
Andita berlari keluar pagar saat melihat sosok Ayuningtyas telah tiba,ia langsung menghambur dalam pelukan Ayu.
“Mama, Dita kangen.”
“Iya sayang, mama juga kangen.”
Dita mengurai pelukannya lalu menyambut tangan Ayu dan menciumnya.Bagas yang merasa di acuhkan berdehem....
“Mas Bagas” lirih Dita
“Sayang,mas rindu sekali sama kamu.”
Kedua Insan saling mencintai itu berpelukan erat.setelah sekian bulan terpisah akhirnya waktu kembali mempertemukan mereka.
“Apa kita tidak di ajak masuk” Ayu menginterupsi.
Hehehe.......mereka tertawa
“Ayo ma,mas kita masuk.” ajak Andita.
Andita membantu membawakan barang Ayu begitu juga Bagas.Dita membawa barang Ayu ke kamarnya,sedang barang Bagas ia bawa ke kamar tamu.rumah Dinas Andita cukup luas 2 kamar tidur,1 ruang kerja,ruang tamu dan ruang makan serta dapur.
“Mas dan mama,mandilah.”
“Dita akan menyiapkan makan malam untuk kita.” ucapnya.
“Baiklah,kalau gitu Mama mandi dulu.”
Sementara Bagas belum mandi,ia masih ingin berduaan dengan gadis yang sangat di rindukannya itu.
“Mas,gak mandi ?”
“Nanti sayang,mas masih rindu.” ucap Bagas.
Bagas kembali memeluk Andita,memburunya dengan kecupan-kecupan cintanya.
“Gimana tadi perjalanannya mas ?” tanya Andita setelah Bagas melepaskan pelukannya.
“Menurut mas,gak terlalu jauh.”
“Selama perjalanan juga semuanya berjalan lancar.” jelasnya sama Andita.
“Kalo gak terlalu jauh kenapa mas, ?” tanya Dita.
“Itu artinya mas bisa datang kesini kapan aja” jawab Bagas
“Oh,begitu.” Dita menimpali
“Kenapa,kamu gak senang kalo mas kapanpun datang, ?” tanya Bagas.
“Gak begitu mas, Dita senang kalau mas mau berkunjung.” jawab Dita.
Sepertinya Bagas cukup sensitif sekarang,batin Andita.
“Dita mau masak untuk makan malam kita,mas mandi aja dulu ya.”
“Ayo kita masak” ajak Bagas,bukannya mengikuti perintah Dita.
“Apa kamu sudah pintar masak sejak disini,sayang.” tanya Bagas
“Pintar tidak,tapi sedikit bisa mas.” sahut Dita
Bagas mengeluarkan bahan makanan yang sengaja ia bawah dari Kota,khusus untuk Andita.karena andita pasti sudah lama gak bertemu makanan Favoritnya selama tinggal di Desa.
“Mas,itu apa?” tanya Andita
“Mas akan masak makanan favorit kamu,sayang.” jawab Bagas,ia sibuk memotong bahan masakannya.
“Sejak kapan mas bisa masak, ?” tanya andita
“Dari kuliah dulu,” jawab Bagas tanpa melihat Andita.
Andita membantu menyiapkan bahan lainnya,mereka masak dengan penuh canda tawa. Di sela-sela memasak bagas mencium Andita,terkadang memeluknya.mereka terlihat sangat bahagia,dan juga sangat serasi.
sementara ayu hanya melihat kedua anak itu.mereka sudah cocok menikah,batinnya.
Bagas begitu lincah,layaknya seorang Chef Profesiona.acara memasak telah usai,dan masakan sudah terhidang.
Ayam goreng,SOP ikan,ramen,Sushi Avocado Salmon Roll,sudah tertata rapi di atas meja makan.
__ADS_1
Bagas menyendok ramen, dan menyuapi Andita.
