Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~79


__ADS_3

Resepsi pernikahan Andita dan Yoga


White Pearl Decoration berwarna putih elegan. Ketika menginjak kan kaki di ruangan Ball room tersebut kesan berada di alam bebas sangat terasa, alam terbuka yang menyuguhkan keindahan Alamnya yang di penuhi bunga-bunga bermekaran indah dan segar.


Harum semerbak wangi bunga mawar dan bunga lily sangat dominan di antara bunga-bunga yang lainnya, gemericik air terjun semakin membawa perasaan seakan nyata tengah berada di alam bebas penuh bunga-bunga.


Taman bunga,alam bebas,mewah dan elegan tergabung menjadi satu, sepertinya itu saja tidak cukup menggambarkan konsep yang di angkat dalam resepsi pernikahan Andita Rosmanilla Sakapraja dan Febry Lie Prayoga.


Pelaminan megah dan elegan telah menanti kedatangan sang raja dan permaisuri, tepuk tangan riuh rendah menyambut kehadiran sang raja dan ratu sehari.


MC mengintruksi kepada hadirin untuk memberikan jalan kepada kedua mempelai guna menaiki pelaminan, Andita sangat cantik memukau dalam balutan gaun pengantin berwarna putih yang mengekspos seluruh lekuk tubuhnya. Yoga dapat melihat kaum Adam menatap kagum pada Isterinya, tangannya menggenggam posesif pada jemari Andita.


Yoga pun tidak kalah memukau dalam balutan tuxedo warna putih, gagah dan tampan. iringan musik instrumen semakin memeriahkan Acara resepsi pernikahan mereka, raja dan ratu sudah menduduki singgasana nya.


Shinee juga tak ketinggalan tampil cantik di hari resepsi pernikahan kakaknya, tapi sayang penampilan cantiknya tidak disertai dengan raut wajahnya. Gadis cantik itu tampak murung, meskipun senyum terus tersungging di bibirnya.


Relasi Brata, Relasi Chang Lie baik dari Andita dan Yoga telah hadir di ballroom Hotel tersebut, hanya satu orang yang tidak nampak hadir disana yakni Bagas.


Mc kembali menguasai panggung guna membacakan susunan acara demi acara, yang pertama akan di mulai dengan beberapa sambutan singkat dari pihak kedua mempelai.


Dan terakhir masuk ke sesi acara inti,dimana para tamu undangan dapat naik ke atas pelaminan guna memberikan selamat kepada kedua pengantin serta menikmati berbagai Menu hidangan yang disajikan.


"Selamat ya Dit,semoga samawa." Ucap kedua sahabat Andita, yakni Kirana dan Nara sembari mereka berpelukan erat.


"Terimakasih Sahabatku atas doa nya." Sahut Andita


"Suamimu tampan sekali !" Seru Nara berbisik pada Andita


Andita tersenyum saat kedua sahabatnya itu memuji ketampanan suaminya, detik berikutnya saat Andita mau menanggapi ucapan Nara teman-teman SMP nya dulu naik secara bersamaan mengelilingi mereka.


Mereka menjabat tangan Yoga dan Andita secara bergantian, tapi tiba-tiba seseorang di antara mereka berbicara pada Andita bukan doa dan suka cita yang ia sampaikan melainkan kata-kata yang mengejek sang pengantin perempuan.


"Kalau dulu suami Hanna yang kamu rebut, dan sekarang suami siapa yang kamu nikahi Dit ?" Tanya salah satu perempuan dari Alumni SMP TARUNA BANGSA.


"Apa maksudmu bicara seperti itu pada istri saya !" Geram Yoga menatap tajam pada perempuan itu.

__ADS_1


"Istrimu itu pelakor kalau kamu tidak mengerti maksudku." Jawab perempuan itu sinis.


"Cepat tinggalkan tempat ini kalau kamu masih ingin bernafas.!" Hardik Yoga setengah berbisik.


Andita menggenggam tangan Yoga erat, sementara Kirana dan Nara mengusir perempuan itu beserta teman-temannya.


Johan sebagai Admin grup Alumni SMP TARUNA BANGSA meminta maaf kepada Yoga dan Andita, ia tak menyangka kehadiran perempuan itu mengacaukan suasana.


"Dit, aku minta maaf soal kejadian barusan. Mas mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya Johan mewakili mereka semua pamit tidak bisa menghadiri acara kalian sampai selesai." Ujar Johan yang di angguki oleh Yoga dan Andita.


Nara dan Kirana menatap Andita penuh tanya setelah kepergian teman-teman nya dari alumni SMP TARUNA, sedangkan Andita hanya menggeleng memberikan respon pada kedua sahabatnya itu bahwa apa yang mereka dengar barusan tidaklah benar.


