PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 49. RAHASIA YANG TERUNGKAP


__ADS_3

***


Tuan Alex hampir terjatuh karena peluru emas dari pistol Andrian berhasil menembus kulitnya. Bukan orang sembarangan yang bisa mengetahui rahasia para vampir.


"Kau! Christian sudah mendidikmu menjadi seorang pembunuh!" ucap Tuan alex sambil menutup lukanya dengan telapak tangan. Tetap saja, darah hitam terus mengalir.


"Seharusnya tidak seperti ini. Kami sudah hidup dengan tenang. Kaulah pembunuh itu!"


Andrian siap menuntaskan semua dendamnya. Sebentar lagi pembunuh ayahnya akan binasa.


***


Leon menggenggam erat jeruji kerangkeng yang mengurungnya. Para vampir putih sudah memberikan kekuatan kepada jeruji itu hingga tak bisa dihancurkan.


Pandangan vampir Leon melihat kejadian buruk yang menimpa ayahnya, Tuan Alex. Dia tidak bisa membantunya karena terkurung di tempat itu.


Ada satu jalan yaitu meminta pertolongan Wijaya. Namun, jarak mereka terlalu jauh. Leon berusaha menghubunginya lewat telepati.


"Wijaya ..., datanglah ke sini. Ayahku dalam bahaya. Aku tidak bisa membantunya karena berada di dalam kerangkeng vampir putih!" panggil Leon lewat telepati.


Tidak ada jawaban. Leon tidak berhenti sampai di situ. Dia kembali memanggil Wijaya.


"Wijayaaa, dengarkan aku!"


Angin membawa panggilan Leon melewati hutan dan gunung kemudian terbang ke angkasa dan menyebar ke seluruh penjuru.


Wijaya yang berada di kantor, sayup mendengar panggilan Leon. Dia segera keluar gedung agar bisa mendengarnya lebih jelas.


"Ini aku, Leon. Apa yang sedang terjadi?" ungkapnya menjawab panggilan Leon.


"Anak christian ada di sini. Dia melukai ayahku dengan peluru emas. Aku tidak bisa membantunya karena berada dalam penjara!" jelas Leon.


"Anak Christian? Bukannya dia ...."


Wijaya mendengar tentang anak separuh vampir. Dia bukanlah anak Christian melainkan anak Alex.


"Tempatmu terlalu jauh, Leon. Aku tidak bisa cepat sampai di sana. Tapi, Aku akan berusaha memanggil arwah leluhur Manusia Harimau!"


Wijaya kembali ke dalam kantor dan mencari ruangan yang sepi. Dia berusaha memanggil arwah leluhurnya, Manusia Harimau.

__ADS_1


Tak lama tubuh wijaya bersinar terang. Tembok putih di depannya berubah menjadi hutan lebat yang tak pernah tersentuh manusia. Dari dalam kegelapan, muncul beberapa harimau berwarna putih.


"Ada apa lagi kamu memanggil kami, wahai cucuku?"


"Maafkan cucunda yang sudah mengganggu ketenangan kakek luluhur. Kawanku membutuhkan pertolongan. Dia ada di dalam hutan dan cucunda tidak bisa ke sana karena terlalu jauh. Tolong bantu dia, Kakek Leluhur!"


"Kami tidak bisa membantu. Mereka punya masalah sendiri, Cucunda!"


"Tapi, Kakek Leluhur. Kalau tidak dibantu, akan ada pertumpahan darah ayah dan anak. Apa kita hanya tutup mata jika hal itu terjadi?"


Para arwah leluhur Manusia Harimau saling pandang. Mereka sepertinya mau mendengarkan ucapan Wijaya.


"Baiklah! Aku akan mengutus salah satu dari kami. Tapi hanya mencegah hal buruk terjadi!"


"Terima kasih Kakek Leluhur!"


Perlahan visual hutan lebat itu menghilang dan kembali menjadi dinding seperti semula. Cahaya di tubuh Wijaya juga ikut menghilang.


