Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~52 "selamat membaca"


__ADS_3

Setelah beberapa kali menghubungi ponsel Ayuningtyas akhirnya Yoga bisa bernafas lega saat seseorang menjawab panggilannya, sedangkan ponsel Andita dari kemarin hingga hari ini tidak dapat di hubungi.


Namun seketika itu juga tubuhnya bergetar hebat kala mendengar jawaban diseberang sana, seseorang itu mengatakan bahwa Andita dan Ayuningtyas sekarang sedang di rawat di rumah sakit.


Indira Kamania yang terus memperhatikan Ekspresi Yoga menjadi turut khawatir, meskipun ia sendiri belum tau apa yang terjadi.


"Ada apa Yo ?" Tanya Indira.


Dengan wajah pucat Yoga menatap kedua orang tuanya, jujur saja saat ini ia sangat takut.


"Yoga...!!" Indira menyentak kan tangan Yoga


"Rumah sakit." Jawab Yoga lemas


"Siapa yang sakit ?" tanya Indira


"Rumah sakit mana ?!" Tanya Chang Lie menyela pertanyaan Indira dengan tidak sabar ia menunggu jawaban putranya.


Yoga menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya kasar.


"Yogo" jawab Febry Prayoga


"Ayo cepat kesana." Ajak Chang lie saat mengetahui Andita dan Ibu nya berada di rumah sakit milik mereka.


Saat di perjalanan menuju rumah sakit semuanya hening tak satupun yang bersuara, hanya desah nafas mereka yang terdengar.


Jarak tempuh antara rumah Ayuningtyas ke rumah sakit tidak begitu jauh, hanya membutuhkan waktu 30 menit saja.


Chang Lie family melangkah dengan tergopoh-gopoh saat tiba dirumah sakit, setelah menanyakan ruang perawatan Ayuningtyas pada pihak information mereka berjalan cepat menuju ruang ICU.


Ayuningtyas dan Andita berada di ruangan yang sama yakni ICU, pasca operasi Ayuningtyas sempat mengalami kritis bersyukur Dokter yang menanganinya sangat berkompeten akhirnya masa kritis yang sempat mengoyak hati Brata dapat dilalui oleh Ayuningtyas.


Di depan pintu ruang ICU Staf dan pimpinan RS Prayogo sudah menanti kedatangan pemilik rumah sakit tersebut, kedatangan mereka yang secara mendadak tentu saja membuat seluruh pihak RS Prayogo kelimpungan dan menimbulkan berbagai pertanyaan.


Begitu tiba di ruangan ICU tanpa menoleh kiri kanan Yoga langsung menerobos masuk, beberapa orang staf yang berjejer disana mencekal tangan Prayoga dan menghentikan langkahnya.


"Maaf anda siapa ? Di larang sembarangan masuk !!" Bentak salah satu Pria itu yang memakai seragam serba putih.


Bagas yang melihat kehadiran Yoga yang merupakan rivalnya segera ambil bagian, Bagas menyeret Yoga dan membawanya ke luar ruangan tersebut.tanpa Ba-bi-bu, ia segera menyerang tubuh Dokter itu.


Bugh...bugh...bugh...


"Mau apa kamu kesini,huh !!" Bentak Bagas tanpa menghentikan pukulannya di wajah dan perut Yoga.


Yoga hanya diam tanpa membalas serangan Bagas, juga tidak menjawab pertanyaan nya.andaikan posisi Bagas berada di pihaknya mungkin hal yang sama akan dia lakukan, mengingat Andita memang pacar Bagas yang ia sembunyikan selama ini.


"Bagas !! Hentikan !!" Teriak Brata.


Brata tentu saja mengetahui siapa Pria itu, pria yang pernah di lihatnya bersama Andita beberapa hari yang lalu.


"Tenang kan dirimu !! Ini rumah sakit, singkirkan terlebih dahulu urusan pribadi kalian.ingat Andita dan ibunya sekarang sedang memperjuangkan nyawa mereka.!" Bentak Brata saat Bagas sudah menghentikan aksinya.


"Apa-apaan ini !!" Bentak Indira tidak terima anaknya di perlakukan seperti itu.


"Maafkan anak saya Bu." Ucap Brata Menangkup kedua tangannya.


Sedangkan Chang lie, ia memicingkan matanya menatap intens ke arah Brata, dia sedang berusaha mengingat kembali lembaran memori di otaknya.


"Apakah anda Brata pemilik Subrata group ?" Tanya Chang Lie.


"Betul sekali Chang." Sahut Brata


Chang lie memeluk Brata "maaf saat pemakaman pak Broto, saya tidak bisa hadir karena sedang berada diluar kota" ungkap Chang Lie


"Tidak apa-apa itu sudah lampau." Sahut Brata tersenyum.


Bagas, Indira, dan Yoga saling pandang sejenak lalu menatap ke arah Brata dan Chang lie, mereka hanya diam tanpa kata meskipun banyak pertanyaan bersarang dibenaknya saat ini.


