
***
Leon harus pulang ke rumahnya di tengah hutan untuk menemui Tuan Alex dan membicarakan tentang pernikahannya. Kini, ayahnya itu tidak bisa berkomunikasi jarak jauh lewat telepati. Solusinya adalah harus memakai handphone. Namun, Tuan Alex tidak mau menggunakannya.
Karena kebaikan Annastasia, Leon bisa berjalan di dunia terang. Membuat Leon lebih mudah menjalani tujuannya menjadi manusia normal. Namun dia masih enggan untuk bertemu dengan banyak orang dan memilih membawa mobil sendiri.
"Apa kamu sudah pasti untuk menikahi Amira, Leon?" tanya Tuan Alex ketika mendengar rencana pernikahan Leon.
"Iya, Ayah. Aku sudah melamar Amira langsung di depan keluarganya!"
Tuan Alex terdiam sesaat. Leon harus tahu apa yang akan dialami Amira ketika nanti mengandung anak Alex.
"Aku tidak bisa mencegahmu karena dulu aku juga menikahi manusia biasa. Namun, kamu harus tahu bagaimana Amira mengandung anakmu nanti. Semuanya tidak akan mudah, Leon. Aku memang tidak melihat langsung kelahiran Andrian. Tapi, proses mengandung dan melahirkan tidak seperti manusia biasa. Kau harus selalu ada di sisinya!" ungkap Tuan Alex. Dia terpaksa menceritakan hal yang cukup menegangkan kepada Leon.
"Aku akan selalu ada di sisi Amira, Ayah. Kami sudah terikat satu sama lain. Pernikahan kami tetap terlaksana meski apapun yang akan terjadi!" ujar Leon sangat yakin.
Tuan Alex melihat kesungguhan Leon dan berharap jalan mereka akan dimudahkan.
"Tapi, Ayah. Soal acara lamaran sesungguhnya, Ayah juga harus hadir agar bisa saling mengenal lebih dekat lagi. Apa Ayah mau datang?"
"Acara lamaran? Apa akan ada banyak orang?"
Leon langsung mengangguk. Tuan Alex tertegun. Sudah sangat lama dia tidak bertemu manusia lain. Entah apa yang terjadi nanti. Tuan Alex berharap tidak melakukan kesalahan.
***
__ADS_1
"Aku tidak menemukan Annabella di mana pun! Ke manakah dia pergi? Aku sangat khawatir!" ujar Annastasia ketika tidak merasakan keberadaan saudaranya.
"Apa dia belum kembali juga? Aku bertemu dengannya di depan rumah Amira!" ungkap Casandra.
"Di rumah Amira? Apa yang saudaraku lakukan di sana? Apa sekarang dia juga mengikuti Leon? Apa yang akan Annabella lakukan?"
Annastasia tidak bisa menemukan jawaban. Dia terlalu khawatir dengan saudaranya itu.
"Tenanglah, Nona. Aku yakin Leon bisa menjaganya!" ucap Andrian menenangkan Annastasia.
"Kita harus menyusulnya, Andrian. Aku takut saudariku itu akan melakukan kesalahan lagi!" jelas Annastasia yang dipenuhi kecemasan.
Sebelumnya, Annastasia kembali mendapatkan penglihatan masa depan. Annabella melakukan sesuatu yang sangat fatal. Hal itu akan mengakibatkan kematiannya.
"Kita harus menemukan Annabella, Andrian!" ucap Annastasia lagi seraya terduduk lemas.
"Baiklah! Aku akan membantumu. Mungkin dia mencari narkoba. Biasanya pemakai tidak mudah lepas darinya!"
"Aku akan mencarinya di rumah Amira. Dia pasti akan menemuinya!"
Semuanya menjadi panik, Annastasia apalagi. Dia tidak ingin kehilangan saudari satu-satunya.
***
Beberapa jam sebelumnya.
__ADS_1
Annabella mencari menemui pemasok narkoba yang biasa bekerjasama dengan Gerry. Dia harus mendapatkan narkoba itu agar pikirannya tenang. Hanya saja, dia tidak tahu kalau pemasok itu dendam padanya karena sudah membunuh Gerry.
"Berikan aku barang itu! Aku sangat membutuhkannya sekarang," pinta Annabella.
Johan hanya tersenyum tipis. Dia tidak perlu mencari Annabella karena datang sendiri ke hadapannya.
"Di mana Tuan Gerry?"
"Entahlah! Aku tidak tahu. Berikan barang itu sekarang juga!"
Annabella mulai panas. Ketergantungannya pada obat terlarang membuatnya tidak terkendali.
"Apa kamu kira bisa mendapatkannya gratis?"
"Kurang ajar! Aku sudah banyak membantumu. Apa kau mau melawanku?"
Johan tertawa terbahak-bahak. Dia tahu kalau Gerry dan Anna bukanlah manusia biasa. Tapi mereka adalah budaknya karena membutuhkan narkoba agar bisa hidup di dunia manusia.
"Baiklah! Aku akan memberikan barang itu. Tapi, kau harus melakukan sesuatu. Bunuh manusia bernama Wijaya. Dia sudah membunuh saudaraku!"
Annabella tertegun. Dia mengenal siapa Wijaya. Dia bukanlah manusia biasa tapi manusia harimau.
"Oke! Aku akan menuruti perkataanmu. Tapi, berikan barang itu dulu!"
Annabella akhirnya menuruti kemauan Johan. Saudaranya adalah pemburu harimau di dalam hutan. Beberapa waktu yang lalu Wijaya sudah membunuhnya. Kini, waktunya menuntut balas!
__ADS_1
***
Hai gengs makasih ya sudah mampir. Gimana kelanjutan kisahnya ya, tambah seru nih, kepoin terus yuks ❤❤❤❤❤