PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 73. MAKHLUK MISTERIUS


__ADS_3

***


Melati masih penasaran dengan cerita Wijaya. Ada mahkluk lain yang sudah melukainya. Tapi mahkluk itu bukanlah vampir.


"Aku penasaran dengan Makhluk asing yang sudah melukai Wijaya. Katanya dia bukanlah vampir!" ujar Melati setelah selesai menyantap makan siang.


"Makhluk asing? Apa Abang Wijaya gak bisa mendeteksinya sama sekali, Kak?" tanya Amira setelah mendengar cerita Melati.


Melati menggeleng.


"Aku gak pernah dengar ada makhluk asing lain. Hanya vampir dan Manusia Harimau. Tapi Makhluk berupa manusia itu ada dan dia menolong vampir hitam!"


"Berarti Gerry dan Anna mengetahui siapa makhluk itu. Tapi, selama saya kembali. Mereka belum memperlihatkan diri," ungkap Amira. Dia teringat pertempuran terakhir. Hanya ada Gerry dan Anna yang bersama wijaya.


"Aku akan mencari mereka, Amira. Aku sudah bertekad untuk membalaskan perlakuan mereka pada adikku!"


"Mereka sangat berbahaya, Kak. Nyatanya Abang Wijaya saja tidak bisa menghadapi mereka dan terluka parah! Lagipula, kita hanya manusia biasa yang tidak punya kekuatan apa-apa!"


"Aku akan tetap melakukannya. Setiap manusia pasti mempunyai kekuatannya sendiri. Begitu juga kita! Aku harap kamu mau membantuku, Amira!" pinta Melati.

__ADS_1


"Saya selalu bersedia membantu, Kak!" ujar Amira pasti. Dia juga ingin tahu siapa Makhluk Asing yang sudah melukai Wijaya.


***


Acara hallowen semakin dekat. Amira yakin Gerry dan Anna pasti akan muncul. Makanya, dia harus ikut serta dalam acara itu.


"Boleh gak, aku minta tolong sama kalian?" tanya Amira sehari sebelum acara Hallowen.


"Ada apa, Mir?" tanya Nania yang keponya kambuh.


"Besok aku mau ikutan acara Hallowen. Apa kalian bisa membantuku?"


"Nah! Ini baru berita baik. Aku siap membantumu, Mir. Aku sangat senang kamu seperti ini. Kita adalah kawan dekat yang bisa saling tolong menolong. Iya kan, Na!"


Amira mengangguk sambil tersenyum. Lusi dan Nania bisa menggantikan Rena yang selalu ada untuknya.


***


"Apa kamu yakin mau membantu Amira, Lus?" tanya Nania setelah tinggal mereka berdua.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Na? Aku benar-benar tulus kok membantu Amira!" sergap Lusi yang melihat tatapan Nania yang penuh curiga.


"Aku tahu, kau pernah jatuh cinta pada Leon. Bahkan terakhir kamu menyukai Dosen ganteng kita!"


"A-ada apa denganmu, Na? Aku sudah lama menghilangkan perasaan cinta kepada Leon. Apalagi, Gisella juga menyukainya. Soal Dosen Ganteng, biarlah berlalu. Sekarang aku sudah tidak memikirkan hal itu lagi!"


"Kamu ngomong benar kan, Lus. Aku tahu kamu menghubungi bibimu yang punya kekuatan supranatural! Apa yang akan kamu lakukan kepada Amira?"


Lusi hanya tertawa untuk menutupi kecurigaan Nania.


"Aku hanya kangen sama Bibi Janet aja, Kok. Katanya, dia akan ke sini untuk liburan!"


"Bukankah sudah lama, bibimu itu di sini? Jangan bohong, Lus. Aku tahu yang kamu lakukan!"


Kali ini, Lusi tersenyum tipis.


"Apapun yang aku lakukan, aku harap kamu gak usah ikut campur, Na! Aku sudah lama menunggu saat ini. Aku sudah menganggap Gisella seperti saudaraku sendiri. Dia sudah banyak membantuku. Sudah saatnya balas dendam!" jelas Lusi seraya beranjak pergi


"Lusi!" panggil Nania tapi Lusi tak mau mendengarnya lagi. Dia hanya khawatir, yang dilakukan Lusi hanya membuatnya dalam bahaya.

__ADS_1


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir, ikuti kisah selanjutnya ya .... ❤❤❤❤❤


__ADS_2