"Kenapa pak Brata ada disini, siapa yang sakit ?" Tanya Chang Lie


"Putriku." Sahut Brata


Sementara itu, tanpa memperdulikan orang tuanya Yoga kembali menerobos masuk di Antara staf yang berjejer di depan pintu ruangan ICU.

__ADS_1


"Minggir, saya ingin masuk." Ujar Yoga dingin


"Maaf di larang masuk, sebelum pemilik rumah sakit ini tiba disini !!" Jawab Pria itu lagi.


Tanpa banyak kata, Yoga mencengkeram kuat kerah baju Pria yang selalu menghalangi jalan nya itu.


"Mulai hari ini kau di pecat dari rumah sakit ini !!" Gaung Yoga lalu melempar kan tubuh lelaki itu ke lantai.


Dengan terpaksa Yoga memakai kekuasaan nya demi bisa segera masuk bertemu Andita dan calon mertuanya.


"Saya beritahu kalian semua !! Saya Febry Lie Prayoga anak pemilik Rumah Sakit ini, dan di dalam sana ada calon istri dan mertua saya !!" Bentaknya Yoga sembari menunjuk ke arah ruang perawatan Andita dan ibunya.


"Kalian dengar !! Dan kau hari ini juga enyah dari rumah sakit ini !!" Seru Yoga berapi-api menunjuk Pria yang menghalanginya tadi.


"Maafkan kami pak." sahut mereka bersamaan


Lalu tanpa menoleh lagi ia menggeser pintu ruangan perawatan Andita dan Ayuningtyas.


Sementara Chang Lie dan Indira masih berada diluar ruangan yang terpisah dari ruangan yang sudah Yoga masuki saat ini.untuk masuk keruang perawatan pasien ICU, harus melalui tiga ruangan terlebih dahulu.


Yoga masuk dan bertanya pada beberapa perawat yang sedang bertugas, perawat tersebut mengantar Yoga ke tempat Andita di rawat.


Yoga duduk dengan tatapan tak percaya, lalu ia meminta pada perawat tersebut untuk memberikan catatan riwayat penyebab Andita di rawat.


"Maaf pak,hanya pihak rumah sakit yang berwenang atas catatan menyangkut riwayat penyakit pasien." Jawab perawat itu.


"Saya Dokter pribadi nya." Jawab Yoga singkat


Tanpa banyak protes perempuan itu mengambil dan membawakan apa yang Yoga minta.


Yoga ingin tau apa penyebab Andita bisa masuk rumah sakit, karena setau Yoga Andita tidak ada riwayat penyakit kronis.


Perawat tersebut memberikan apa yang Yoga minta, lalu Yoga juga meminta keterangan soal pasien yang bernama Ayuningtyas.


"Ini pak." Ucap perawat itu


Setelah perawat itu memberikan apa yang dia minta, Yoga mengibaskan tangannya agar perempuan itu meninggalkannya. Matanya nanar ketika membaca prihal penyebab Andita sampai masuk ICU, kemarahannya tercetak begitu jelas di wajah Dokter tampan nan gagah itu.


"Mas datang sayang, mas Doktermu akan menghilangkan semua racun yang menjalar ditubuh mu. Maafin mas sayang, tidak bisa menjagamu dari tangan-tangan jahat yang sudah membuat mu seperti ini." Ujar Yoga terisak di sisi Andita


"Jika perlu mas akan menyuntikkan racun yang mematikan pada orang yang sudah berbuat jahat terhadap kalian." Geram Yoga


Yoga berdiri dan mengecup dahi Andita lalu ia beranjak menuju ranjang Ayuningtyas,


Ia meneliti wajah dan luka di tubuh calon mertuanya Yoga meraih tangan Ayu lalu menyalaminya.


"Yoga akan melakukan apapun demi kesembuhan kalian, ma." Ujar Yoga berbisik pada Ayuningtias.


"Setelah ini, Yoga tidak akan pernah meninggalkan kalian lagi, dimana pun aku dan Andita berada Mama harus tetap bersama kami." Ucapnya Lirih


Setelah itu ia kembali ke sisi ranjang Andita, air mata terus menggenang di pelupuk mata pria tampan itu.hatinya sakit menyaksikan gadis yang sangat di cintai nya terbaring tak berdaya, merasakan sakit hingga nyaris merenggut nyawanya.


Tak lama kemudian, Indira dan Chang lie memasuki ruangan tersebut beserta beberapa pegawai rumah sakit yang mengiringi nya.


Indira menangis melihat Andita terbaring tak berdaya, ia memeluk dan mencium pipi gadis itu berulangkali.


"Sayang kita akan melakukan yang terbaik untukmu, supaya kalian cepat buatin Mama cucu." Ujar Indira sambil menangis


Chang lie mengusap punggung putra sulungnya , menyalurkan kehangatan dan ketenangan.


"Kamu yang sabar, apapun yang terjadi hadapi dengan hati dan pikiran jernih." Ujar Chang lie memberi penyiraman pada hati Yoga yang mendidih.


