
***
Amira keranjingan olah raga kick boxing. Melati yang sudah meracuninya. Katanya, perempuan tidak bisa selalu mengandalkan laki-laki. Kejahatan bisa datang kapan saja bahkan di saat sedang sendirian.
"Ayo, Amira. Keluarkan semua kekuatanmu! Jangan biarkan orang jahat itu menang!" teriak Melati sambil memegang kuat sak berisi pasir yang menggantung di hadapan Amira.
Amira mengangguk dan menarik napas panjang. Dengan sekali tendangan, dia akan menghancurkan penjahat itu. Namun, kenyataannya, sak berisi pasir itu hanya sedikit bergoyang.
"Jiaah! Ada apa, Amira. Kemana kekuatan srikandimu? Kamu lagi galau, yak?" goda Melati.
Amira terdiam. Sebenarnya dia memang sedikit galau. Terakhir ini, pikirannya agak kacau. Padahal, matahari sudah tidak lagi menjadi penghalang. Tapi sudah seminggu, Leon tidak muncul.
"Soal Leon, ya?"
Amira mendongak. Melati seperti bisa membaca pikirannya saja.
"Bagaimana Kak Melati tahu?" tanya Amira penasaran.
Melati tertawa.
"Aku kan bisa membaca pikiranmu! Emangnya adikku aja yang bisa melakukannya?"
Amira teringat Wijaya, adik Melati yang seorang manusia harimau.
"Oh iya, Kak! Bagaimana keadaan Abang Wijaya? Apa kondisinya sudah membaik?"
"Dia masih betah bersama kakekku di dalam hutan. Entah apa yang dilakukannya di sana. Aku sedikit khawatir karena semakin banyak pemburu liar yang masuk hutan. Mereka juga memburu harimau yang semakin langka!"
"Ternyata, di hutan juga banyak orang jahatnya ya, Kak!"
"Makanya, kakekku lebih suka menjaga hutan. Sepertinya Wijaya sengaja tidak mau kembali karena cintanya bertepuk sebelah tangan," jelas Melati sedikit menyindir.
__ADS_1
"Cinta bertepuk sebelah tangan? Sama siapa, Kak?"
"Entahlah? Mungkin sama kamu," goda Melati.
Kali ini, Amira yang tertawa.
"Aah, masa, Kak? Abang Wijaya sudah aku anggap sebagai seorang Kakak. Hubungan kami jauh lebih dekat daripada hubungan kekasih!"
"Yah, mungkin pikiranmu seperti itu. Tapi, tidak bagi Wijaya. Seorang manusia harimau hanya bisa menandai pasangannya satu kali seumur hidup. Jika tanda itu hilang, dia akan melajang selamanya!"
Amira terhenyak mendengar penjelasan Melati.
"Apakah harus seperti itu, Kak. Apa Abang Wijaya akan hidup sendiri selamanya?"
Melati mengangguk. Dia juga berharap Amira akan menjadi adik iparnya. Tapi, di hati Amira sudah ada laki-laki lain.
"Ayolah! Kita latihan lagi," ujar Melati penuh semangat. Dia kembali menendang sak pasir yang tergantung.
"Tunggu, Kak!"
Amira menarik perhatian Melati.
"Ada apa?"
"Aku mau motong rambut seperti Kak Melati!"
"Apa?!"
\*\*\*
Perlu waktu yang cukup lama agar Leon bisa benar-benar menikmati matahari. Trauma sakit yang luar biasa terkadang menghantuinya.
"Leon! Ada seseorang yang mencarimu," ujar Casandra sambil mengetuk pintu kamar Leon. Tidak ada jawaban sama sekali.
__ADS_1
Hari sudah menjelang siang, seharusnya Leon sudah bangun tidur. Sebenarnya Casandra bisa dengan mudah menerobos kamar Leon. Tapi, dia mulai membiasakan diri tidak menggunakan kekuatan vampirnya.
Sebenarnya, Leon mendengar suara Casandra. Bahkan dia juga tahu siapa yang ingin menemuinya.
"Leoon, aku di sini ...."
Leon sangat mengenali suara itu. Suara penuh kerinduan yang tak terkira.
Baru saja, Casandra akan beranjak pergi. Leon membuka pintu kamarnya.
"Lihat kondisimu! Kamu sudah persis menjadi manusia yang dekil dan bau! Kau kan tahu siapa yang mencarimu!" tegur Casandra.
Leon hanya cengengesan sambil menggaruk kepalanya.
"Tenang, aja. Amira tidak akan memberikan hatinya kepada orang lain selain aku!" jawab Leon dengan penuh keyakinan.
Casandra hanya geleng-geleng kepala. Leon pasti akan meragukan kata-katanya sendiri begitu melihat Amira nanti.
"Leoon?"
"Amiraa?!"
Keduanya hanya saling pandang. Tidak percaya dengan penglihatan masing-masing.
Amira memutuskan memotong rambut panjangnya yang kriwil menjadi pendek. Penampilannya sangat berbeda dan menjadi lebih cantik.
Leon sudah benar benar menghayati menjadi manusia. Menjadi dekil dengan rambut gondrong dan brewokan.
Apa Leon benar-benar menjadi manusia? Sementara Amira merindukan pacar vampirnya yang terganteng nomor satu!
\*\*\*
Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Maaf liburannya kelamaan hehe ikuti kisah Amira dan Leon selanjutnya ya ❤❤❤❤❤
__ADS_1