PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 83. HAPPY ENDING


__ADS_3

***


Amira sangat tahu Leon tidak akan menolongnya. Dia harus berusaha untuk menolong dirinya sendiri. Entah apa yang dilakukan Lusi. Amira sudah siaga dengan sepotong kayu di tangannya.


"Aku rasa jebakanku dengan makhluk gaib itu tidak akan berhasil. Makanya aku akan melakukannya dengan cara kasar. Kau tahu Amira, sekian lama menahan dendam ini membuat hatiku menjadi hitam. Kini, aku akan melihatmu menderita dengan mata kepalaku sendiri!" ungkap Lusi dengan berapi-api.


"Tapi, Lus. Kenapa kamu juga memusuhiku? Kita berteman cukup lama. Bahkan sudah seperti saudara!" ujar Nania yang tidak mengerti dengan sikap Lusi kepadanya.


"Saudara? Itu yang kamu pikirkan. Kau! Adalah duri dalam daging. Bahkan ketika Gisella masih hidup, kamu hanya sebagai pion. Kamu itu bukan siapa-siapa, Nania!"


Nania merasa hatinya sangat terpukul mendengar pengakuan Lusi. Ternyata, pikirannya salah selama ini.


"Sudahlah! Sekarang kalian akan menikmati pertunjukan selanjutnya!" ujar Lusi seraya memberi kode kepada orang-orang bayarannya.


Orang-orang berbadan besar itu mengerti tanda yang ditunjukkan Lusi. Mereka mengambil beberapa galon berisi air dan cat yang siap disiram ke arah Amira dan Lusi.


Ternyata itulah yang akan dilakukan Lusi. Mereka akan menyiram Amira dan Nania dengan cat bukan memukulinya.


Amira tidak tahu harus berbuat apa karena tidak mengira Lusi akan melakukan hal yang sama seperti di acara ulang tahun Gisella dulu.


"Bagaimana, Mir. Mereka akan menyiram kita dengan cat!"


"Iya, Na! Tidak ada cara lain. Kita akan berlari secepat mungkin!"


Amira dan Nania sudah bersiap untuk kabur. Orang-orang bayaran Lusi juga siap menyiram mereka dengan cat.


Namun, di saat yang tepat. Dua bayangan muncul dan menghancurkan galon berisi cat itu. Otomatis, cat itu malah menyiram orang-orang bayaran Lusi. Amira dan Nania sangat terkejut begitu juga Andrew yang masih bersembunyi di belakang kardus.

__ADS_1


"Bodoh! Apa yang kalian lakukan?!" Lusi naik pitam melihat orang-orang bayarannya malah menyiram cat kepada diri mereka sendiri.


Dua bayangan itu hanya tersenyum melihat kekacauan. Amira menatap mereka lekat. Wajah mereka tidak begitu jelas karena diterpa sinar matahari dari atap yang transparan.


Beberapa saat kemudian, Amira tersadar siapa dua bayangan itu. Mereka adalah Leon dan Casandra yang memakai kostum vampir. Tapi ..., bagaimana mereka tidak terpengaruh dengan sinar matahari sedikitpun?


"Leon? Casandra? Bagaimana kalian bisa ke sini?" tanya Amira keheranan.


"Nanti aku akan ceritakan, Sayang. Sekarang, waktunya memberikan pelajaran kepada orang-orang itu!"


"Iya, Amira! Kamu tenang saja. Mereka harus mendapatkan balasan setimpal!"


Leon dan Casandra kembali bergerak dengan sangat cepat sehingga tidak bisa terlihat dengan mata manusia biasa.


Andrew sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Ternyata, Leon memang bukan manusia biasa. Sampai kapanpun dia tidak akan bisa menyaingi Leon. Perlahan, Andrew memilih untuk meninggalkan tempat itu. Tidak ada alasan lagi untuk melihat kejadian akhirnya. Karena Andrew tidak mau ikut campur dengan apa yang dilakukan Lusi.


Lusi tidak bisa berbuat apa-apa lagi, melihat orang-orang bayarannya jadi bulan-bulanan Leon. Dia memilih bersembunyi di balik tumpukan kardus. Tak perlu waktu lama, mereka pun tak berdaya.


"Iya, Na. Tolong rahasiakan, ya. Aku percaya padamu!" jawab Amira yang percaya dengan Nania.


"Iyalah, Mir. Aku gak akan bilang siapa-siapa. Tapi, Lusi?"


"Aku yakin setelah ini Lusi tidak akan melakukan apapun lagi. Aku juga tidak menyangka Leon muncul. Banyak yang harus aku tanyakan padanya!"


"Ayolah, kita keluar dari tempat ini, Sayang. Karnavalnya sebentar lagi akan dimulai!" ucap Leon setelah membuat orang-orang bayaran Lusi pingsan dan tak berdaya.


"Tapi, kami belum sempat mendaftar di panitia acara!" ujar Amira.

__ADS_1


"Tenanglah! Tidak perlu mendaftar. Aku sudah tahu siapa pemenangnya yaitu kamu, Sayang!"


Leon mengulurkan tangan dan mendekap Amira dalam.pelukannya. Mereka pun menghilang dalam sekejap.


"Bagaimana kamu bisa berjalan di dunia terang, Leon?"


"Andrian dan ketua vampir putih yang memberitahukan kami rahasia itu. Mulai sekarang kita bisa bersama setiap waktu, Sayang!"


"Apa kamu akan mengajakku ke pantai?"


"Kemana pun yang kamu inginkan, Sayang!"


Kini bagi Leon, dunia terang bukan dunia menakutkan lagi. Karena bisa bersama Amira untuk selamanya.


***


"Hei! Kamu mau kabur ke mana?"


Lusi yang akan kabur, kepergok salah seorang laki-laki yang sudah disewanya.


"A-aku harus pergi dari sini! Kalian kan aku sudah bayar!"


"Tapi, kamu juga harus merasakan yang kami rasakan, Nona!" ujar laki-laki itu sambil melemparkan galon berisi cat ke arah Lusi.


"Aaaagh!"


Otomatis, cat itu mengguyur seluruh tubuh Lusi. kejadian itu cukup untuk membayar semua kejahatannya.

__ADS_1


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Oh iya Happy new year ya gengs, moga tahun ini membawa keberkahan dan kesehatan tuk gengs semua. Untuk sementara, Mimin mau rehat dulu ya gengs, moga gak lama-lama ya, salam kangen selaluuuu 💖💖💖💖💖


__ADS_2