PACAR VAMPIRKU

PACAR VAMPIRKU
PART 44. DI UJUNG KEMATIAN DALAM KERINDUAN


__ADS_3

***


Amira mulai menaiki perahu yang tertambat di pinggir danau. Perahu itu bergoyang-goyang begitu dinaikinya. Amira berusaha tenang dan mencoba mendayung. Setelah beberapa kali berputar-putar, akhirnya bisa melaju ke depan.


Jantung Amira berdegup kecang. Dia belum pernah naik perahu sendirian, apalagi di malam gelap. Berharap tidak terjadi hal buruk padanya. Perlahan, perahu terus melaju ke tengah danau.


"Bantu aku ya, perahu yang baik hati. Antarkan aku ke seberang dengan selamat, ya," celetuk Amira sekedar menghibur dirinya sendiri.


Sementara itu, Andrian baru saja sampai dari balik pepohonan. Dia tidak tahu kalau ada danau di tengah hutan, padahal sudah berkali-kali melewati tempat itu.


Hampir seharian Andrian masuk ke dalam hutan, namun tidak juga menemukan rumah besar yang dilihatnya dari dalam bus. Sepertinya rumah itu berpindah-pindah dan tidak seorang pun yang menemukannya.


Tadi sore, Andrian mulai putus asa dan kembali ke penginapan. Tapi, sesampainya di pinggir hutan, dia melihat sosok Amira. Pertamanya, Andrian mengikuti Amira karena cemas bila terjadi hal buruk kepada gadis itu. Kemudian pikirannya berubah.


Suara itu pasti yang menuntun Amira hingga sampai ke danau. Andrian yakin, suara itu adalah vampir yang sudah membunuh ayahnya.


Sejak awal, Andrian memang sengaja mendekati Amira. Dia mendengar kabar kalau vampir pembunuh ayahnya berhubungan dengan gadis itu. Tapi, Andrian tidak menyangka niatnya semula, berjalan semakin jauh.


Perlahan, ada sesuatu yang bergejolak setiap bersama Amira. Rasa ingin tahu semakin besar. Mengapa manusia biasa seperti Amira mampu menarik perhatian seorang vampir. Kemudian dia juga ingin tahu, mengapa Amira bisa nyaman dengan vampir yang pasti membutuhkan darah segar.


Tiba-tiba, angin berembus kencang. Membawa butiran hujan yang semakin deras. Perahu yang Amira naiki bergoyang semakin kuat. Gadis itu berpegangan di sisi perahu. Berharap bisa sampai ke seberang dengan selamat.


Amira semakin cemas ketika perahunya menabrak sesuatu, kemudian air danau mulai merembes masuk ke dalamnya. Gadis itu berusaha menutup alas yang bocor dengan kedua tangannya tapi hanya sia-sia saja. Perahu itu pun tenggelam bersama dirinya.


Andrian yang bisa melihat dalam kegelapan tidak tinggal diam, begitu tahu Amira dalam kesulitan. Dia pun segera menceburkan dirinya ke danau dan berenang menuju kepada Amira. Berharap masih ada waktu untuk menolongnya.

__ADS_1


Amira berusaha naik ke atas danau tapi malah semakin tertarik ke dasarnya. Tak lama, pandangannya memudar. Amira sudah berada di pintu kematian di dalam kerinduan.


Samar-samar, Amira melihat seseorang muncul dari atas danau dan menarik tangannya menuju ke permukaan. Setelah itu, dia tak sadarkan diri.


Di dalam alam bawah sadar, Amira berada di padang ilalang yang sangat luas. Tidak ada siapa pun di sana kecuali desir angin yang cukup kencang.


Amira terus berjalan menyibak ilalang sampai langkahnya terhenti setelah melihat sebuah bayangan.


"Amiraaa ...," panggil bayangan itu.


Amira mengenalinya. Dia adalah Leon. Jantungnya berdegup kencang. Merasakan kerinduan yang teramat besar. Tanpa menunggu waktu lama lagi, Amira langsung berlari ke arahnya.


Anehnya, walaupun Amira sudah berlari kencang, dirinya tidak juga sampai bahkan Leon semakin menjauh.


Saat itu juga, Amira terjaga. Perlahan membuka matanya dan tidak mengenali tempat asing itu.


"Aku ada di mana? Hei! Bajuku siapa yang ganti?"


Amira sangat cemas. Dia terbaring di atas tempat tidur bergaya eropa dan memakai baju yang berbeda. Gadis itu teringat ketika menjadi pengantin Christian. Jangan-jangan ....


Tiba-tiba, pintu ditolak seseorang dari luar. Suasana jadi tambah menegangkan. Amira membuka matanya lebar-lebar. Berharap kecemasannya tidak menjadi kenyataan.


Sebuah bayangan muncul, dia pun segera mendekati Amira.


"Bagaimana keadaanmu, Nona?"

__ADS_1


Seorang laki-laki muncul. Parasnya seperti Leon tapi kulitnya agak gelap.


"Si-siapa kau? Kenapa aku ada di sini?"


"Semalam aku menemukanmu hampir tenggelam di danau. Jadi, aku membawamu ke sini," jawab laki-laki itu.


Amira berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Kepalanya masih sedikit pusing. Samar, dia ingat sedang naik perahu di danau. Kemudian, ada angin kencang dan membuat perahunya tidak menentu.


Terakhir, Amira teringat sudah berada di dalam danau dan hampir kehabisan napas. Sesaat sebelum tak sadarkan diri, dia melihat seseorang menolongnya naik ke permukaan.


"Jadi ..., kau yang sudah menolongku?"


Laki-laki itu mengangguk pelan dan tersenyum.


"Lalu, yang mengganti pakaianku siapa?" pikir Amira yang masih cemas.


Laki-laki itu tertawa kecil.


"Tenanglah! Bukan aku yang mengganti pakaianmu. Ada seorang wanita yang melakukannya!"


Amira tertegun. Laki-laki itu bisa membaca pikirannya. Apakah dia juga seorang vampir?


***


Hai gengs, makasih ya sudah mampir. Jangan lupa ikuti terus kisah Amira dan Leon. Met hari senin dan selalu bahagia, ya .... ❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2