Nara dan Kirana mengangguk mengerti maksud Andita.


"Kita mau makan-makan dulu Dit,mumpung dapat free." Ujar kirana terkekeh mencairkan suasana.


"Iya Ki, makanlah." Sahut Andita lembut,tanpa membuang waktu Kirana dan Nara menyerbu hidangan lezat menggugah selera nya sejak tadi.


"Sayang,ayo kita sapa teman-teman mas." Ajak Yoga sembari memeluk pinggang ramping Andita dan berjalan mendekati teman-temannya.


Mereka berpelukan, berbincang banyak hal.bahkan candaan dan godaan tak lepas dari mulut sahabat dan teman-teman Yoga.


"Istrimu cantik sekali, kalau suatu hari kamu ingin menceraikannya juga beritahu aku ya bro." Bisik salah satu teman Yoga sambil tertawa kecil.


"Tentu saja harapanmu akan sia-sia,karena aku tidak akan pernah menceraikannya." Sahut Yoga serius,lalu membawa Andita menjauh dari pandangan temannya itu.


Brata dan Ayuningtyas, Chang Lie juga Indira mereka sibuk menyambut kedatangan para undangan dengan ramah tamah.


Sedangkan Shinee kentara sekali tidak menikmati pesta pernikahan kakaknya, ia hanya duduk menghadap meja yang di penuhi dengan beberapa hidangan dan minuman. ia sama sekali tidak bisa mengalihkan pikirannya tentang Bagas,walau hanya sesaat.


Shinee mencoba menghubungi Ponsel Bagas, berkali-kali ia mencoba hasilnya tetap sama ponselnya tidak dapat di hubungi.


"Kamu kemana sih kak, kenapa kamu tidak datang. Apa segitu cintanya kamu sama kak Andita, sampai kamu hilang tanpa berita. Apa maksud ucapanmu kak, yang katanya akan melamarku ?" Lirih Shinee berkaca-kaca. Lalu gadis itu beranjak meninggalkan ballroom dan memilih kembali ke kamarnya.


...----------------...

__ADS_1


Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa siang telah berganti malam akan tetapi tamu undangan masih banyak yang berdatangan.bahkan kaki Andita sudah sangat lelah, berdiri, duduk dan berkeliling guna menyambut dan menyapa tamu undangan.


"Mas,kakiku udah gak kuat." Ujar Andita


"Sakit ?" Tanya Yoga dan Andita hanya mengangguk lelah.


Yoga menggendong Andita dan membawanya duduk, lalu lelaki itu melepaskan high heels di kaki istrinya. Yoga berjalan ke meja hidangan, dan kembali dengan membawa beberapa hidangan dan minuman.


"Sayang. Duduklah dan makanlah dengan tenang, mas ngobrol dulu sebentar sama yang baru datang, mas janji sebentar lagi kita istirahat." Ujar Yoga sambil mengecup pipi dan bibir Andita.


"Iya mas,jangan lama." Sahut Andita


"Iya sayang, mas juga sudah gak sabar untuk kembali ke kamar kita." Yoga tersenyum menggoda Andita lalu beringsut meninggalkan istrinya.


Andita menatap sekeliling ruangan matanya kesana kemari seperti mencari seseorang, Andita baru menyadari bahwa sosok yang di carinya itu tidak terlihat memberikan ucapan selamat baginya, baik di hari Akad nya pun dihari resepsi nya.


Dengan kaki telanjangnya Andita menyusuri ruangan Ball room tersebut mencari sosok Bagas, kedua tangannya mengangkat gaunnya agar mudah baginya melangkah.


Kakinya semakin lelah setelah hampir mengelilingi seluruh ruangan Ball room, Andita tidak bertemu sosok Bagas di resepsi pernikahan nya.


Andita mematung, mengingat sejak pertemuan mereka waktu itu sampai hari ini mereka belum kembali bertemu.


"Mas, apa kamu baik-baik saja." Batin Andita


"Sayang...kamu sedang apa disini, Yoga mana ?" Tanya Indira dan Chang lie yang tiba-tiba muncul di hadapan Andita.


"Hm...eh ma, itu Dita lagi nyari mas Yoga. Dita udah lelah mau istirahat." Andita beralasan.


"Oh begitu, sana di antar Mama saja. Yoga biar papa kasih tau,kalau kamu sudah istirahat duluan." Sambung Chang lie.


Andita mengangguk dan melangkah menjauhi ballroom bersama Indira, sedangkan Chang lie mencari keberadaan Yoga di antara padat nya para tamu.


...----------------...


TBC

__ADS_1


__ADS_2