PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 61. RAHASIA VAMPIR PUTIH


__ADS_3

***


Wijaya yang kembali berwujud manusia berjalan pelan mendekati Gerry dan Anna. Sementara Amira dan Casandra cepat menyingkir.


"Kalian pergilah! Biar aku saja yang menghadapi mereka!" ujarnya tanpa menoleh.


"Apa kau bisa menghadapi mereka sendirian?"


Casandra sedikit meragukan kemampuan Wijaya.


"Aku tidak apa-apa! Pergilah!"


"Ayo, Amira! Kita pergi dari sini."


"Hati-hatilah, Bang!" ucap Amira sebelum beranjak pergi.


Kali ini, Wijaya menoleh. Masih sempat melihat bayangan Amira sebelum benar-benar menghilang.


Anna tersenyum sinis. Dia tahu, manusia harimau di depannya mempunyai hati kepada manusia biasa.


"Sebenarnya, apa yang kalian lihat dari perempuan biasa itu? Bahkan menekuk kakinya pun tidak bisa!" celetuk Anna ketika teringat bagaimana Amira belajar balet.


"Tentang cinta bukan sekedar menekuk kaki, tapi tentang pengorbanan yang jauh lebih besar!"


"Baiklah! Bicara tentang cinta dan pengorbanan, kau pasti siap memberikan darahmu untukku! Pertempuran sebenarnya baru akan dimulai. Bersiaplah!" ujar Gerry ketika ada kesempatan untuk menyerang Wijaya.


Malam semakin larut. Rembulan bersembunyi di balik awan hitam. Dia ketakutan melihat pertumpahan darah yang akan kembali terjadi.


Malam itu juga, Amira menuju ke tempat kekasihnya yang berada dalam kurungan. Kali ini, gadis itu yakin tidak akan meninggalkannya sendirian.


Casandra memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Berharap akan segera sampai sebelum matahari terbit. Leon pasti sangat menderita.


Kedua perempuan beda dunia itu mempunyai hati yang sama. Mereka akan menemui seseorang yang sudah mengisi hatinya dengan cinta. Meski hanya satu yang menjadi pilihan.

__ADS_1


***


Para vampir putih akan segera memberi keputusan. Mereka menyebut Andrian sebagai Sang penyembuh. Darahnya sangat berharga bagi vampir mana pun.


"Aku akan mencabut hukuman ayahmu. Tapi, aku akan melihatnya secara langsung, bagaimana keadaan saudaramu!"


Lagi-lagi, Annastasia mengucapkan keputusan yang sama. Andrian tidak bisa mengatakan apa pun. Secepatnya dia akan kembali ke rumahnya.


"Baiklah! Tapi, hanya Nona yang ikut bersamaku. Waktunya semakin sempit. Aku takut, malah menghambat perjalanan jika banyak vampir yang ikut!"


"Aku setuju! Kapan kita berangkat?" tanya Annastasia semringah.


Andrian menarik napas panjang. Sebenarnya dia keberatan jika ketua vampir putih ikut pulang bersamanya. Bukan karena menjadi beban, tapi Andrian cemas jika bangsawan seperti gadis itu turun ke hutan yang sangat liar.


Waktu keberangkatan hampir tiba. Andrian masih saja tidak tenang. Dia harus bicara dengan ketua vampir putih sekali lagi.


"Apa aku bisa bicara dengan Nona Anna?" tanya Andrian kepada seorang penjaga.


"Apa boleh aku ke sana?"


"Baiklah! Ruangannya ada di samping kebun bunga. Tanyakan pada penjaga, apa Nona Ketua mau menemuimu!"


Andrian mencari ruang lab yang disebut penjaga. Setelah melewati kebun kaca berisi aneka bunga, barulah terlihat ruangan yang tidak begitu besar.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Andrian sedikit terkejut ketika mendengar suara dari arah belakangnya. Dia pun segera membalikkan badan. Seorang perempuan berpakaian seperti dokter, tengah berdiri dengan pandangan aneh.


"A-aku ingin menemui Nona Anna. Apakah boleh?"


"Jangan ganggu Nona! Sekarang dia sedang divaksin dengan ekstrak bunga," jawab perempuan itu.


Andrian tertegun. Dia tidak melihat hawa panas dari perempuan itu.

__ADS_1


"Kau bukan vampir!"


Perempuan itu tersenyum.


"Tidak semua yang tinggal di sini adalah vampir! Aku dan beberapa asistenku hanya manusia biasa. Kami membuat ekstrak bunga untuk semua vampir, termasuk Nona Anna!" ungkap perempuan itu.


"Mengapa kalian mau melakukan itu? Bukanlah kalian tahu seperti apa vampir itu?"


"Tapi vampir putih tidak pernah memangsa manusia. Mereka berburu binatang di hutan! Dengan ekstrak bunga, mereka bisa menahan rasa haus akan darah dan bisa berkomunikasi dengan manusia di siang hari!"


"Apa aku bisa meminta ekstrak itu?"


"Untuk apa? Kau adalah Sang Penyembuh. Kamu bisa langsung membangkitkan vampir dengan darahmu. Ada permintaanku padamu. Jadikan Nona Anna manusia seutuhnya dengan darahmu. Dia sangat ingin menemukan saudara kembarnya yang terpisah sejak lama!"


Andrian kembali tertegun. Untuk itulah Nona Annastasia sangat ingin ikut dengannya.


"Apakah saudara kembar Nona Anna manusia biasa?"


"Entahlah, hanya Nona Anna yang tahu kejadian sebenarnya!"


Andrian mencoba menyimak cerita tentang Ketua Vampir yang ingin menemukan saudara kembarnya. Nona Anna bisa saja mencarinya dengan kekuatan seluruh vampir putih. Tapi, dia memilih mencarinya sendiri. Sepertinya, ada hal yang tidak ingin diketahui siapa pun.


"Aku sudah siap! Ayo kita berangkat," ujar Nona Anna dengan penuh semangat.


Andrian hanya termenung. Wajah Nona Anna kemerahan diterpa sinar mentari. Bibirnya merona merah dan cerah. Tidak ada sedikit pun tanda-tanda kalau dia adalah seorang vampir.


"Baiklah! Ayo kita berangkat!"


Andrian memutuskan mengikuti kemauan Nona Anna. Dia hanya ingin tahu, sampai kapan Nona Anna bisa bertahan dari rasa hausnya akan darah. Perjalanan penuh misteri itu akan segera dimulai.


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir, ikuti jalan ceritanya terus ya ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2