Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB 25 1,5 bulan sejak kepergian Andita...


__ADS_3

Ketakutan Bagas akhirnya menjadi kenyataan,bukan tanpa sebab ia menjadi Over protektif terhadap Andita selama ini.kekhawatirannya telah terjadi, Andita telah pergi meninggalkan nya sejak ia tahu tentang rahasia Bagas selama ini.


Lalu,siapa yang patut ia salahkan atas kepergian Andita. Hanna ? Ya,tentu saja perempuan itu yang patut ia salahkan.karena jebakan perempuan itu Bagas mengkhianati Andita dan menikahi Hanna, hingga kini ia menyandang status Duda setelah bercerai dari Hanna. andaikan saja waktu bisa di putar kembali, ia tidak akan termakan oleh tangis dan tipu muslihat perempuan bernama Hanna dan,mungkin saat ini ia sudah bergelar kan Suami Andita Rosmanilla.


Akan tetapi,apakah pernah penyesalan datang lebih awal sebelum peristiwa di mulai, sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi.


Andaikan Bagas lebih dulu menjelaskan kepada Andita mengenai pernikahan nya dengan Hanna, berkemungkinan Andita tidak akan pergi meninggalkan nya.namun,apalah daya semuanya sudah terjadi. kini hanyalah penyesalan, yang menguasai hati dan pikiran seorang Bagas Prawijaya Subroto.


Setiap sudut kota sudah mereka telusuri,bahkan status penerbangan hari kepergian Andita meninggalkan Desa pun sudah mereka lacak namun,hasilnya Nihil.


Sahabat dan kerabat gadis itu pun tak luput dari Erwin dan Robert mengenai informasi Andita, bahkan perempuan yang melahirkannya ke dunia ini pun kehilangan jejak anak gadisnya.


Kehilangan ? Tentu saja.patah hati sudah pasti, dendam ? Jangan tanyakan,sudah tentu kian berkobar membakar jiwa seorang Bagas. ya, Pria itu sangat Dendam terhadap perempuan yang menurutnya sudah menghancurkan hidupnya serta masa depan cintanya.


Erwin dan Robert saling berpandangan,kala melihat Bagas duduk melamun hampir separuh waktu mereka di sana.


Padahal yang mengundang kedatangan kedua sahabatnya itu dirinya tapi, sepertinya Bagas tengah larut dalam lamunannya hingga melupakan kehadiran ke-Dua Pria itu.


"Udahan belum melamun nya ? Kalau belum kita pulang aja dulu !" Seru Erwin akhirnya.


"Lo minta kita kesini, ada apa ?" Tanya Robert "Nemenin Loh termenung ?" Lanjut Robert


Terdengar tarikan nafas panjang Bagas,ia menatap sahabatnya satu per satu.


"Gue mau kalian jadikan Hanna jalang selamanya" ucapnya datar tanpa ekspresi apapun.


"Gue mau dia menderita selamanya,bahkan lebih terhina dari seorang Pelakor" ucap Bagas lagi.


Matanya nampak menerawang mengingat kata-kata hinaan Hanna terhadap Andita,julukan Pelakor telah tersemat dalam diri Andita.tentu saja gadis itu sangat malu, di tengah-tengah keramaian teman-teman nya Andita di teriaki Pelakor oleh Hanna.


Terlihat air muka Bagas menggelap, rahangnya bergerak-gerak menandakan emosinya sedang tersulut.


Erwin dan Robert saling berpandangan lalu, mengangguk. "Oke, lo tunggu aja kabar selanjutnya.gue mesti ke Kantor dulu,ada Meeting penting" ucap Erwin


Begitupun dengan Robert setelah berpamitan, mereka pergi meninggalkan kantor Bagas.


Bagas masih tercenung setelah kepergian sahabat nya lalu,ia berdiri memandang kepadatan kotanya dari balik kaca ruang kerjanya.


"Tunggu pembalasanku Hanna,kau harus lebih sakit dan menderita dari Andita" ucapnya dengan menyeringai.


"Maafkan aku Andita" lirihnya.


...----------------...


