PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 75. MAKHLUK TAMPAN YANG KURINDUKAN ITU ... ADALAH KAMU!


__ADS_3

***


Amira beranjak dari tempat duduknya setelah lama menunggu di halte bus. Bayangan mengerikan itu masih melekat di benaknya. Tubuhnya tinggi besar dan wajahnya dipenuhi bulu. Sebagian penasaran, sebagian lagi dipenuhi dengan rasa takut.


Gerimis masih turun, membasahi sedikit wajahnya. Tapi, Amira tak peduli. Bulu kuduknya masih saja merinding meski sudah jauh. Dia merasakan bayangan itu masih mengikutinya.


Amira mempercepat langkahnya hingga setengah berlari. Sampai akhirnya berhenti ketika melihat sebatang kayu di sisi jalan. Dia pun cepat mengambil kayu itu dan dipegangnya erat-erat.


"Berhenti! Aku tahu kamu mengikutiku!" teriak Amira kencang seraya membalikkan badan dan mengacungkan kayu yang dipegangnya.


Tidak ada siapapun di belakangnya. Hanya hawa dingin yang menampar wajah amira cukup keras. Tapi, dia sangat yakin kalau ada seseorang yang mengikutinya. Bisa jadi Andrew atau salah satu kawannya. Bisa jadi makhluk mengerikan dengan wajah berbulu yang tadi dilihatnya di halte.


"Keluarlah! Aku tahu kamu di sana!" teriak Amira lagi.


Tiba-tiba sebuah bayangan hitam muncul. Amira memejamkan mata sambil berusaha mengumpulkan kekuatan. Namun begitu membuka mata, dia hanya tertegun. Amira melihat seseorang yang sangat dikenal berdiri di depannya.


"Leoon?!" ucap Amira setengah percaya. Dikejapkan matanya tapi dia tetaplah Leon.


"Leoon! Kenapa menakutiku, sih!" ucap Amira lagi dengan nada tinggi.


Ya! Bayangan itu memang Leon. Dia sengaja menemui Amira secara langsung. Tapi, tadi ada sesuatu yang harus dia lakukan. Sepertinya ada seseorang yang ingin melakukan hal buruk pada kekasihnya itu.

__ADS_1


"Maafkan aku, Sayang. Apa ... kamu merindukanku?" ujar Leon dengan ekspresi penuh tanya. kharismanya sudah kembali seperti dulu.


"Tentu aja aku kangen! Bahkan barusan aku memikirkanmu," jawab Amira pasti.


"Syukurlah! Aku takutnya kamu memikirkan cowok ganteng nomor dua!"


"Siapa? Andrew?"


"Hhmmm, kamu tahu namanya?" Leon merasakan gemuruh di hatinya.


"Tadi aku bertemu dengannya. Entah apa maunya sampai mengikutiku! Makanya jangan ke mana-mana lagi. Aku gak ada yang jagain!" keluh Amira yang memasang wajah cemberut.


Leon tersenyum. Dia melangkah maju dan menggapai tubuh Amira. Memeluknya erat dan menumpahkan segala kerinduan.


Amira tak bisa menahan debar di jantungnya yang kian kencang. Sudah lama Leon tidak memeluknya. Seperti mereka baru pertama bertemu.


Leon juga merasa tenang karena sudah berada di samping kekasihnya. Meski ada kekhawatiran ketika tadi menemukan makhluk aneh yang baru dilihatnya sedang mengikuti Amira.


"Ayolah! Aku akan mengantarmu pulang. Kebetulan aku bawa mobil!"


"Aku gak mau cepat sampai di rumah. Aku masih kangen," rajuk Amira.

__ADS_1


"Hhmm kamu mulai bandel, ya!"


"Biarin, aja! Aku kan bersama pacarku sendiri," jawab Amira.


"Apa perlu aku melamarmu sekarang juga!"


Amira tercengang mendengar ucapan Leon.


"Leoon! Harus lulus kuliah dulu baru memikirkan soal pernikahan!"


"Aakh! Terlalu lama. Aku akan langsung menemui ayahmu, aja!"


"Leooon!" teriak Amira manja.


Malam itu akan berakhir dengan indah. Bulan ikut tersenyum menyaksikan kebahagiaan kedua insan yang saling mencintai bersatu kembali.


Ada sesuatu yang disembunyikan Leon. Dia sempat mengikuti sosok mengerikan dengan wajah dan badan penuh bulu yang sempat berada di dekat Amira. Sosok mengerikan itu menghilang ketika sampai di depan seorang wanita setengah baya dan seorang gadis muda.


Gadis muda itu adalah Lusi, teman Amira!


***

__ADS_1


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Akhirnya Leon muncul juga, ada yang kangen ga ya hihi ikuti terus kisah Amira dan Leon selanjutnya ya .... ❤❤❤❤❤


__ADS_2