“Bagaimana, ?” tanya Bagas
“Waw,ini luar biasa mas.” ucap Andita.
“Ini mas masak, khusus buat cintanya mas ini,” bisik Bagas sama Andita.
“I love you,mas.”
“Love you too,babe.”
Setelah masak, Bagas bergegas mandi.ternyata kamu bukan Cuma pinter Marah-marah tapi juga pinter masak mas,batin Andita sambil tersenyum.
...----------------...
Mereka sedang menikmati makan malam,yang di masak oleh Bagas.terkadang,terdengar tawa di sela-sela makan mereka.
“Nak Bagas ternyata pinter masak” puji Ayu
“Terima kasih tante” bagas menimpali
“Berarti nak bagas,sudah bisa ngemong istri.” ucap Ayu.
Uhuk...uhuk...uhuk...
Bagas terbatuk-batuk tersedak makanannya, Andita memberikan minum sama Bagas.
“Pelan-pelan dong mas.” ucap Andita
Sementara ayu,menatap heran sama Bagas.apa yang salah dengan ucapan ku pikirnya,wajar aja aku rasa seorang Ibu bicara begitu untuk kebaikan anaknya.toh hubungan mereka juga sudah terjalin cukup lama,batinnya.
“Maafkan Tante,nak Bagas.”
“Apa ada yang salah dengan omongan Tante barusan ?” tanya Ayu kemudian.
“Gakpapa Tante,gak ada yang salah.” jawab Bagas.
“Hubungan kalian sudah lama,kenapa kalian gak merencanakan untuk menikah?” ucap Ayu lagi.
“Ma, Andita baru aja Kerja,masa udah di suruh Nikah.” timpal Andita.
“Nanti kita bicarakan lagi,ma.” Andita menimpali Ayu.
“Baiklah,habiskan makan kalian.” pinta ayu.
Sementara Bagas hanya bungkam.apa yang di katakan Ayu hal yang wajar, tapi Bagas kaget kenapa tiba-tiba Ayu bahas soal istri dan menikah.menikahi Andita adalah harapan Bagas,namun dengan keadaannya sekarang dia belum bisa mengatakan hal itu,Bagas jadi bingung.
...----------------...
Saat sarapan....
“Dita lagi ajuin cuti sekarang ma,mas.” Andita membuka obrolan.
“Bagus dong,itu artinya kamu bisa pulang.” sahut Ayu.
“Iya ma,dita juga ada undangan reuni SMP bulan depan.” ucap Dita lagi.
“Sebelum mas pulang,mas mau liat-liat kampung sini.” ucap Bagas.
“Boleh mas,nanti dita temani ya.” Dita menimpali.
Ayu merasa,ada sesuatu hal yang Bagas tutupi dari putrinya.sejak makan malam kemarin Bagas terlihat seperti orang kebingungan,apa masalah anak ini pikirnya.semoga saja itu hanya pikiran ku batin Ayu.
“Mama belum pulang kan?” tanya Dita
“Belum nak,mama disini aja dulu sama kamu.” jawab Ayu.
“Bareng Dita aja nanti pulangnya,ya ma.” pinta Andita
“Kalau mau pulang telpon mas,biar di jemput.” Bagas menimpali.
“Siap,sayang.” jawab Dita
Setelah sarapan mereka bersantai di teras rumdis Andita,sambil ngobrol-ngobrol ringan.
“Bu,tolong istri saya !!” tiba-tiba seorang laki-laki datang mengagetkan mereka.
“Iya pak,istrinya kenapa ?” tanya Andita
__ADS_1
“Sepertinya mau melahirkan Bu.” ucap laki-laki itu cemas.
Laki-laki tersebut berlari menjemput istrinya, yang ada di luar pagar.Andita mengikuti kemana bapak itu berlari,ia melihat ibu itu sudah tak kuat untuk berjalan.
“Ayo pak,segera bawa masuk.” pinta Andita
Pria itu membimbing istrinya,memasuki ruangan khusus di rumah Andita.