Di sebuah Rumah Sakit mewah dengan fasilitas terlengkap dan terpercaya di kota tersebut, seorang gadis cantik berpakaian serba putih sedang mendorong seorang Ibu hamil menggunakan kursi roda.senyum manis terukir indah menghiasi wajahnya,merdu suaranya menggetarkan jiwa bagi pendengarnya kala ia menyapa.


Hari ini, Andita bersama Dokter kandungan dan beberapa perawat akan melakukan tindakan Operasi Sesar, pada pasien yang sedang ia bawah menuju ruang Operasi.


Meskipun ia baru menjadi bagian dari rumah sakit Prayogo, tidak ada kendala yang berarti baginya dalam hal pekerjaan atau pun beradaptasi dengan rekan-rekannya.


Semua itu terjadi bukan tanpa sebab,melainkan semuanya di bawah kuasa seorang Dokter umum Febry Prayoga.


Semua pihak rumah sakit mengetahui bahwa Andita bergabung di rumah sakit itu, atas rekomendasi dari pemilik Rumah Sakit itu sendiri.akan tetapi,Bidan cantik itu justru tidak tahu-menahu bahwa Pria aneh baginya itu adalah, pemilik serta Dirut dari rumah sakit tempat ia Bekerja saat ini.


Semua pergerakan di rumah sakit saat ini,tak lepas dari pantauan Pria tampan yang berada jauh nun di sana.

__ADS_1


Yoga tersenyum memandang rekaman dan foto Andita yang sedang bekerja,Eit jangan lupakan ada Paparazi disana yang akan terus mengawasi setiap tindakan gadis itu.


lalu tanpa sengaja Yoga menatap Kalender di atas meja kerjanya, seketika matanya melotot...!! Bukan karena marah tapi justru bahagia.ia hampir melewatkan begitu saja tanggal yang sangat berguna baginya itu.


Bagaimana ia tak bahagia kala menyaksikan ada beberapa tanggal merah di kalender tersebut, hatinya yang merindu akan segera bertemu.


Sudut bibirnya terus terangkat mengukir senyum bahagia,binar matanya menyiratkan kerinduan yang mendalam.


Sejak ia kembali ke Desa, Yoga sengaja menutup komunikasi nya sama Andita.alasan Yoga sedikit tidak masuk akal, menurut-nya semakin intens komunikasi ia akan semakin tidak kuat menahan rindunya.


Alhasil sejak kepergian nya meninggalkan Andita, sekalipun ia tak perna menghubungi gadis itu.


Lalu, bagaimana dengan Andita ? Awalnya ia sempat mengkhawatirkan Pria itu. karena, tak mendapati kabarnya sedikitpun sejak ia kembali ke Desa.


Namun, peran Maria seorang perawat yang di kenalnya dengan baik selama di Desa, sangat berguna bagi Andita.


Melalui Maria,Andita bisa bernafas lega bahwa Pria aneh itu baik-baik saja bahkan bekerja seperti biasanya.


...----------------...


Setelah jam kerjanya selesai Yoga bergegas pulang kerumah dinasnya,ia juga sudah memesan Tiket penerbangannya melalui Online.setelah bersiap, Yoga meninggalkan rumah dinasnya tanpa memberitahu siapapun dia akan kemana.ya, Yoga cukup licik mengantisipasi setiap langkahnya sejak ia menyembunyikan Andita.


"Mas kembali sayang" bisik hatinya.


jangan lupakan senyum nya,sudah tentu bermekaran bagai bunga-bunga di taman.


...----------------...


Andita baru saja memasuki Area rumah besar nan megah itu, tubuhnya sangat lelah dan lengket.


"Sama-sama,Non" jawab sang Sopir sembari membungkuk.


Andita tersenyum, "Saya masuk dulu Pak" pamit Andita.


Si Sopir mengangguk sambil geleng-geleng kepala menatap kepergian Andita, "Wajar saja tuan jatuh cinta sama non Andita,suaranya merdu dan lembut sekali" ujar sopir itu sambil berdecak kagum.


Sesampainya di kamar bak surga dunianya itu,Andita segera menyegarkan tubuh lelahnya.


