
***
Akhirnya Annabella mendapatkan narkoba dari Johan. Di sudut gedung tinggi yang gelap, dia menikmati narkoba itu sendirian. Jarum suntik pun siap menusuk kulitnya yang semakin pucat. Esok hari, Annabella akan jauh lebih baik dan tidak takut lagi dengan matahari.
"Akhirnya aku menemukanmu juga, Annabela!"
Tiba-tiba Casandra muncul sebelum jarum suntik itu menusuk pergelangan tangannya.
"Apa yang kau lakukan di sini? Pergilah! Jangan ganggu aku!" teriak Annabela yang tidak senang dengan kemunculan Casandra.
"Kau mengingatkanku pada diriku sendiri. Dulu aku memilih jalan hidup yang salah dan ternyata malah mendekatkanku ada kematian. Beruntung masih ada Leon yang selalu menjagaku. Kau seharusnya bersyukur masih memiliki saudarimu yang selalu mencemaskanmu. Pulanglah bersamaku! Saudarimu itu sangat mengkhawatirkanmu!"
"Hhmmm, aku tidak suka dengan orang munafik. Annastasia mencemaskanku hanya karena posisinya sebagai ketua vampir. Kalau tidak dalam posisi itu, dia tidak akan mencariku!"
"Annabella! Seharusnya kau tahu isi hati saudarimu yang sangat tulus. Aku tidak mau tahu! Kau harus pulang bersamaku!"
"Kalau aku tidak mau, kau mau apa? Memaksaku?"
"Aku akan melakukannya jika diperlukan!"
Casandra harus memaksa Annabella pulang bagaimana pun caranya.
"Aku sangat benci orang sepertimu. Baiklah! Bawa aku pulang jika kau bisa melawanku!"
__ADS_1
Seketika Annabella berubah menjadi vampir. Wajah cantiknya menjadi sangat mengerikan begitu juga Casandra yang sama kerasnya.
Hanya saja kekuatan Casandra tidak seperti dulu karena sudah mengurangi minum darah binatang. Dia mengikuti saran Annastasia untuk mengkonsumsi ekstrak bunga agar bisa berjalan di dunia terang.
Pertarungan itu tidak bisa dihindari. Bulan berubah pucat menyaksikan pertempuran dua vampir perempuan itu.
***
Andrian sudah sampai di depan rumah Amira. Dia tidak merasakan kehadiran Annabela di sana. Tidak afdol kalau tidak menemui Amira untuk sekadar menyapa.
Tapi, Amira terlihat sedang bersama Wijaya. Mereka kelihatan sangat akrab. Andrian memang sudah memutuskan melupakan perasaannya kepada Amira. Tapi tetap saja, ada sesuatu di dalam hatinya begitu melihat Amira bersama orang lain. Apalagi ketika teringat perkataan Annastasia kalau Wijaya akan menjadi keluarga Amira.
"Mas Andrian? Ada apa ke sini?" tanya Amira begitu melihat Andrian.
"Gak gitu juga, sih. Aku takut ada hal penting aja. Apa Mas datang bersama Leon?"
"Hadeeh! Leon lagi. Dia sedang pulkam untuk menemui ayah. Kalian kan sebentar lagi mau jadi pengantin! Kenapa juga kamu malah jalan sama orang lain?" sindir Andrian sedikit bercanda.
"Aakh! Aku bukan orang lain, kok. Iya kan, Amira?" sambut Wijaya.
Amira langsung mengangguk.
"Iya, Mas. Abang Wijaya adalah kakakku seperti juga Mas Andrian!" jawab Amira lugas.
__ADS_1
"Baiklah! Eemm, ada yang ingin aku bicarakan dengan Wijaya. Boleh, kan?"
"Ada apa denganku? Apa kamu mau duel?" tanya Wijaya yang sedikit penasaran.
"Kalau duel catur gak kenapa-napa, kan?"
"Malam-malam begini main catur?" tanya Amira yang masih cemas kalau mereka akan berduel beneran.
"Lebih bagus malam. Iya kan? Seperti pertempuran beneran!" jawab Andrian yang malahan memanasi Amira.
Amira terpaksa melepaskan Andrian dan Wijaya meski masih cemas. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi tapi Andrian tidak mau mengatakan di depannya.
"Annabella menghilang? Biarkan saja. Aku merasakan hawa jahat dari dalam dirinya!" sungut Wijaya begitu Andrian menceritakan soal menghilangnya Annabella.
"Aku tidak mau melihat Annastasia cemas. Dia merasa saudarinya itu akan melakukan hal buruk lagi!" jelas Andrian.
"Mereka pasti terhubung karena saudara kembar. Baiklah! Karena Nona Annastasia orangnya baik, aku akan ikut membantu!" jawab Wijaya yakin dengan keputusannya.
Andrian sedikit lega karena Wijaya mau membantunya. Dia hanya memiliki setengah kekuatan vampir sehingga tidak bisa melacak keberadaan vampir lain. Sementara Wijaya bisa melakukannya sebagai manusia harimau.
Malam itu akan terasa panjang. Di lain tempat, Casandra dan Annabella masih bertempur. Mereka sama-sama keras dan tidak akan berhenti sampai lawannya mengalah. Entah siapa yang akan menyerah.
***
__ADS_1
Hai gengs makasih ya sudah mau mampir. Ada aja kejadian sebelum pernikahan Amira, semoga aja akan indah pada akhirnya. Iya kan gengs ❤❤❤❤❤