Andita sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk tindakan nya,ia menelpon salah satu Perawat pembantunya.Andita memasang Infus,bagi Pasien terlebih dahulu.
Sementara Ayu dan Bagas hanya bengong, melihat Andita begitu cekatan membantu orang yang membutuhkannya.
Andita sudah berganti Kostum,dan memakai sarung tangan.
“Permisi pak,saya mau cek pembukaan istrinya.” ucap Andita
“Iya bu,silakan.” ujar suami Ibu itu
“Bapak silakan tunggu di luar.” perintah Andita.
Bapak itu keluar, Andita segera mengecek pembukaan Ibu tersebut.
Bagas melihat apa yang di lakukan Andita,ia merinding ngebayangin hal itu.
“Bukaan tujuh” lirih Andita
Andita memberikan Instruksi pada ibu yang akan melahirkan itu,agar memiringkan tubuhnya ke kiri.ia juga memperingatkan agar Ibu itu jangan membuang-buang tenaganya, sebelum proses melahirkan sebenarnya di mulai.
“Bapak,tolong beri minum istrinya.” perintah Andita.
“Baik Bu,apa masih lama?” tanya Bapak itu
“sebentar lagi” jawab Dita.
Dita keluar,menemui Bagas dan Mamanya.
“Ma, Dita Kerja sebentar ya.” pamitnya
“Dita kerja dulu ya mas” pamitnya sama Bagas.
Bagas memeluk Andita.
Andita juga membalas pelukan Bagas
“Lakukanlah tugasmu” ucap Bagas
“Suatu hari nanti,kamu juga akan berada di posisi ibu itu.” ucapnya lagi.
Andita tersenyum,membayangkan ia berada di posisi Ibu itu.sedikit ngilu memang,tapi itu sudah kodratnya seorang perempuan.Ayu tersenyum,mendengar ucapan Bagas.
“Ya nanti kalian juga seperti itu,kalau sudah menikah.” Ayu ikut nimbrung obrolan mereka.
Muka Bagas merah,begitu juga dengan Andita.
“Doakan saja,tan.” jawab Bagas kemudian.
Maria sudah datang, Andita dan Maria berkolaborasi membantu proses Ibu itu melahirkan.intruksi Andita untuk ibu itu terdengar sangat lantang, menyapa telinga Bagas dan Ayu.apa kamu tidak akan menangis jika berada di posisi ibu itu nanti sayang,batin Bagas.
Bagas tersenyum membayangkan hal itu,ia sangat mendamba hal itu bersama Andita.
tapi mengingat keadaannya bersama Hanna senyum Bagas seketika surut.tangannya mengepal,sorot matanya berkilat penuh amarah,kau menghancurkan hidupku Hanna geramnya.tanpa Bagas sadari Ayu dari tadi memperhatikannya, Ayu bingung melihat Bagas kadang senyum,yang kadang terlihat marah.
Oek...oek..oek...
Tangisan Bayi memenuhi seluruh ruangan rumah Dinas Andita, Bagas dan Ayu seketika berdiri.seolah mereka tengah menanti,anak dan cucu bagi mereka.setelah itu Bagas dan Ayu berpandangan,lalu mereka tersenyum penuh arti.
“Suatu hari kita akan ada di posisi yang sebenarnya.” ucap Ayu
dan Bagas paham maksud ucapan itu.
Bagas kembali duduk,dan senyum terus mengembang di bibirnya.
Andita sudah selesai,membantu proses persalinan.ia segera mandi,untuk urusan lainnya ia serahkan sepenuhnya sama Maria sebagai Perawat pembantunya.
...----------------...
TBC.....
suka ceritanya ???
__ADS_1
tinggalkan jejak dengan like dan komentar.dukung karya author biar semangat up. ikuti dan klik ❤️ juga ya.terima kasih