Pacarku Suami Temanku

Pacarku Suami Temanku
BAB~46 "happy reading"


__ADS_3

Betapa terkejutnya Brata saat mengetahui tujuan gadis itu adalah kota K, tanpa pikir panjang Brata segera melakukan proses Cek-in agar bisa melakukan aksinya sebagai penguntit.


Andita dan Yoga sudah di dalam pesawat mereka sudah duduk di kursi masing-masing sesuai Nomor yang tertera di tiket, begitupun dengan Brata meskipun nyaris tertinggal pesawat akhirnya ia bisa bernafas lega. karena sebentar lagi ia akan segera mengetahui indentitas sesungguhnya si gadis itu, gadis yang mengingatkan nya pada sosok mantan istrinya.


...----------------...


Sementara itu....


Anjani diam-diam menyita semua fasilitas yang berkaitan sama Bagas,dari perusahaan hingga seluruh aset yang bernaung di bawah kekuasaan nya.


Bagas yang belum mengetahui apapun soal itu,masih bekerja seperti biasanya.


Tok...tok...tok...


"Masuk" perintah Bagas pada seseorang yang mengetuk ruang kerjanya.


Asisten sekaligus sekretaris nya masuk menghadap Bos-nya itu, dengan wajah yang tidak biasa atau lebih tepatnya wajah takut dan cemas ia berdiri memandang pada pak Bos nya.


"Ada apa ndre ?" Tanya Bagas tanpa melihat ke arah asistennya.


"Itu pak.eh anu.ng...maaf pak. Bu Anjani meminta seluruh yang bekerja di perusahaan ini,untuk hadir di aula sekarang juga." Ucap Andre gugup


"Apa ?!" Bagas terkejut dengan apa yang di dengarnya barusan.


"Iya pak.kalau begitu saya permisi." Ujar asisten Bagas.


'Ada apa Mama tiba-tiba membuat perintah seperti itu, apa masalahnya ? Perusahaan ini semuanya berjalan sesuai perintahku." Gumam Bagas bingung.


Bagas meninggalkan ruangan kerjanya menuju aula di perusahaan tersebut,guna memenuhi perintah Ibunya.


Saat Bagas tiba disana, semuanya sudah berkumpul hanya dirinya yang terakhir datang.


Bagas melangkah ingin menghampiri Anjani, namun perempuan itu segera menghentikan langkahnya dengan cara mengacungkan jari telunjuknya ke arah anaknya.


"Stop ! berhenti di sana. bergabung dan berdiri disana seperti yang lainnya !!" Perintah Anjani.


Wajah Bagas pias dan panas, malu sekali yang ia rasakan.


Namun ia tetap mematuhi perintah Anjani, meskipun sudah di perlakukan seperti itu oleh Ibunya sendiri.


Anjani berdiri menatap angkuh terhadap karyawan nya, ia mulai menyampaikan tujuan nya mengumpulkan seluruh karyawan perusahaan tersebut.


"Hari ini ! saya sebagai pemilik sah perusahaan ini mengumumkan ! Bahwa saya akan memimpin langsung perusahaan ini !!" Tukas Anjani menunjuk-nunjuk lantai tempat nya berpijak.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada sosok Bagas yang tertunduk, tatapan penuh makna dan tanya.


"Perlu kalian ketahui, pimpinan kalian selama ini saya pecat saat ini juga !! Tanpa menerima kompensasi apapun !" Tukas Anjani lagi.


Bagas mengangkat wajahnya dan menatap tajam pada Anjani, tanpa berbicara apapun Bagas meninggalkan ruangan tersebut.


Semua mata kembali menatap kepergian Bagas bagai hujan anak panah, seluruh karyawan perusahaan tersebut bingung atas apa yang terjadi secara tiba-tiba itu.


Bahkan semuanya mengetahui bahwa Bagas adalah anak dari pemilik perusahaan tempat mereka mengais rejeki, tapi apa yang terjadi hari ini sungguh di luar dugaan dan nalar mereka.


"Bagi yang tidak berkenan bekerja di bawah pimpinan saya,silakan keluar dari perusahaan ini saat ini juga !!" Ujar Anjani mengintimidisi Karyawannya.


"Jika berkenan silahkan kembali bekerja seperti biasa !!" Sambung Anjani seraya tersenyum dan meninggalkan karyawan yang masih berkerumun di sana.


...----------------...


Anjani masuk keruangan kerja yang selama ini di duduki putranya, dengan senyum sumringah ia melangkah kan kakinya menghampiri Bagas yang berdiri bersandar di meja kerjanya.


