Vaksin ekstrak bunganya hampir habis. Dia pasti akan merasakan kepanasan.
Tak lama kemudian, Andrian keluar dari rimbunnya hutan. Suara air terjun mulai terdengar dan menuntun jalannya. Dia sangat terkejut begitu melihat pemandangan indah di depan mata. Bunga aneka warna menghampar di sepanjang jalan menuju ke air terjun.
Sesosok bayangan juga tengah asyik menikmati pemandangan di tempat itu. Bahkan dia menghisap nektar yang ada di dalam bunga. Dia adalah Nona Annastasia.
Andrian membiarkan vampir cantik itu menikmati bunga-bunga dengan caranya sendiri.
Nona Anna menoleh ke arah Andrian setelah menyadari keberadaannya. Dia pun segera menghampirinya.
"Maafkan aku! Kamu pasti mencariku, ya?" tanya Nona Anna dengan sedikit rasa bersalah.
"Tidak! Aku kebetulan ke tempat ini juga. Sepertinya Nona sangat menikmati berada di sini. Jadi, aku tidak ingin mengganggu!" sanggah Andrian.
Nona Anna tersenyum. Dia tahu apa yang dipikirkan Andrian. Tapi, dia memilih untuk menyembunyikan semua kecemasannya.
"Apa kamu takut aku pergi?"
"A-apa maksud Nona?" Andrian pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"Aku tahu, sepanjang jalan kamu tidak menghiraukanku. Begitu aku pergi, pasti kamu cemas juga!"
"Ya, mungkin sedikit. Aku yakin Nona sangat pintar. Tidak mungkin menghilang begitu saja!"
Nona Anna menarik napas panjang.
"Bersabarlah sedikit lagi! Aku akan pergi setelah menemukan saudara kembarku!"
Andrian terdiam. Dia mulai terbiasa dengan kehadiran Nona Anna. Entah bagaimana ketika dia pergi dan mereka akan kembali pada kehidupan masing-masing.
"Terima kasih, Andrian. Kau tahu alasanku meninggalkan kastil. Alasan yang tidak terlalu penting bila dibandingkan dengan keperluanmu. Namun, hal itu sangat berarti bagiku!"
Andrian menatap Nona Anna lekat. Mencoba mencari sesuatu dari mata birunya.
"Ada apa? Jangan-jangan ..., kamu jatuh cinta padaku, ya?"
"Jangan bercanda, Nona. Sudahlah! Terserah kalau Nona mau di sini terus. Aku akan memanggang rusa yang tadi aku dapatkan. Sayang, darahnya terbuang percuma!"
"Hei! Aku sangat suka darah rusa. Rasanya manis sekali. Jangan buang! Untukku saja."
Andrian hanya tersenyum. Nona Anna langsung mengikutinya tanpa diminta.
Dalam sekejap, Nona Annastasia menghabiskan darah rusa yang diberikan Andrian. Wajahnya yang pucat menjadi segar kembali. Matanya yang sebiru langit berbinar ceria.
Tanpa sadar, Andrian menatap Nona Anna tanpa berkedip. Perlahan merasakan debar yang tak pernah dirasakan sebelumnya. Apakah dia sudah jatuh cinta dengan ketua vampir putih itu?
***
Amira menggandeng Leon pulang ke rumah. Meski pakaian Leon compang camping tapi wajah tampannya sudah kembali seperti semula.
__ADS_1
Tuan Alex dan Casandra menyambut kedatangan mereka di depan rumah. Mereka sangat senang karena Leon sudah berubah wujudnya kembali seperti dulu.
"Aku senang karena percaya padamu, Amira. Syukurlah Leon bisa kembali lagi!"
"Terima kasih sudah percaya padaku, Casandra. Kami sudah terikat dan tidak akan terpisahkan lagi!"
"Benar! Kami sudah terikat sangat erat. Bahkan sudah sangat siap untuk melaju ke pernikahan!" sergap Leon.
Amira melotot. Dia tidak menyangka Leon akan mengatakan soal pernikahan.
"Leooon! Jangan ngomong sembarangan."
"Memang benar, kok. Apa kamu gak mau menjadi pengantinku?"
"Hhmmm, aku mau. Tapi tidak sekarang! Aku belum lulus kuliah."
"Aku kan gak bilang sekarang!"
"Makanya jangan ngomong soal pernikahan. Tahun ini kamu harus lulus juga! Apa mau mengulang lagi?"
"Aku akan memikirkannya! Bagaimana kalau kita satu kelas, ya?"
"Leooon!"
Keduanya terus berdebat yang tak akan ada selesainya. Mungkinkah pernikahan itu akan segera terjadi!
***
Hai gengs, makasih ya sudah mampir, ikuti jalan ceritanya terus ya, apakah akan ada pernikahan vampir? Tunggu tanggal mainnya ya hehe ❤❤❤❤
__ADS_1