
Dua hari menjelang pernikahan
Kamar Andita sudah di sulap sedemikian rupa, indah bagai kamar putri di negeri dongeng, Bunga mawar bermekaran menghiasi seluruh penjuru ruangan. harum semerbak wangi bunga mawar memenuhi rongga hidungnya, foto prewedding mereka tak lupa ikut terpajang sana.
Namun keindahan kamarnya saat ini tak seindah hatinya, Andita menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskan nya pelan-pelan.
Matanya tertuju pada kotak-kotak yang tersusun rapi di rak kamarnya, yang berisikan berbagai kosmetik bermerk, pakaian bermerk, serta perhiasan dari berlian dan emas murni. Semua itu sama sekali tidak membuat hatinya berbahagia, Andita merindukan sosok Yoga yang dulu, Yoga yang penyayang, lembut dan selalu memanjakan dirinya.
"Mas Maafkan atas kesalahan ku, aku berjanji tidak akan membuat kesalahan lagi." isak nya sambil memandangi wajah tampan Yoga di foto prewedding mereka.
Air matanya mengalir membasahi pipinya, ia menyesali kesalahannya yang sudah menyia-nyiakan kepercayaan Yoga padanya.
Gadis itu larut dalam tangisnya tanpa melihat kehadiran Yoga disana yang memperhatikan nya.
"Aku menginginkan kamu yang dulu mas, ku mohon jangan berubah.beri kesempatan untuk ku mencintaimu sepenuh hati ku." Lirih nya.
"Sayang." Desis Yoga tiba-tiba memeluk Andita
"Mas terlalu takut kehilanganmu, mas trauma di khianati, mas menyesal sudah menyakitimu, percayalah semua itu kerena berdasarkan emosi sesaat." Ucap Yoga sambil mengecup puncak kepala Andita
"Pukul mas sayang, mas sudah menyakitimu." Yoga meraih kedua tangan Andita
Andita menggeleng lalu menyapukan kecupan hangat di kedua tangan Yoga.
"Apapun keadaannya,aku akan tetap menikah dengan mu, aku tidak akan pernah meninggalkan mu." Ucap Andita berlinang air mata
"Aku merindukan kamu yang dulu mas." Tangis Andita kian menjadi
Yoga membopong tubuh Andita dan membawa nya duduk di sofa, Yoga mendudukkan Andita di pangkuan nya.
"Lihat mas sekarang." Ujarnya
Andita menatap wajah Yoga meneliti setiap garis wajahnya.
"Sekarang dengarkan mas baik-baik."
"Setiap manusia memiliki hati, setiap manusia memiliki ego dan emosi, setiap manusia mempunyai amarah. Pernah mendengar pepatah ? semut-semut kecil pun bisa menggigit kalau di sakiti. mas pun demikian melakukan semua ini untuk memberimu pelajaran, bahwa mas bukan orang yang mau menerima begitu saja kalau di khianati.
Kita bersama bukan baru sehari atau dua hari saja, kalau mas mau memperkosamu sangat banyak kesempatan.kenapa terjadi setelah menjelang pernikahan kita, karena mas memiliki amarah. Kenapa mas marah ? Karena kamu melanggar pesan mas." Ucap Yoga panjang lebar memberikan penjelasannya pada Andita.
"Mas tidak pernah menyakiti perasaan orang, apalagi kaum perempuan. Yang melahirkan mas perempuan, adik mas perempuan."
"Intinya, jangan menyalah gunakan kepercayaan seseorang siapapun itu. Karena semua itu bisa memicu berbagai hal buruk, mas bukan lelaki sesabar Nabi sayang."
"Mengerti ?" Tanya Yoga sambil menghapus jejak air mata Andita.
Andita mengangguk dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Yoga.
__ADS_1
"Maafin aku ya mas." Bisik Andita
"Mas akan memaafkan mu, dan akan mengajarkanmu banyak cinta setelah kita menikah." Ucap Yoga lembut membelai rambut Andita.
Andita mengangguk saja. Ia membenamkan wajahnya mencari kenyamanan di antara ceruk leher Yoga, tubuhnya sangat lelah kurang istirahat di tambah lagi banyak menangis.
"Mas aku ngantuk." Lirih Andita sambil memejamkan matanya
"Tidurlah." Ujar Yoga memberikan akses ternyaman untuk calon istrinya itu tidur didalam dekapannya.
Yoga menatap wajah cantik Andita yang tertidur dalam dekapannya, tangan kirinya membelai rambut calon istrinya itu. Sedangkan jemari tangan kanan mereka terpaut satu sama lainnya, Yoga mendaratkan bibirnya di jemari lentik Andita.
