PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 18. SIAPA KAMU SEBENARNYA?


__ADS_3

***


"Jadi kamu adalah Amira?" tanya Melati, CEO PT Kusuma Green Forest. Ternyata dia masih muda sekitar berumur tiga puluh tahunan.


"Iya, Bu. Saya Amira Asmadari," jawab Amira selembut mungkin.


"Jangan sungkan denganku. Umur kita gak beda jauh, kok. Kamu bisa bekerja sebagai asistenku di sini. Tugasmu mengatur semua keperluanku terutama urusan pekerjaan. Apa kamu bersedia?"


Amira tertegun. Semudah itu bisa mendapatkan pekerjaan, tanpa basa basi atau embel-embel lainnya. Amira mencurigai sesuatu. Untuk sementara, dia akan mengikuti jalannya.


"Ba-baik, Bu! Mohon bimbingannya. Kemarin saya hanya bekerja di kafe dan masih harus belajar banyak!".


"Mari kita sama-sama belajar! Apa kamu mau langsung bekerja hari ini?" tanya Melati antusias. Matanya berbinar.


"Bagaimana kalau besok saja, Bu. Semua serba mendadak jadi saya belum mempersiapkan pakaian untuk ke kantor!" jawab Amira apa adanya.


Melati tertawa kecil.


"Aku suka kepolosanmu, Amira. Jadi kamu perlu pakaian kantor, ya? Apa perlu aku temani?"


"Ti-tidak perlu, Bu. Nanti malah mengganggu waktu Ibu!"


Amira jadi gugup. Sikap Bosnya itu sangat baik.


"Oke-oke! Hhmmm, saya akan mengirim seseorang untuk menemanimu saja, ya. Kebetulan di sini kami ada fasilitas yang bisa dipakai pegawai. Dia akan memenuhi semua keperluanmu!"


Amira kembali tertegun. Dia merasa aneh dengan kebaikan Ibu Melati padahal mereka baru saja bertemu.


Mau tidak mau, Amira harus menerima fasilitas kantor yang diberikan perusahaan. Kata Ibu Melati, ada seseorang yang menunggunya di depan gedung. Dia akan mengantarkan Amira membeli perlengkapannya untuk bekerja.


Sesampainya di depan gedung, Amira mencari sosok yang dimaksud Ibu Melati.


"Aakh, aku lupa menanyakan apakah orang itu laki-laki atau perempuan!" gumam Amira.


Tak lama terdengar suara klakson mobil sampai beberapa kali. Amira langsung menoleh. Kaca mobil itu pun terbuka. Terlihat seorang laki-laki yang tidak asing bagi Amira. Dia adalah Wijaya, Penyidik kepolisian.


"Kenapa bengong? Masuklah!" ujar Wijaya ramah.


"Eeh-maaf, Pak! Saya sedang menunggu seseorang!"


"Akulah orang yang kamu tunggu itu! Masuklah, nanti aku jelaskan!" ujar Wijaya tegas.


Tak lama, Amira sudah di dalam mobil. Wijaya masih serius mengemudikan mobil . Banyak yang ingin ditanyakan Amira. Tentang siapa sebenarnya Wijaya yang tiba-tiba sering hadir di dekatnya.

__ADS_1


"Baiklah! Aku akan menjelaskan semua rasa penasaranmu!"


Wijaya mulai membuka percakapan. Amira kelihatan masih gugup.


"Jadi ..., apa pertanyaan yang harus aku jawab?" tanya Wijaya setelah beberapa saat menunggu tapi Amira hanya diam saja.


"A-aku, kenapa Bapak ada di sini? Bukankah seharusnya di kantor polisi?"


Amira jadi gugup.


"Nah! Itu pertanyaan yang sangat tepat. Baiklah! Aku akan jawab. Aku bekerja di PT KGF kalau sedang libur. Hari ini aku libur, jadi aku bekerja di sini. Tugasku menemani pegawai kantor yang memerlukan pengawalan!"


"Tugas yang aneh! Memangnya pejabat pakai dikawal segala?" celetuk Amira.