Andita memang tidak mendapatkan Dinas malam,ia hanya bekerja batas jam 2 siang saja.kembali lagi kepada kuasa pemilik rumah sakit, semua jadwal Kerja Andita sudah ia tentukan.


Setelah mandi dan berganti pakaian, Andita merebahkan tubuhnya.lalu,ia memainkan Ponselnya mencari informasi sosok Prayoga yang jauh darinya melalui Maria.


Andita terpaksa merubah Nomor ponselnya sementara waktu, ya untuk menghindari teror dari teman-teman grup SMP nya dan kemungkinan serangan susulan dari sosok Hanna.


Meskipun ia menghilang tanpa jejak, komunikasi dengan Ibunya tak pernah putus kendati ia belum memberitahu dimana keberadaannya.


"Halo, apa kabar Maria?" Tanya Andita saat telepon nya sudah tersambung dengan pemilik suara cempreng di ujung sana.


"Halo,Andita!! Aku kangen kerja bareng kamu" ujar Maria setengah berteriak di ujung sana.


Andita menjauhkan ponselnya sejenak guna melindungi gendang telinganya,suara Maria luar biasa bagai petasan di pendengarannya.


"Mar, Dokter tadi kerja ?" Tanya Andita.


"Kamu kenapa nanyain pak Dokter terus ?"

__ADS_1


Protes Maria.


Andita bingung memberikan alasan, pertanyaan nya di jawab pertanyaan pula oleh Maria.


"Dit' ! Kamu masih disana ?" Tanya Maria.


"Ah..ya Mar.aku ada sedikit urusan dengan pak Dokter" jawabnya.


"Ya tadi dia kerja seperti biasa And', emang Kenapa si ?" Tanya Maria kepo


"Oh,ya sudah kalau begitu.ingat pesanku jangan pernah kasih tau siapapun kalau aku sering hubungi kamu dan, terima kasih untuk itu" ucap Andita mengalihkan topik pembicaraan.


"Oke,kamu tenang aja" jawab Maria di seberang sana.


"Aku tutup dulu telponya ya, Mar'. bye" ucap Andita mengakhiri panggilan nya.


Andita bingung sebenarnya, kenapa Yoga sejak kembali ke Desa tak pernah bisa di hubungi,atau pun sebaliknya.


"Huff, setidaknya dia baik-baik aja" desah Andita.


Ia meletakkan ponselnya di atas nakas lalu,kembali merebahkan tubuhnya.matanya menatap lurus ke langit-langit kamarnya,bayangan sosok Bagas melitas di pelupuk matanya.


Andita teringat kembali perjalanan mereka,selama bersama.mengingat pengorbanan Bagas, sikapnya hingga pengkhianatan nya.


Tanpa terasa air Matanya menganak sungai begitu saja, "Apa kabar kamu mas,semoga kamu bahagia bersama Temanku" lirihnya.


Andita bangun dan keluar menuju Balkon favoritnya, sesampainya disana ia tersenyum dan menghapus air matanya.


"Benar katamu,masih banyak kebahagiaan yang memerlukan tangisan ku" Andita menatap hamparan lautan di ujung sana.


"Maaf,aku harus melupakan kisah dan cinta kita mas, mungkin takdir bahagia ku tidak bersamamu" ucapnya sambil menghapus jejak air matanya.


"Selamat tinggal Bagas" desahnya menghela nafas berat.


Belajar melupakan tepatnya meskipun,cintanya masih utuh untuk bagas.belajar mengikhlaskan, belajar menerima ketentuan dari yang Maha kuasa.


Andita duduk di Sofa menghadap ke lautan, lalu ia merebahkan tubuhnya disana menikmati belaian lembut hembusan angin yang membawa aroma khas lautan.matanya mulai meredup,kantuk menyambut nya hingga tidur terlelap.


...----------------...


❤️ To Be Continued ❤️


Bagaimana ceritanya ? Silakan sisipkan


komentar kalian di kolom komentar dan, jangan lupakan like nya😘


Akhir pekan nongkrong di noveltoon aja ya guys.


Nantikan Update selanjutnya, pantengin terus👇👇


Pacarku Suami Temanku


salam hangat dari Mentari Impian


semoga kalian bahagia selalu😘

__ADS_1


__ADS_2