"Ohya papa sudah meminta pihak rumah sakit untuk memindahkan Andita dan Ibu nya keruangan khusus, supaya kita bisa lebih intensif menjaga serta memberikan pengobatan pada mereka." Tambah Chang Lie


Yoga mengangguk tanpa melepaskan tatapannya pada wajah Andita.


"Nak mana calon besan Papa dan Mama ?" Tanya Chang Lie


Yoga menatap perawat yang berada di sana, perawat tersebut mengerti arti tatapan mata Yoga.


"Mari pak sebelah sini." Perawat tersebut memandu langkah Chang Lie dan Indira menuju ranjang perawatan Ayuningtyas.


"Assalamualaikum Bu Ayu, kami calon besan mu." Sapa Indira seraya menyentuh tangan Ayuningtyas.

__ADS_1


"Maafkan kami yang datang dalam keadaan seperti ini, semuanya di luar rencana." Ucap Indira menatap wajah pucat Ayuningtyas.


Sedangkan Chang lie ngobrol dengan beberapa pihak rumah sakit, untuk segera memindahkan Ayuningtyas dan Andita keruangan khusus yang di mintanya tadi.


"Baik pak, segera kita lakukan." Jawab Pria itu yang merupakan tangan kanan RS Prayogo di kota K tersebut.


"Lakukanlah sesuai perintah saya." Jawab Chang Lie


Pria itu mengangguk dan membungkuk lalu segera undur diri dari hadapan Chang Lie.


...----------------...


Sementara itu Brata sudah menceritakan semuanya tentang Chang Lie dan keluarganya, termasuk apa hubungan mereka sehingga saling mengenal.


Bagas hanya bungkam seribu bahasa yang ia pikirkan bukan soal keterkaitan keluarga Broto dan keluarga Prayogo, melainkan tebakan nya selama ini ternyata benar kalau Andita bersama seseorang.


Tak bisa ia pungkiri hatinya sakit saat mengetahui kalau selama ini Andita bersama Dokter itu, lebih-lebih lagi mereka akan segera menikah.


Namun apalah daya kenyataan pahit kembali menderanya secara bertubi-tubi, gadis yang di cintainya selama ini ternyata Adiknya sendiri.


Ingin sekali rasanya ia menolak kenyataan bahwa Andita bukan Adiknya, sementara kehadiran Ayuningtyas di hadapannya yang merupakan mantan istri Brata memperkuat fakta bahwa didalam tubuh Andita mengalir darah yang sama dengan dirinya.


Hanya mampu pasrah dan menerima kenyataan, meskipun sangatlah menyakiti perasaan nya.


"Huff..." Bagas menghembuskan nafasnya.


Bagas melirik gadis cantik yang duduk tak jauh darinya, Brata mengikuti arah pandangan mata putranya.


"Dia adik Pria yang kamu pukul tadi." Ujar Brata


Seringai licik tersungging di bibir Bagas,kala mendengar ucapan Brata yang menyatakan bahwa gadis itu adik Dokter yang sudah membawa lari Andita nya.


Baiklah tuan Dokter, ku lepaskan kekasih sekaligus adikku untukmu, tapi kau harus menukarnya dengan adikmu pula. Gema batin Bagas.


Bagas beringsut meninggalkan tempat duduknya dan berjalan mendekati gadis yang merupakan Adik dari Prayoga.


"Permisi, apa saya boleh duduk disini ?" Tanya Bagas basa-basi


Shinee menatap tajam kearah mata Bagas


"Mau apa ! Saya tidak sudi duduk bersama orang jahat !!" Tukas shinee


Bagas tersenyum lebih tepatnya menyeringai


"Hei nona cantik,saya bukan orang jahat. Kejadian tadi hanya salah paham, saya kakak dari calon kakak ipar mu itu." Ujar Bagas lembut seraya tersenyum menyakinkan gadis cantik itu.


Shinee membuang tatapannya ke arah pintu masuk " Silakan duduk" ujar Shinee tanpa melihat ke arah Bagas.


Tanpa banyak kata Bagas segera duduk di samping Shinee, ia melirik gadis di sampingnya itu lalu mengulurkan tangannya.


"Bagas" Ujarnya.


Shinee melirik sekilas pada tangan Bagas yang terulur, tanpa menyambut nya gadis itu hanya bergumam kecil.


"Shinee." Gumamnya


"Siapa ?" Tanya Bagas pura-pura tidak mendengar seraya menarik kembali tangannya. Gadis itu mendelik dengan wajah kesal. "Shinee !! Dengar belum ?" Tukasnya


Bagas hanya tersenyum menanggapi jawaban gadis itu, sesekali ia melirik wajah Shinee. "Kau lihat Yoga, adikmu sebagai ganti Andita ku yang sudah kau rebut." Batin Bagas


...----------------...


"TBC"


suka ceritanya ? ikuti terus episode selanjutnya ya 😘


tap jempol dan vote lalu tap ❤️


dukungan kalian merupakan semangat bagi author untuk tetap menyuguhkan cerita yang menarik.


salam manis dari Mentari Impian 😘🙏


Typo mohon di maafkan 🙏😁

__ADS_1


__ADS_2