Gadis itu buru-buru menutup mulutnya berharap Wijaya tidak mendengar ucapannya.


Ternyata perkiraannya salah. Wijaya langsung tertawa mendengar ucapan Amira.


"Yah, begitulah pekerjaanku! Kita tidak bisa menolak apapun tugas yang diberikan perusahaan. Iya, kan?"


Kali ini, Amira setuju. Tidak ada alasan lagi menolak kehadiran Wijaya.


"Kamu tenang sajalah! Jangan anggap aku seorang polisi. Status kita sama-sama karyawan!"


Mobil berhenti tepat di depan sebuah butik pakaian ternama. Amira sedikit ragu karena harga pakaiannya pasti mahal.


"Kenapa ke sini? Sebaiknya kita ke swalayan biasa aja!"


Wijaya tersenyum.


"Tenanglah! Aku biasa membawa karyawan ke sini, kok!"


Amira terpaksa menuruti perkataan Wijaya.


"Tolong berikan pakaian kantor untuk gadis ini, ya," pinta Wijaya kepada seorang SPG di butik itu.


"Baik, Pak. Silakan ikut saya, Nona!" ujar SPG itu ramah.


Dengan sedikit canggung, Amira mengikutinya. Semua keperluan pekerjaan disediakan, mulai beberapa stel pakaian bahkan sepatu sampai tas.


Amira memakai salah satu baju baru yaitu setelan blues dan rok yang tidak terlalu pendek. Yang jadi masalah adalah sepatu high heels yang baru pernah dipakainya. Bahkan ketika wawancara tadi, Amira memakai sepatu tanpa hak.


"Sepatu ini, besok saja baru saya pakai, ya!" ujar Amira seraya melepaskan sepatu barunya.

__ADS_1


"Menurutku pakai saja sekarang. Biar besok kamu sudah terbiasa memakainya!"


Amira mendongak dan menatap Wijaya lekat. Dia sedang menatap layar handphonenya. Padahal, Amira tidak suka memakai sepatu seperti itu.


"Tapi, aku bisa mencobanya di rumah!"


"Semua pasti bisa karena terbiasa. Seharusnya kamu ...."


Wijaya tertegun melihat Amira yang berpenampilan sangat berbeda. Gadis itu jadi kelihatan lebih dewasa dan anggun. Hanya sayang, Amira beberapa kali hampir terjatuh karena tidak terbiasa memakai sepatu hak tinggi.


"Sini aku bantu!"


Tiba-tiba, Wijaya sudah ada di samping Amira. Tanpa sungkan laki-laki itu meraih tangannya. Amira tak berkutik.


"Ayo, berjalanlah!" ucapnya lagi.


Perlahan Amira mulai melangkah seperti baru belajar berjalan. Sementara, Wijaya masih memegangi tangannya erat. Setelah berputar-putar, Amira sudah mulai berjalan lancar.


"Terima kasih! Apa boleh aku tahu total harga semuanya ini?" ucap Amira setelah Wijaya menyelesaikan semua pembayaran.


"Tenanglah! Semua sudah diurus perusahaan!"


Jawaban Wijaya tidak membuat Amira tenang.


"Apa perlu aku tanyakan ke sellernya?"


Wijaya tertawa melihat sikap Amira.


"Oke-oke. Ini struknya!"


Wijaya menyodorkan struk pembayaran yang tadi diberikan seller butik.


"A-apa? Sepuluh juta?"


Tiba-tiba Amira merasa pusing. Tas kantong yang sedang dipegangnya sampai terlepas.


"Sebelum pulang, kita makan dulu, ya. Perutku lapar, nih!"


Wijaya mengambil tas kantong yang jatuh ke lantai. Tanpa menunggu persetujuan Amira lagi, dia melangkah pergi


Amira mengikutinya dari belakang dengan sebagian nyawa. Sebagian nyawa lagi masih belum menginjak bumi.


***

__ADS_1


Hai gengs, makasih ya sudah mampir, ikuti terus jalan ceritanya ya ....


__ADS_2