
***
Akhirnya, Andrian bisa bertemu dengan ketua vampir putih juga. Mereka mengadakan sidang dan Andrian harus hadir untuk mengutarakan maksud kedatangannya.
"Masuklah! Ketua sudah menunggu!" ujar seorang vampir laki-laki bertubuh tinggi besar.
Andrian mengangguk dan mengikutinya. Tak berapa lama, mereka memasuki ruangan. Ternyata sudah banyak vampir putih di dalam ruangan itu. Andrian berjalan pelan melewati mereka.
Para vampir putih hanya memerhatikan Andrian. Tapi, pikiran mereka tetap saja saling bicara lewat telepati.
"Dia separuh manusia dan separuh vampir!"
"Vampir lemah!
Andrian menarik napas panjang, berusaha tetap fokus dan tidak mendengarkan suara-suara mereka. Di mana pun, mereka akan selalu menganggapnya bukan siapa-siapa karena hanya separuh vampir.
Sesampainya di depan singgasana, Andrian sangat terkejut. Dia melihat gadis muda yang ditemuinya itu sedang duduk di kursi singgasana. Jadi, Annastasia adalah ketua vampir putih? Andrian merasa hatinya bergetar. Teringat perlakuannya terhadap Annastasia.
"Ini adalah Andrian, Nona Anna. Dia akan memperkenalkan dirinya secara resmi!" ujar vampir laki-laki yang membawa Andrian.
"Sa-saya adalah Andrian Putra Alexander, Nona. Anak separuh manusia dan separuh vampir!"
Annastasia tersenyum. Dia tahu Andrian tidak mengira kalau dialah ketua vampir putih sebenarnya. Tapi, Andrian mampu menguasai dirinya dengan baik.
"Baiklah! Katakan apa keingìnanmu!"
"Saya meminta Nona mencabut hukuman kepada saudara saya Leonardo. Kondisinya sangat mengkhawatirkan karena sudah dikurung dalam kerangkeng yang disegel selama satu purnama. Dia tidak meminum setetes darah sedikit pun!"
__ADS_1
"Aku kira, Leonlah yang ingin menggantikan ayahmu. Kami tidak pernah memaksakannya. Hukumannya sudah jelas!"
Andrian menatap Annastasia lekat. Sikapnya sangat berbeda dengan gadis yang ditemuinya di taman. Andrian merasa harus lebih sabar menghadapinya.
"Sekarang, tugas sayalah untuk menggantikannya. Karena saya adalah keturunan langsung dari Tuan Alex."
Para vampir sedikit riuh. Mereka mulai memikirkan kebenaran ucapan Andrian.
Tiba-tiba, datang seorang vampir dengan terluka parah. Suasana semakin menegangkan.
"Nona, tolong saya. Makhluk di ruang bawah tanah memberontak. Dia berusaha membuka segel dan berhasil melukai saya!"
"Seharusnya kamu lebih berhati-hati. Kelemahan kita adalah sulit sembuh bila terluka karena meminum ekstrak bunga agar bisa berjalan di bawah cahaya!"
"Dia adalah vampir yang sudah dikurung cukup lama. Kekuatannya jauh lebih besar walaupun tidak sadarkan diri!" ujar laki-laki itu yang langsung terjatuh di atas lantai.
"Sebaiknya bawa dia keluar dari tempat ini! Berikan dia pengobatan maksimal!" ujar Nona Annastasia lagi.
"Tunggu!" ujar Andrian, "saya akan mencoba mengobatinya," katanya lagi.
Tanpa menunggu waktu lama, Andrian menggores tangannya dan darah segar pun mengalir.
Para vampir sangat terkejut. Mereka semakin tak menentu ketika mencium bau darah. Mereka mendekati Andrian untuk memenuhi rasa ingin tahu atau darahnya yang begitu menggoda.
Andrian memberikan darahnya yang menetes ke luka vampir itu. Seketika luka itu pun menutup. Semua vampir sangat terkejut.
"K-kau ... adalah Sang Penyembuh!" ujar Nona Annastasia sedikit terpana.
__ADS_1
Andrian mendongak. Dia tak tahu apa sebutan untuknya. Yang dia tahu, darahnya pernah membangkitkan Sang Ayah dari kematian.
***
Casandra terduduk lemas. Dia tak mampu berkata apa-apa setelah melihat Leon dengan kondisi yang sangat mengerikan sekaligus menyedihkan.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Segel itu bisa membuat kita hancur. Hanya ada satu orang yang bisa melewatinya!" ujar Tuan Alex yang menyalakan perapian dengan tangannya sendiri. Kemampuan vampirnya sudah hampir hilang. Biasanya dia bisa menyalakan tungku perapian itu hanya dengan menjentikkan jarinya.
"Siapa dia, Ayah?"
"Dia adalah Amira, kekasih Leon. Entah bagaimana dia bisa tidak terpengaruh dengan segel itu. Bisa jadi karena ada kekuatan cinta di dalam dirinya," ungkap Tuan Alex lagi.
"Amira? Apa dia sudah bertemu dengan Leon?"
"Amira sudah datang ke sini dan bertemu Leon. Dia bisa memegang jeruji kerangkeng dan Leon malah tak sadarkan diri. Tapi, kalau dia masuk ke dalam kerangkeng, aku takut Leon akan melukainya!"
Casandra terdiam. Di dalam kepalanya berkecamuk berbagai pertanyaan. Tiba-tiba, dia berdiri setelah mempunyai jawaban.
"Aku akan membawa Amira menemui Leon lagi!" ujar Casandra seraya berjalan keluar.
"Jangan, Casandra!" teriak Tuan Alex tapi Casandra sudah tidak kelihatan.
Hari itu juga, Casandra akan membawa Amira menemui Leon. Apapun akan dia lakukan agar Leon tidak menderita lagi.
***
Hai gengs, makasih ya sudah mampir, maaf agak telat karena sedikit kesibukan, ikuti terus kisah Amira dan Leon ya ... ❤❤❤
__ADS_1