Barang-barang Bagas sudah di kemasnya ke dalam box, pertanda ia akan meninggalkan perusahaan yang di kembangkan nya selama ini.


Bagas mengulurkan tangannya pada Anjani.


"Selamat Ibu Presdir Subrata group, semoga di bawah pimpinan Anda perusahaan ini semakin berkembang pesat." Ujar Bagas tenang.


"Hahaha...Tentu saja. Silakan kamu keluar dari sini, jika tidak ada kepentingan lagi !!" Usir Anjani pada Bagas sambil tertawa bagai Iblis, matanya menyiratkan dendam dan amarah.


Tanpa merasa bersalah sedikitpun Anjani duduk di kursi kebesaran ruangan tersebut, senyum liciknya mengembang.matanya menatap liar seluruh penjuru ruangan, tangannya mengelus lembut sudut-sudut meja di hadapannya.


'Kau lihat Brata apa yang aku lakukan pada putra kesayanganmu itu, hari ini putramu bernasib sama denganmu !! Miskin !!" Teriaknya.


"Apa yang bisa kalian lakukan tanpa uangku, kalian hanya akan menjadi sampah !!" Ujarnya lagi seraya tertawa terbahak-bahak.


...----------------...


"Apa !!" Seru Erwin kaget setelah mendengar cerita sahabat nya itu.


"Om Brata udah tau soal ini ?" Tanya Erwin.


Bagas hanya menggeleng, ia bahkan tidak pernah sedikitpun berpikir bahwa perempuan yang sudah melahirkan nya kedunia ini bisa bersikap sekejam itu dalam tempo sekejap.


Bagas mengusap wajahnya "Ini pasti berkaitan dengan kepergian papa" desisnya.


"Maksud lo ?" Tanya Erwin tak mengerti.

__ADS_1


Bagas hanya menggeleng tanpa ingin menjelaskan secara detail masalah keluarga nya, bagaimana pun juga mereka tetap orang tuanya pikirnya.


"Terus apa rencana lo ?" Tanya Erwin.


"Tolong jual Apartemen gue, hanya apartemen itu milik gue yang tersisa.selain itu sudah di sita semuanya." Sahut Bagas lesu.


"Terus lo mau tinggal dimana ?" Tanya Erwin khawatir sama sahabat nya itu.


"Dimana aja" timpal Bagas.


"Lo bangun perusahaan aja lagi dari awal, dari hasil penjualan apartemen lo.sisanya, biar gue sama Robert akan bantu." saran Erwin


"Nanti gue pikir kan lagi,gue mau ketemu papa dulu." Sahut Bagas.


Bagas berdiri dan menatap Erwin, "Gue pulang dulu, maaf ganggu kerja lo." Ujarnya tanpa menunggu jawaban dari Erwin, Pria itu berlalu meninggalkan ruang kerja Erwin.


Setelah kepergian Bagas, Erwin segera menghubungi Robert mereka koordinasi bagaimana cara mengatasi dan membantu keadaan sahabat mereka saat ini.


...----------------...


Kedua sudut bibir Andita membentuk sebuah senyuman manis, saat kakinya sudah menginjak kota tanah kelahirannya.


Yoga turut tersenyum bahagia ketika melihat calon istri nya bahagia, tangannya terulur mengelus puncak kepala Andita.


"Ayo sayang, kita pulang bertemu Mama mertua mas." Ucap Yoga.


"Ayo" jawab Andita seraya mengandeng tangan Yoga.


Kebahagiaan sangat jelas terlihat di wajah kedua sepasang kekasih itu,canda dan tawa selalu setia menemani langkah demi langkah mereka.


Akan tetapi, Yoga dan Andita sama sekali tidak menyadari kehadiran sosok penguntit di antara mereka.


Brata selalu mengawasi semua yang mereka lakukan, meskipun tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Sebagai lelaki yang pernah muda, ia sangat yakin bahwa Pria bersama gadis itu adalah pasangan nya.


Saat kedua sejoli itu masuk ke dalam Taxi, Brata pun melakukan hal yang sama. Ia ingin tau, bahkan ingin tau lebih banyak kemana tujuan gadis itu.


Apa dia berdomisili di kota ini ? Jika ia itu artinya ?? Batin Brata sambil terus mengawasi laju taxi yang di tumpangi gadis tersebut.


...----------------...


"To Be Continued"


hayo dukung terus karya Mentari Impian dengan vote,komen dan like, dengan begitu kalian sebagai pembaca sudah ikut berpartisipasi dalam membangun semangat para penulis untuk terus berkarya.

__ADS_1


nantikan episode selanjutnya...😘


salam hangat dari Mentari Impian 🙏


__ADS_2