
***
Setelah sampai di kamar, Amira tidak langsung tidur. Dia masih termenung menatap kegelapan dari jendela. Tak ada yang terlihat, hanya pepohonan yang bergoyang tertiup angin.
Perasaan Amira menjadi lebih peka setelah sering bertemu dengan vampir. Sedikit demi sedikit, dia bisa merasakan kehadiran makhluk kegelapan itu di dekatnya.
Amira sangat yakin, dari dalam kegelapan ada sepasang mata yang memerhatikannya. Tapi bayangan itu tidak dikenalnya. Bukan Casandra atau Andrian. Apalagi Leon yang jelas sedang berada di dalam kurungan.
Sebentar lagi! Amira hanya diam dan menunggu bayangan itu keluar. Maka dia akan tahu siapa sebenarnya bayangan itu.
Benar yang di duga Amira. Tak berapa lama, sebuah bayangan keluar dari kegelapan. Gadis itu sangat terkejut ketika menyadari siapa bayangan itu. Dia adalah Anna, kekasih Gerry, gembong narkoba yang sedang dicari Wijaya.
"Untuk apa Anna mengawasiku?" tanya Amira dalam hati.
Tiba-tiba, Anna menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Amira, seakan dia tahu apa yang dikatakannya.
"Aku akan bicara denganmu, Amira. Tapi tidak sekarang! Selamat beristirahat!"
Amira sangat terkejut bisa mendengar suara Anna di dalam pikirannya.
"Apa kamu vampir, Anna?" bisik Amira.
Tak ada jawaban. Bayangan Anna sudah menghilang di dalam kegelapan.
"Apa sebenarnya yang Anna inginkan dariku? Apa dia tahu soal Leon sejak lama? Siapa Anna sebenarnya?"
Malam itu, Amira tidak akan bisa tidur. Berbagai pertanyaan masih berkecamuk di dalam pikirannya.
Sampai akhirnya, Amira mengalah pada kantuk yang menyerang. Di dalam mimpi, Amira bertemu dengan Leon dengan rupa yang masih mengerikan.
"Ini aku, Leon! Kekasihmu. Aku sangat merindukanmu," ucap Amira seraya mendekati Leon.
Leon menggeram dan memperlihatkan taringnya yang tajam.
"Aku akan memberikan darahku untukmu. Jadikan aku vampir. Kita akan hidup bersama selamanya!"
Amira memeluk tubuh Leon yang menjelma menjadi binatang buas berwajah kelelawar.
Leon terus menggeram, mulutnya terbuka lebar dan siap menancapkan taringnya di leher Amira. Sedetik kemudian, peristiwa mengerikan terjadi.
__ADS_1
Amira sudah menyerahkan darah dan mengorbankan diri seutuhnya. Tak ada lagi yang diinginkan selain hidup dalam keabadian bersama kekasihnya. Kesakitan tak lagi menakutkan kecuali kepuasan yang tak ada tandingannya.
Seperti malam pertama sebagai pengantin. Amira merasakan disetubuhi Leon dengan darah yang membasahi setiap lekuk tubuhnya. Akhirnya, Amira menjadi milik Leon seutuhnya.
Hujan turun dengan sangat deras. Petir menggelegar dengan cukup kencang. Amira terjaga. Menemukan dirinya hampir setengah telanjang. Dia tak tahu apakah yang dirasakannya hanya mimpi karena yang kehadiran Leon sangat nyata.
Tak ada alasan lagi untuk menemui Leon sesegera mungkin. Amira sudah menemukan jawaban. Pengorbanan adalah jalan satu-satunya.
***
"Anna adalah vampir juga, Bang. Semalam dia mengikutiku sampai di rumah. Kami berkomunikasi dengan telepati dan dia mengakui siapa dirinya!" jelas Amira dihadapan Wijaya keesokan harinya.
"Aku memang sudah mencurigainya, pacarnya juga. Wajah Gerry tidak berubah meski sudah bertahun-tahun telah berlalu. Hampir sepuluh tahun, polisi mengejarnya. Sampai sekarang, wajahnya masih sama!"
"Apakah vampir ada yang menggunakan narkoba? Setahuku mereka tidak mau tubuhnya terkontaminasi dengan benda kotor!"
Amira mulai penasaran. Dia akan menanyakan Anna jika mereka bertemu lagi.
"Mungkin, vampir juga pernah merasakan menjadi manusia. Dia memerlukan sesuatu yang bisa membuatnya kembali menjadi manusia lewat narkoba!"
"Baiklah! Aku akan mencari Anna di tempat latihan balet. Mungkin dia ada di sana!"
Amira menunggu di tempat latihan balet, namun Anna tidak muncul juga. Hampir jam sembilan malam. Amira memutuskan untuk pulang karena takut ketinggalan bus terakhir.
Rembulan hanya muncul setengah. Malam jadi bertambah pekat. Amira bergegas berjalan melewati danau sebelum sampai di pintu gerbang.
"Amiraaa!"
Seketika Amira menghentikan langkahnya. Dia mendengar seseorang memanggil namanya.
"Siapa kau?"
Amira menoleh dan sangat terkejut ketika Casandra sudah berdiri di hadapannya.
"Casandra?"
"Iya, ini aku, Amira! Apa kabarmu?"
Sikap Casandra sangat berbeda. Sekarang dia jauh lebih ramah.
__ADS_1
"Aa-ku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"
"Aku tidak baik-baik saja, Amira. Apalagi Leon!"
Amira tertegun begitu mendengar ucapan Casandra. Setahunya dia pergi keluar negeri. Berarti dia sudah tahu keadaan Leon.
"Apa kamu sudah bertemu Leon?"
Casandra menatap Amira tajam seakan sedang membaca pikirannya.
"Apa kamu tidak memikirkan Leon? Dia sangat menderita dan kamu di sini sibuk dengan orang lain!"
"A-apa maksudmu?"
"Kamu tahu bagaimana keadaan Leon. Kamu juga tahu kamu bisa menjebol segel yang mengurung Leon. Lalu, mengapa kamu meninggalkannya?"
"Aku sudah mengatakan akan menolong Leon tapi dilarang Andrian. Sekarang dia sedang berusaha mencabut hukumannya!" bela Amira.
"Andrian? Mengapa kamu percaya dengan orang yang baru kamu kenal? Bahkan dia hampir membunuh ayahku!"
"Andrian adalah putera Tuan Alex. Aku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa persetujuan ketua vampir putih!" ungkap Amira.
"Sekarang ikutlah denganku! Kau bisa menolong Leon dengan darahmu!"
"Apa maksudmu, aku harus memberikan darahku semuanya?"
"Ya! Kalian terkait satu dengan lainnya. Darahmu akan menjadi obat untuk Leon!"
"Jika aku serahkan semua darahku, apa aku akan menjadi vampir juga?"
Casandra terdiam. Dia sangat tahu jawabannya.
"Ya! Kamu akan menjadi vampir!"
Amira tertegun. Mimpinya akan segera menjadi nyata dan hidup abadi sebagai vampir!
***
Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Ikuti terus kisah amira dan leon, ya. Apa Amira akan jadi vampir juga? Kepoin yuks ❤❤❤
__ADS_1