"Tenanglah, Leon. Arwah leluhurku akan datang membantu ayahmu!" ucap Wijaya lewat telepati lagi.


"Terima kasih, Wijaya. Maaf merepotkanmu."


"Bagaimana keadaan Amira? Apa dia ada di sana?"


"Ya! Amira di sini dan baik-baik saja. Tapi, kami belum bertemu!"


"Baiklah! Semoga tidak terjadi hal buruk menimpa ayahmu!"


"Terima kasih, Kawanku!"


Leon mengakhiri pembicaraan telepati itu. Dia berharap masih ada waktu sebelum pertumpahan darah itu terjadi.


***


Andrian menggenggam pistolnya erat. Sebenarnya dia tidak ingin menjadi pembunuh. Namun, bayangan ayahnya selalu terlintas.


Saat itu, Andrian masih terlalu kecil untuk mengerti perkataan ayahnya. Kata-kata itu merasuk ke dalam hati dan pikirannya.


"Suatu saat nanti, ada seseorang yang bisa membunuhku. Buatlah peluru dari emas, lampiaskan dendammu dan lenyapkan dia dengan peluru itu!"

__ADS_1


"Apakah nanti aku tidak bisa bertemu ayah lagi?"


"Ya! Kita tidak akan bertemu lagi. Ingatlah! Dengan membunuh dia, arwahku baru bisa tenang!"


Tahun demi tahun. Andrian hampir melupakan kata-kata ayahnya. Orang yang disebutkan ayahnya tidak pernah muncul.


Kemudian berita kematian ayahnya sampai juga. Sekian lama, Andrian melacak keberadaannya sampai akhirnya semua tertuju kepada Amira.


"Arwah ayahku akan tenang jika kau sudah mati!"


Andrian mengarahkan pistol itu kepada Tuan Alex yang sedang sekarat. Ujung jarinya siap menarik pelatuknya. Kemudian, balas dendamnya akan sempurna.


"Tidak! Kau harus tahu kebenarannya. Ayahmu sudah berbohong. Dengarkan aku ...!" ujar Tuan Alex dengan napas tersengal-sengal.


"Aku sudah mengetahui kebenarannya. Kau adalah pembunuh ayahku. Itu sangat jelas!"


"Bukan itu! Kau bukanlah anak Christian. Kau adalah anakku ...," ujar Tuan Alex mulai pelan.


"Kau melakukannya lagi! Aku adalah anak ayahku. Bukan anakmu! Bersiaplah untuk mati!"


Andrian menarik pelatuk pistol yang tengah dipegangnya. Tidak ada cara lain mengakhiri pembicaraan itu.


Tiba-tiba, peluru emas yang sedang melesat cepat menjadi pelan dan jatuh ke atas tanah. Dari dalam gelapnya hutan muncul seekor harimau putih dengan tubuh bersinar. Andrian sangat terkejut. Dia tidak pernah melihat harimau seperti itu.


Harimau putih itu berjalan mendekati Andrian yang kemudian berubah menjadi kakek tua dengan jenggot panjang dan jubah serba putih.


"Kau sudah melakukan kesalahan anakku!"


"Si-siapa kau?"


"Aku adalah leluhur Manusia Harimau. Yang dikatakan vampir itu benar. Kau adalah anaknya!"


Andrian tercengang. Lidahnya menjadi kelu tak mampu mengucapkan kata-kata.


"Ibumu bernama Mawar. Dia adalah manusia biasa yang menikah dengan seorang vampir. Dia adalah ayahmu, laki-laki yang hampir kau bunuh!"


Andrian menatap Tuan Alex yang sedang sekarat. Tubuh Andrian gemetar, tak menyangka orang yang hampir dibunuhnya adalah ayahnya sendiri.


"Apa dia benar ayah kandungku?"

__ADS_1


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Udah hari minggu lagi nih, met liburans, jangan lupa ikuti terus kisah Amira dan Leon ya ❤❤❤❤❤


__ADS_2