"Mas sangat menyesal sudah menyakitimu, percaya lah mas akan menebus semuanya." Gumas Yoga setelah merebahkan tubuh Andita di tempat tidurnya.
Setelah menyelimuti tubuh Andita, Yoga keluar dan menutup pintu kamar pengantin mereka.
...----------------...
Setelah menelpon Chang Lie, Yoga bergegas menuju dapur dan akan memasak makanan kesukaan bayi besarnya yang sedang tertidur pulas, resep andalan Chang Lie akan ia proses di dapur sore ini demi membangkitkan mood sang calon istrinya.
Sushi-Salmon Avocado Roll, ramen topping telur,jamur,udang, dan tahu putih.
Ayuningtias tersenyum menatap calon menantunya yang sedang memasak.
"Calon pengantin kok masak ?" Tanya Ayu.
"Kalian bertengkar ?" Tanya Ayu.
"Sedikit ma, biasalah rintangan menjelang pernikahan." Ujar Yoga terkekeh kecil.
"Ya, kamu harus pinter momong dia.maklumlah pikirannya masih labil, terkadang sikapnya masih manja sekali seperti Shinee." Tukas Ayuningtyas
"Iya ma." Sahut Yoga
"Mama tinggal ya, mau mandi udah sore. Ohya masakannya untuk Mama sama Papa juga kan ?" Seloroh Ayu.
"Hahaha...iya dong ma." Sahut Yoga, sambil menyelesaikan pekerjaan dapurnya.
Setelah selesai Yoga kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. 20 menit kemudian tubuh Yoga sudah segar dan sudah berganti pakaian santai rumahan.
Yoga membuka pintu kamar Andita ia tersenyum melihat gadis itu masih terlelap, Yoga merebahkan dirinya di sisi Andita sambil mengodanya.
Andita melingkarkan tangannya memeluk Yoga. " Mas sudah mandi ?" Tanya Andita masih dengan mata terpejam.
"Hm...bangun sayang. hari sudah hampir gelap, mandi setelah itu kita makan malam." Ucap Yoga mencium pipi Andita
Andita membuka matanya dan meraba perut nya. " Iya mas, aku lapar."
__ADS_1
"Buruan mandi, mas siapin makannya ya." Sahut Yoga seraya bangkit dan berlalu meninggalkan kamar Andita.
...----------------...
Wajah Andita sudah terlihat segar ia duduk menghadap kaca rias, tangannya meraih Hair dryer untuk mengeringkan rambutnya.
Yoga datang membawa nampan berisi masakan nya tadi, Andita menoleh dan tersenyum.
"Wangi sekali masakan nya, delivery order ya mas ?" Tanya Andita.
"Hm..." Sahut Yoga
Yoga menaruh nampannya di atas nakas, lalu menghampiri Andita mencium kilas pipi mulus Andita.
Yoga meraih hair dryer di tangan Andita dan mulai mengeringkan rambutnya, setelah selesai Yoga menyisir serta menguncir rambut Andita.
"Selesai. Sekarang waktunya makan, kasihan lambungnya udah bernyanyi tu." Cakap Yoga
"Waw...ini makanan kesukaan ku mas." Seru Andita
"Ohya, kalau begitu sekarang dicoba." Sahut Yoga menyuapi Andita
Tanpa disuruh pun Andita akan menyerbunya hingga habis, tampilan nya sangat menggiurkan.
"Mas, ini ramennya enak banget. Sushi nya juga, mas beli di mana ?" Tanya Andita
"Mau beli ?" Tanya Yoga, sambil memasukkan potongan Sushi kemulutnya.
"Iya, nanti beli lagi ya mas." Sahut Andita sambil mengunyah makanan nya.
"Boleh, setelah mas jualan ya." Ucap Yoga sambil tersenyum
Andita menatap Yoga. "Maksudnya ? Ini mas yang masak ?" Tanyanya, Yoga mengangguk.
"Terima kasih mas." Ujar Andita
Amarah sudah redam, kebencian pun menguap begitu saja. Setiap masalah tentu ada penyelesaian nya, tergantung bagaimana cara setiap orang menyikapi nya.
Kebahagiaan itu di ciptakan bukan di cari, karena tidak ada di dalam dunia ini yang menyediakan kebahagiaan untuk siapapun, melainkan seseorang itu sendiri yang menciptakan nya.
...----------------...
Bersambung
Yang suka silakan baca
Yang gak suka, ya gak usah baca.!!
__ADS_1
Jangankan cerita fiksi dan romansa, dalam kehidupan nyata lebih banyak konflik yang lebih ruwet lagi.